Jung yerin. Seorang gadis yang sudah putus sekolah sejak usia 17 tahun. Ia memiliki seorang kakak yang tinggal bersama keluarganya.
Bagaimana bisa? Bisa dibilang orang tuanya tak menginginkan anak perempuan dikeluarganya yang berada dijalur bisnis.
Mereka dipisahkan saat yerin masih dalam kandungan. Jung namjoon, kakak yerin yang kini berusia 23 tahun.
Mereka hanya terpaut kurang lebih 4 tahun, yang membuat mereka mudah dekat karena usianya yang berdekatan. Sejak ia dan yerin berpisah, ia menjadi membenci ayahnya diam-diam.
Kini bisa dikatakan ia hidup sukses berkat ayahnya yang memaksanya walau ia sudah menolaknya.
Sedangkan yerin yang awalnya bersama ibunya, kini ia sendiri. Orang tua mereka telah bercerai setelah kelahiran yerin di kehidupan mereka.
Flashback on 1
Ruangan itu tiba-tiba menjadi hening setelah mendengar penuturan dari sang dokter.
Yang mengatakan bahwa anak mereka yang akan lahir berjenis kelamin perempuan. Mereka pun berpamitan kepada sang dokter dan berjalan beriringan keluar dari ruangan itu.
"gugurkan dan kita akan membuat lagi" tutur sang suami yang membuat istrinya terkejut dan mengalihkan pandanganya pada sang suami.
"aku tidak akan menggugurkannya apapun yang terjadi" sorot mata tajam itu menatap lawannya yang membuatnya menunduk ketakutan.
Tuan jung berusaha menahan amarahnya pada sang istri agar tidak meluap ditempat umum yang akan memalukannya nanti.
Tuan jung pun berjalan meninggalkan istrinya disana. Perlahan namun pasti nyonya jung mengikuti sang suami yang menuju tempat parkir mobil mereka.
Keadaan dimobil begitu hening setelah kejadian dirumah sakit tadi. Sesampainya mereka dirumah pun juga masih enggan untuk berbicara.
Nyonya jung resah apa yang akan dilakukan suaminya nanti. Pasti suaminya itu akan berupaya untuk menggugurkan kandungannya ini sama seperti beberapa tahun lalu sebelum anaknya namjoon lahir didunia ini.
Flashback on 2
"Aaagghhh" teriaknya beriringan dengan tangannya yang memegang perut.
Tanpa nyonya jung sadari terdapat darah yang mengalir dari pangkal pahanya. Tak lama kemudian ia pingsan dipinggir jalan tanpa ada yang membantu. Ia korban dari tabrak lari dijalan yang sepi.
---000---
"eugghh.. apa yang terjadi? Dimana anakku?" panic nyonya jung ssesaat setelah sadar dari komanya selama satu bulan.
Tuan jung yang duduk disebuah sofa disana hanya menatap istrinya datar.
"sudah mati" ujar tuan jung frontal.
Nyonya jung yang mendengar itu langsung shok. Ia ingin menyalahkan dirinya sendiri karena tak waspada saat itu.
Tapi tunggu, bagaimana sang suami tahu bahwa anaknya sudah tiada? Yang pasti karena dokter yang memberitahu. Tapi yang mengherankan ia sama sekali tak bersedih? Atau merasa kehilangan?
"maafkan aku andai aku tak keluyuran waktu it..."
"tak apa. Itu aku yang merencanakan untuk membunuhnya tanpa melukaimu. Tentu dengan tangan anak buahku. Jangan mengharapkan anak perempuan, kau hanya perlu melahirkan anak laki-laki untukku. Bukan anak yang lemah seperti itu. Jika kau sudah sembuh kita akan membuat program lagi untuk membuat anak, dan itu harus laki-laki kalau tidak kejadian ini akan terulang lagi. Aku ada rapat, aku pergi"
