"Kamu kapan mau berubah, hah?! Aku capek sama sifat kamu."
"Berani kamu, ya? Kalo ngomong sama suami yang lembut! Gak takut dosa kamu?!"
"Mau lembut, mau kasar, tetep aja kan omonganku masuk kuping kanan, keluar kuping kiri. Gak pernah kamu denger."
Reshel yang berada di kamarnya menangis dan menutup rapat-rapat telinganya dengan bantal. Orang tuanya bertengkar lagi. Ia selalu berdebar pada saat seperti ini. Reshel menangis, merasa sepi. Tidak ada tempat untuknya menangis bersama.
Reshel lalu duduk, menatap kosong ke arah dinding. Apa lebih baik jika ia meninggalkan dunia ini?
•••••
Baru prolog doang hhehe
ВЫ ЧИТАЕТЕ
Gone
Подростковая литератураBroken home and broken heart, adalah kalimat yang cocok untuk menggambarkan Reshel.
