; The Romeo

22 1 2
                                        

"tak perlu dipaksa kemana cinta akan berlabuh, karena dia punya radar yang akan membawanya ke hati yang tepat"

Happy reading^^
.

dinding pa dinding oi dinding pa dinding

'udah pagi lagi?' batin kenath

Duduk di ujung kasur, Kenath menyipitkan matanya terterpa cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah gorden yang tidak tertutup rapat.

Ah, pekerjaan rumahnya belum siap, lagi...

Seperti pagi-pagi biasanya, setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dan membersihkah badannya, dia melangkah menuju ruang makan yang sudah terisi oleh keluarga kecilnya.

"Bunda, aku makan di sekolah saja yah. Mau ulangan, jadi harus cepat kesekolahnya" ucap Kenath tanpa berbasa basi.

"iya deh, biasanya juga begitu kamu" balas sang Bunda sambil mengolesi selai kacang pada roti sang papa.

"sok-sokan si Koko bund, bilangnya mah mau sekolah endingnya cuman di gudang goda-godain cewek.cih" ledek adik perempuannya, lili.

"pa banget lo" sengit Kenath sinis.

"wlek" dan lagi-lagi berakhir dengan juluran lidah sang adik.

Tidak mengambil pusing dengan ejekan adiknya, Kenath melangkah menuju garasi untuk mengambil Honda RC213V-Snya dan meluncur dijalan menuju sekolahnya.

«««

"cewe-cewe ini lagi" ucap Kenath saat tiba di parkiran sekolah

Disinilah dia, di sekolah terbesar se-Indonesia 'Roleplayer Shool'. Bukan mudah baginya untuk bersekolah di sini, dia harus selalu berlari dari kejaran penggemarnya, tidak menggunakan kekuatan seorang pria sangat sulit bukan jika dihadapkan oleh wanita-wanita genit ini.

Tapi, dia tetap pria yang memiliki dambaan hati di sekolah ini 'The Queen of School' atau Viena namanya. Sulit untuk mendapatkan Viena jika masih banyak wanita yang menguntit kehidupannya.

Eum, tapi jangan lupakan 2 orang sahabat yang juga sangat menyukai Kenath, Lola dan Cila. Mereka benar-benar seorang penggemar yang gila. Bahkan mereka tidak saling bicara jika sudah menyangkutpautkan Kenath. Mereka adik tingkat Kenath yang bersahabat dekat dengan adikknya, Lili. Mereka bertiga dikenal dengan sebutan '03L', mereka benar-benar gadis yang nakal dengan muka polos.

"kak Kenathh" panggil salah satu siswi dengan suara menggoda

Kenath memang bukan pria polos yang akan menolak wanita dengan suara seseksi itu, pikiran liar mulai merasuki pikirannya, tapi segera dia buyarkan karena teringat akan ada ujian menantinya. Dia hanya membalas adik tingkatnya itu dengan senyum kecilnya

Hell, senyum sekecil itu membuat semua penggemarnya hampir mati, teriakan mereka benar-benar bisa membuat tuli satu sekolah. Untungnya anak sekolahan disana selalu memakai airpod untuk menetralkan suara nyaring penggemar Kenath. Bahkan penggunaan airpod menjadi peraturan resmi selama Kenath masih bersekolah disini.

Kenath berlari secepat mungkin untuk sampai di kelas, tapi..

'bugh' ada perempuan yang tidak sengaja menabrak dadanya saat ia tengah berlari

"aduh, sakit" ucap wanita itu terduduk dilantai

Kenath yang tidak ambil pusing dengan itu langsung berlari menuju kelasnya.

"itu kak Kenath?" tanya perempuan itu pada dirinya sendiri melihat kepergian Kenath dengan mata berbinar

Kenath berlari sambil mengisyaratkan tanda oke dengan tangannya.

"yeah, I'm fine" teriak perempuan itu setelah sadar akan isyarat dari Kenath. Kenath yang merasa sudah mendapatkan jawabannya itu hanya mengangguk mantap sambil terus berlari.

'baiknyaa' batin perempuan itu, Lola.

to be continued>>

Pppp! jan forget vomentnya kaka, icikiwir !

HEHEW BALIK NULIS LAGI AHH, LAGI BANYAK IDE;V

UMU UMU VOTE AND COMMENT UNTUK SELALU MENDUKUNG AUTHOR-NIM YAHH

*apa susah nya sih mendukung para author dengan menekan tombol 'star' yakan

; Our RomeoWhere stories live. Discover now