"Siswa -siswi yang kami banggakan, sebagaimana kalian ketahui hari ini adalah hari penentuan kalian sebagai siswa kelas tiga. Hari ini akan menjadi awal langkah baru kalian. Saya selaku kepala sekolah SMA Negeri 5 Banda Aceh, memahami betul perjuangan kalian selama tiga tahun di sini. Dan hari ini saya sangat bangga terhadap kalian semua karena telah mencapai hasil yang sangat memuaskan. Dengan mengucapkan Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah, semua siswa SMA ini dinyatakan lulus seratus persen. Selamat atas capainnya." Ujar Kepala Sekolah SMA negeri 5 Banda Aceh tersebut.
Sontak semua siswa larut dalam kesenangan. Ada yang saling memeluk, menangis, bersorak sorai hingga sujud syukur kepada Tuhan. Beberapa siswa datang dan menyalami guru-guru mereka sebagai bentuk terima kasih mereka kepada para guru yang telah dengan sabar menghadapi segala tingkah laku mereka selama tiga tahun.
Beberapa dari tenaga pengajar tak sanggup menyembunyikan haru, terlepas begitu saja luapan tangisan mereka.
"Selamat ya nak. Lanjutkan cita-citamu. Jangan berhenti sampai di sini saja." Kata seorang guru kepada salah satu siswa.
Di balik larutan bahagia itu, Awsya sibuk dengan ponselnya. Jemarinya terus menerus mencari kontak mamanya. Tak sabar ingin segera mengabarkan kepada orang tuanya bahwa kini ia sudah resmi lulus sebagai siswa.
"Assalamu'alaikum, maa... Awsya lulus. Awsya lulus maa..." Ujarnya.
"Alhamdulillah ya Allah. Selamat ya, nak." Jawab mama Awsya melalui handphone.
Setelah berbincang sejenak dengan mamanya melalui hp, Awsya buru-buru menyalami gurunya satu persatu. Tak lupa pula ia memeluk hangat sahabat-sahabatnya.
"Awsyaa... kita lulus..." Ujar Rani.
"Iya... selamat untuk kita ya." Balas Awsya.
Tak lama setelah itu, Awsya pun kembali ke rumah dan langsung menemui keluarganya. Ini adalah kebahagiaan yang mungkin sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Mungkin, hanya mampu digambarkan dari senyuman saja.
***
Beberapa bulan setelah pengumuman kelulusan, Furqan masih saja sibuk kembali ke sekolah. Tentu setelah kelulusan, ada banyak yang harus diselesaikan lagi terutama bagi mereka yang hendak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Furqan baru saja dinyatakan lulus di Universitas Syiah Kuala, salah satu universitas tertua di Aceh dan juga kampus terfavorit bersama dengan UIN Ar-Raniry.
"Hei Furqan, sedang apa di sini?" Tanya Awsya yang tiba-tiba hadir di hadapannya.
"SKHU, biasa, kan perlu untuk pengurusan di kampus." Sahut Furqan.
"Oh iya, kamu tes di mana?" Tanya lagi Awsya.
"Aku Alhamdulillah sudah lulus di FKIP, Sya." Jawab lelaki itu.
"Oh ya? Cepat ya. Kapan ujiannya?"
"Aku tidak ujian. Aku ikut jalur undangan, mungkin kebetulan aja aku lulus, ha ha ha."
"Oh begitu ya."
"Kamu sendiri Sya?" Tanya Furqan balik.
"Aku masih menunggu jadwal ujian. Semoga saja lulus."
"Iya semoga. Kamu lanjut di mana?"
"Kedokteran..." Jawab Awsya tertawa.
"Wow, hebat. Semoga sukses ya."
ВЫ ЧИТАЕТЕ
Mengetuk Pintu Langit
Художественная прозаAwsya sudah berusaha semampunya untuk dapat kuliah di Universitas Syiah Kuala. Namun perjuangannya sama sekali tidak berjalan mulus. Ia harus rela melihat teman-temannya melangkah menjauhinya saat mereka berhasil kuliah di tempat impian mereka. Seda...
