1

446 30 4
                                        

"sasuke-kun ini ambil lah" aku berlari dari rumahku untuk bertemu dengan kekasihku sekaligus sahabat ku sambil memegang benda yang sangat penting bagiku, aku dan sasuke-kun memang sudah berjanji untuk bertemu di danau buatan di dekat panti asuhan.

" Apa ini " sambil menaikan sebelah alisnya pertanda binggung sasuke pun melihatku sesekali melirik benda yang ada di tangan nya.

" Ini tabungan ku, aku memberikannya untuk mu ambil lah sasuke-kun aku berfikir kau lebih membutuhkannya" ucapku sambil tersenyum tidak lupa ku perlihatkan gigi putih ku pertanda aku baik-baik saja.

" Aku menolak nya" ucapnya sambil memberikan celengan yang  berbentuk babi kepadaku.

" Eh... Kenapa? Apa masih kurang ya sasuke-kun" jawabku polos sambil melihat celengan babiku yang sudah berada di tanganku.

" Hinata, aku tau kau sangat mecintaiku serta perhatian padaku, namun bukan begini yang aku inginkan dan aku tidak ingin menjadi lelaki brengsek yang ingin memanfaatkan mu. Aku tau benda itu sangat berarti untuk mu, bahkan kau sudah bersusah payah bekerja dan menabung. Kau sudah banyak berkorban untukku untuk kali ini aku tidak bisa menerimanya lagi.

" Aku sudah katakan dari tadi aku tidak membutuhkan tabungan ini tapi sasuke-kun lah yang lebih membutuhkannya sekarang, bukannya sasuke-kun ingin bekerja di tempat yang bagus dan memiliki uang yang banyak sasuke-kun jangan lupa impian mu untuk menjadi orang yang sukses dan kaya, maka wujudkan lah itu" ucapku sambil meyakinkan Sasuke agar menerima celengan ku walaupun aku tidak tau berapa uang yang ada di dalamnya, namun aku yakin ini cukup untuk nya mencari pekerjaan di tempat  yang di impikan.
nya.

" Hm baiklah aku terima, dan aku berjanji setelah aku punya banyak uang aku akan melamarmu Hinata" mendengar ucapannya membuat pipiku memerah karena malu.

Aku dan sasuke-kun merupakan sepasang kekasih awalnya aku dan dia berjumpa karena rumah kami berdekatan atau bertetanggaan, kami berasal dari panti asuhan yang sama di Konoha bahkan kami tidak tau siapa kedua orang tua kami. Tepat di usia ku 10 tahun aku di adopsi oleh nenek chiyo yang berhati malaikat, nenek chiyo tinggal sendiri tidak ada sanak saudara akhirnya dia mengadopsiku bahkan dirinya sangat sayang kepadaku Seperi cucu nya sendiri.

Aku dan Sasuke-kun bersekolah di tempat yang sama kami selalu pergi bersama makan bersama main bersama dan pulang sekolahpun bersama- sama. Bahkan ketika di senior sasuke-kun menyatakan perasaannya kepadaku, aku sangat senang dan bahagia apalagi Sasuke sekarang menjadi tetangga ku, disebabkan nenek chiyo meminta Sasuke untuk menempati rumah kosong miliknya, walaupun kecil tetapi rumah itu cocok untuk sasuke-kun tinggal mengingat sasuke-kun hanya sendiri.

Aku ingat sasuke-kun selalu berkata setelah lulus sekolah sasuke-kun ingin kuliah dan bekerja di tempat perusahaan yang hebat dan terkenal, sasuke-kun ingin menjadi orang kaya dan punya banyak uang, aku sebagai kekasihnya selalu menyemangatinya. Walaupun sebenarnya aku sedikit takut apa nanti sasuke-kun akan melupakan ku bahkan meninggalkanku. Hampir setiap hari aku bertanya apa yang ada di dalam fikiran ku, terapi jawaban sasuke-kun tetap sama.

" aku tidak akan pernah  meninggalkanmu ataupun melupakan mu hime " mendengar itu aku menjadi lega walaupun masih ada rasa takut dihati ku.

Sudah satu tahun meninggalnya nenek chiyo aku benar-benar sendiri untungnya sasuke-kun masih ada di sisi ku walaupun aku tau sasuke-kun sangat lelah dan sibuk mengurusi kuliahnya, sedangkan aku tidak memilih kuliah seperti sasuke-kun, aku bekerja sebagai pelayan cafe karena menurut ku gaji lumayan besar walaupun sedikit lelah, dengan gaji itu lebih dari cukup  untuk diriku dan membantu kuliah sasuke-kun, karena aku juga membantu membayar uang kuliah sasuke-kun. Sedangkan sisanya aku tabung bila ada yang mendesak suatu hari nanti.

Tidak terasa sudah empat tahun lebih dan sasuke-kun pun sudah lulus bahkan sasuke-kun menjadi mahasiswa terbaik di universitasnya dengan kelulusan terbaik. Aku sangat senang mendengar itu bahkan aku pun dapat melihat kebahagiaan dari wajah sasuke-kun ku yang selama ini telah menemaniku.

Akhirnya hari itu pun terjadi sasuke-kun mengajakku untuk bertemu di danau tepat kami biasa bertemu aku tau sasuke-kun akan pergi untuk melamar pekerjaan di tempat yang di impikannya, aku pun berlari dan menyerahkan semua tabunganku yang sudah terkumpul dari hasil keringatku selama ini yang ku simpan di dalam celengan babi ku, aku tidak menyesal memberikan seluruh tabunganku asalkan demi sasuke-kun. Toh nanti pun kami akan menikah setelah Sasuke-kun banyak uang.

Sudah hampir satu tahun lebih sasuke-kun tidak memberiku kabar, seingatku tiga bulan pertama sasuke-kun selalu memberiku kabar melalui surat yang dia kirimkan. Maklum aku tidak bisa membeli ponsel karena selama ini uang gaji ku aku berikan untuk membantu kuliah sasuke-kun, selebihnya aku tabung dan untuk makan, jadi hanya melalui surat kami berbicara. Bahkan surat ku pun tidak di balas oleh sasuke-kun.

Aku putuskan akan menemui Sasuke-kun sebelumnya aku meminta izin kepada lee-kun, dia pemilik cafe tempat ku bekerja. Setelah melewati tiga jam perjalanan, akhirnya aku sampai di Uchiha corp, aku tau alamat ini dari surat sasuke-kun pada awal sasuke-kun mengirim surat kepada ku. Setelah sampai di sana aku sangat takjup karena tempat Sasuke-kun bekerja sangat besar bahkan gedungnya sangat tinggi hingga aku melupakan tujuan utama ku kemari sampai akhirnya security menayaiku untuk keperluanku.

Akhirnya security menyuruh ku masuk walaupun tatapan nya kepadaku sangat mengintimidasi menurutku, mungkin karena penampilanku yang sangat miskin dan kampungan, sejujurnya aku tidak mempunyai banyak baju yang bagus dan mahal karena menurutku uang itu harus di keluarkan untuk hal yang penting seperti makan, karena aku memang gadis miskin. Apalagi saat aku mengatakan ingin bertemu dengan sasuke-kun security itu Seperi  melihatku sebagai pencuri, aahhhh aku tidak peduli dan akhirnya aku pun melangkah masuk.

Aku tidak suka melihat orang kaya memandang orang miskin dengan sebelah mata apalagi mereka menggosip di belakang nya, seperti yang terjadi padaku, seluruh orang di sini melihat ku dengan jelas jijik seolah aku virus mematikan apalagi mereka membicarakan ku secara berbisik ketika aku menanyakan sasuke-kun. Sampai akhirnya aku bertemu dengannya ketika sasuke-kun melangkah keluar sepertinya sasuke-kun tidak mengetahui keberadaan ku.

Aku sangat senang melihat sasuke-kun memakai pakaian yang bagus seperti orang-orang kaya, bahkan semua orang menunduk hormat kepada Sasuke-kun ketika berjalan, tapi tunggu siapa wanita yang ada di samping sasuke-kun? Bahkan dengan beraninya mengelantungan manja di lengan kirinya bahkan aku sebagai kekasih  sasuke-kun saja tidak pernah melakukannya bahkan berciuman saja kami tidak pernah.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk memanggil sasuke-kun sekaligus penasaran dengan wanita di sampingnya bahkan perasaan ku sudah tidak karuan, dadaku sesak, Hati ku sakit melihat kebersamaan mereka. Ku buang jauh-jauh fikiran jahatku kepada mereka aku hanya mencoba berfikir positif thinking.

" Sasuke-kun" teriakku sambil berlari kecil menuju kearahnya, aku melihat sasuke-kun sedikit terkejut melihatku selang beberapa detik tidak ada suara yang keluar dari kami, sampai akhirnya aku bertanya siapa wanita yang ada di samping sasuke-kun. Sasuke-kun diam tidak ada suara yang keluar darinya hanya wanita di sampingnya yang bersuara dan menjawab pertanyaan ku.

" Aku sakura haruno tunangan sasuke-kun, dan dua bulan lagi kami akan menikah" mendengar itu aku hanya diam mematung, air mataku tidak bisa keluar bahkan kakiku pun seperti jeli tidak bisa aku gerakan, mulutku hanya diam, hati ku terasa sakit. Sampai tanpa aku sadari mereka pergi meninggalkan ku berdiri seperti patung, menjadikan aku sebagai bahan gosip dari mulut-mulut orang kaya itu yang sedari tadi melihat kearah ku. Hingga aku kembali pulang ke desaku dengan patah hati dan akhir cerita cerita cintaku yang menyedihkan.

" Selamat tinggal Sasuke-kun, selamat akhirnya cita-cita mu menjadi orang kaya dan bekerja di perusahaan terkenal tercapai, dan selamat untuk pertunangan mu bahkan pernikahanmu nanti" ucapku dalam hati.

-SELESAI-



HATIHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora