Aku adalah kemungkinan buruk dari ekspektasi,menginginkan semuanya berjalan sempurna namun kemudian disadarkan oleh kenyataan yang tak terduga.
Aku adalah rasa percaya yang dipatahkan kecewa,kemudian menutup hati untuk siapa saja.
Aku menginginkan mu sedari dulu
Namun rasaku bukan tentang mu,tapi kenangan bahagia yang disematkan oleh pura-pura, kenyataan pahit yang harus aku makan sendiri dan kamu tau ulah mereka apa? Mereka tidak menyediakan minum untukku, membiarkanku tersedak masa lalu,masa dimana aku memberikan semua rasa,bertarung sendirian melawan perasaan tidak nyaman demi kasih sayang,mereka tidak peduli, pergi dariku meninggalkan semuanya, kecewa akan aku dan bersikap seolah mereka yang paling tersakiti.
Sekarang kamu!
Aku tahu,kamu melebarkan senyum setiap hari untukku!
Menghibur,mengembalikan mood yang selalu berantakan,selalu mengerti akan ego dan semua sifat buruk ku.
Aku juga sangat sadar bahwa kamu adalah cerminan aku yang dulu akan tetapi aku enggan terluka lagi,aku takut kamu seperti mereka,aku takut! Tidak ingin lagi dan tidak mau mengulanginya lagi.
Mungkin aku juga harus segera sadar akan mimpiku. Tentang seorang pria yang membawaku ke hidupnya yang dimana ia membersihkan tangannya terlebih dulu sebelum menggenggam tanganku, membuatku nyaman disampingnya setiap waktu, membawakan selembar kertas berisikan puisi yang ia tulis sendiri dengan sebuah pensil kecil setinggi kelingkingku, membacakannya dan diakhiri dengan sebuah kecupan manis pada kening ku, seraya ia berucap "Aku sayang kamu"
Angannya mungkin seperti itu,tumbuh dewasa memang menyebalkan tapi semoga saja tidak semuanya membosankan.
Kalian bebas Memberi vote, komen, kritik, dan saran:)
Happy reading
Jangan lupa makan, kalo gak makan nanti kalian sakit!
Kalo kalian sakit yang nyakitin doi siapa:(
YOU ARE READING
Love Life "Dewasa yang menyebalkan"
Teen FictionApa yang lebih menyakitkan daripada hati yang dibohongi perasaan sendiri? Harus bertarung sendirian melawan luka, menyayangi seseorang yang salah demi cinta? Tidak munafik, aku memang merasakan bahagia terlebih dulu! Tapi, apakah tumbuh dewasa semen...
