Kendall Jenner as Amora Rosalind Maxwell on mulmed.
***
"Amora!" terdengar suara bariton seorang pria yang sedikit berteriak. Ia hendak naik menuju lantai dua rumahnya, tetapi ia urungkan setelah melihat orang yang dicari berjalan menuruni tangga menuju ke arahnya.
"Kurasa ini masih terlalu pagi dari jadwalmu biasa pergi ke kantor, ada apa Logan?" tanya gadis yang baru saja menuruni tangga rumahnya. Siapapun yang melihat gadis itu akan tahu jika ia baru saja bangun dari mimpi indahnya. Dengan masih menggunakan setelan piyama merah muda miliknya, dia berjalan menuju meja makan dan memakan sarapan paginya.
"Hari ini aku akan bertemu dengan salah satu rekan bisnisku, cepat habiskan sarapanmu setelah itu kita berangkat menuju rumah keduamu" Amora yang mendengar ucapan sarkas kakak semata wayangnya hanya bisa memutar bola matanya.
Ya, gadis itu adalah Amora. Amora Rosalind Maxwell. Nama yang memiliki arti sangat indah, tetapi tidak seindah kehidupannya di dunia nyata. Putri bungsu dari keluarga Maxwell ini harus mengalami kejadian pahit saat menginjak umurnya yang ke-17 tahun. Ia harus kehilangan kedua orang tuanya karena sebuah kecelakaan. Pesawat yang ditumpangi oleh orang tuanya jatuh karena ada masalah dalam mesin dan mereka tidak dapat tertolong. Selama sebulan Amora terus mengurung diri di kamar dan selama sebulan juga ia sering sakit-sakitan karena jarang memakan makanannya.
Logan yang melihat perilaku adik semata wayangnya pun tambah terpukul. Ia sangat mengerti perasaan terpuruk Amora saat harus ditinggal orang orang yang ia sayangi. Logan yang saat itu masih harus melanjutkan sekolah bisnisnya, terpaksa menyelesaikan sekolahnya setahun lebih cepat dengan alasan untuk melanjutkan perusahaan yang sebelumnya dipegang oleh ayahnya, Maxwell Corporation. Walau begitu, ia tetap dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik karena kecerdasannya. Dengan berjuang susah payah, Logan membangun kembali perusahaan ayahnya yang sebelumnya sempat diambang kehancuran. Tetapi Tuhan berkata lain, Maxwell Corporation kembali bangkit dan menjadi perusahaan tersukses nomor satu di Inggris-Eropa.
Berbicara mengenai Amora, setelah kurang lebih dua bulan berkutat dengan kesedihannya, akhirnya gadis itu memutuskan melanjutkan kehidupannya. Ia tidak ingin Logan merasa khawatir tentang dia dan akan berpengaruh buruk kepada Maxwell Corporation. Di umurnya yang hampir menginjak 22 tahun, gadis itu sudah tamat kuliah jurusan ilmu psikologi. Alih-alih membuka praktik sesuai dengan keahliannya, ia justru meminta kakaknya untuk mendirikan sebuah panti asuhan sebagai hadiah di umurnya yang ke 21 tahun. Setiap hari kegiatan Amora adalah pergi ke panti asuhan miliknya dan bermain dengan anak anak yang nasibnya juga kurang beruntung seperti dirinya. Dia memang seorang gadis berhati malaikat.
"Kau bisa berangkat ke kantormu, kau tidak harus mengantarku setiap hari untuk pergi ke panti, bukan?" Amora yang melihat kakak lelakinya hanya diam saja sambil menatap dirinya pun menghembuskan napas perlahan.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkanku, Logan. Aku akan baik baik saja bersama Jack, kau percaya dengannya bukan?"
"Tentu saja aku percaya dengan Jack, tetapi aku meragukanmu" ucap Logan menatap mata adiknya menyelidik.
"Aku berjanji akan baik baik saja, jika aku berbuat sesuatu yang menyusahkan dirimu, aku akan menuruti segala kemauanmu" jawab Amora mencoba meyakinkan kakaknya yang sangat protektif terhadap dirinya.
"Baiklah, kupegang janjimu" Amora langsung menatap jengah kakak semata wayangnya itu.
"Ya, baiklah. Terserah kau saja. Sekarang cepat pergi ke kantormu yang membosankan itu. Jangan sampai rekanmu itu mengeluh karena menunggu terlalu lama"
"Baiklah, ingat janjimu. Nanti sore aku akan menjemputmu dan aku tidak mau kau terluka sedikit pun. Aku berangkat sekarang" setelah itu, Logan bangkit menuju Amora dan mencium kening adiknya dengan sayang.
YOU ARE READING
Untitled
RomancePada akhirnya, yang kau butuhkan adalah dia yang selalu berada di sisimu, bahkan di saat terburuk sekalipun.
