Part I

112 8 4
                                        

Kisah Kecilku di Bekasi dan Bakat yang temurun

Aku Aang, aku lahir di Sukabumi. Orang tuaku pindah ke rumah yang mereka bangun setelah kelahiran ku.

Rumah ku, yang baru dibangun, terletak di Bekasi bagian selatan dan memiliki 3 lantai, meskipun baru 75% selesai dibangun. Saat ini aku berumur 18 tahun.

Disini aku mau berbagi kisah yang berbau mistis dari aku kecil sampai sekarang ini. Contohnya sekarang aku lagi ngetik cerita ini aja aku udah mulai digangguin.

Nah sebelum masuk cerita aku mau bertanya nih, pernahkah kalian mendengar istilah 'Anak kecil bisa lihat hantu?'

Istilah itu benar adanya lho, karena aku sendiri yang mengalaminnya. Kakekku yang merupakan ayah dari papaku adalah seorang seniman yang sudah sangat terkenal ditempatnya kala itu, bukan hanya bakat seni saja yang diwariskan melainkan juga bakat mistis.

Dan lagi kakekku ini merupakan pengerajin wayang kulit yang sudah sangat lama membuat berbagai macam karakter wayang. Dalam pembuatan wayang kakek melakukan banyak sekali ritual mulai dari proses pemilihan bahan hingga finishing produk. Didalam ritual-ritual yang dilakukan kadang kakek sering berinteraksi dengan makhluk astral, dan mendapat gangguan dari sosok jahat juga. Karena bukan wayang sembarangan yang dibuat oleh kakekku.

Seperti kataku diatas ketika umur empat tahun aku mulai memiliki bakat melihat hal ghaib. Sekolah Tk, dan tempat biasa ku bermain bersebelahan langsung dengan kuburan jadi mau tidak mau aku sering melihatnya. Dikala langit senja, sampai menjadi gelap aku sering melihat sosok hitam yang selalu mengunjungi kamarku tiap malam dan selalu mengelilingi rumahku.

Aku yang saat itu berumur empat tahun sangat takut dengan sosok itu, karena gerak- gerik makhluk itu sangat mengerikan, mulai dari memperhatikanku setiap malam, merangkak dilorong ruangan dan sering sekali muncul dan hilang tiba-tiba.

Di suatu malam yang dingin diselimuti turunnya hujan yang sangat deras di sertai kilat petir dan langit bergemuruh hebat.

Aku, Mama dan Papa asyik menonton tv di ruang tengah, tapi karena aku sedikit lapar maka aku memutuskan untuk mengambil beberapa cemilan dan minuman di dapur.

"Mau kemana Ang ?" tanya Mama

"Ke dapur, ambil cemilan sama minum"

"Mau papa temenin gak nih?"

"Enggak usah pa, lagian Aang juga bisa kok sendiri"sambil berjalan menuju dapur.

"Ya udah, hati-hati"

Sesaat sebelum memasuki dapur tiba-tiba hawa pun berubah drastis menjadi dingin mencekam, karena lapar ku kumpulkan keberanianku lalu masuk dapur dan membuka lemari makan mengambil cemilan dan minuman di kulkas.

Namun begitu aku memutar badanku muncullah sesosok makhluk hitam sontak membuatku berteriak dan menjatuhkan minuman yang kupegang.

"AHHHHHH"

Teriakanku terdengar oleh papa dan mama, mereka berdua berlari ke arahku sambil memanggil nama ku.

Bersamaan dengan itu terlihat sosok hitam itupun panik lalu menyeretku ke sudut ruangan dengan menbekapku sambil membisikkan kata-kata seram dan berusaha merasukiku.

Aku berusaha keras melawan namun itu semua sia-sia, aku kewalahan dan akhirnya kerasukan. Aku merasa tubuhku mulai kaku, pengelihatanku mulai kabur, dan merasa seperti orang yang tenggelam.

Kata-kata yang di bisikan sosok itu terngiang-ngiang dikepalaku.

"MENYERAHLAH... BIARKAN AKU MERASUKIMU... BERIKAN RAGAMU!"

Sambil berlari papa kemudian berhenti dan berkata pada mama.

"Cepatlah bacakan ayat suci al-qur'an,papa merasakan ada energi jahat berada dengan anak kita. Aku akan memaggil Uztadz Fulan."

Dengan sigap mama masuk dapur sambil membacakan ayat suci yang membuat sosok itu hanya bisa merasuki sebagian tubuhku.

Dan akupun berhasil mendapatkan setengah kesadaranku dan membantu mama membacakan ayat suci walau terbata-bata.

tak selang beberapa menit papa datang bersama uztadz dan berhasil mengeluarkan sepenuhnya sosok itu dari tubuhku.

"AHGRHHG"

Makhluk itu mengerang, saat dikeluarkan paksa dari tubuhku, asap hitam keluar dari tubuhku.

AVFTISOTETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang