1. Can I Reply?

67 9 5
                                        

"seperti cat air yang menyebar diatas air, dengan perlahan dan elegan, kamu merubah warna hatiku, dengan warna mu"

-nadia

.................................................................................

@nayanaaosh

(can i reply?)


Aku terdiam duduk diatas tempat tidurku, diam dan tidak melakukan hal apapun sejak 2 jam berlalu. Melipatkan kaki sembari mendengarkan beberapa lagu dari sebuah handphone berwarna hitam dnegan volume yang cukup keras.

Hujan diluar telah mengguyur dengan deras, inilah sebabnya mengapa aku memutar lagu tersebut dengan volume yang tinggi hingga membuat suara hujan yang berisik itu tersamarkan.

Hanya sedikit..

나의 모든 마음 주고 싶어
나의 곁에 그대 영원토록 있는다면

(aku ingin memberikan semua hatiku untukmu, jika kau bisa tinggal di sisiku selamanya)

Sebuah ost drama dari korea selatan.

.....

Sembari mendengarkan lagu itu dengan baik, mata ku menatap sebuah note yang tersusun rapi diantara puluhan novel lainnya.

Aku tersenyum sambil berjalan menuju letak buku tersebut dan membawanyakembali keatas tempat tidur.

Buku yang tidak begitu tebal itu merupakan satu-satunya buku yang sering sekali kubaca, buku catatan kenangan namun bukan dairy. Buku dengan judul "DEAR KAK ERZA, YOU" yang dipertengahan isinya telah berganti tokoh utama, yang setiap hari kutuliskan disela sela kesibukan.

Buku sejak semester 1, yang  kutulis sendiri dengan pulpen berwarna warni dan stiker yang menjadikannya menarik dan tidak membosankan sekalipun aku membaca ulang hingga ratusan kali.

Aku terus tersenyum membaca nya,terutama pada  bagian tengah dengan serius.

Aku menyesal mengapa tidak lebih awal memilihnya untuk kusukai dengan serius.

buku yang selalu menjadi alasan untuk senyum itu. Membuka halaman demi halamannya tetap saja menarik meski telah kubaca beratus kali.

Kisah seorang laki-laki yang awalnya sangat kukeluhkan kehadirannya,

namun berhasil menggeserkan tempat seseorang yang ingin kusukai.


~~~~~~~


@NayanaOsh

(I, You and He)

Akan ku ceritakan sedikit, siapakah aku sebenarnya, kamu yang kutulis hingga akhir catatan dan dia yang telah tergeser.

Meskipun menyakitkan~~

.............................

"nadia, aku sudah mendapatkan informasi tentang pendaftaran BEM"

Aku tersenyum, kemudia dengan semangat melihat kearah ponsel  yang dipegang oleh wulan. Dia sahabat ku semenjak kami ada disekolah menengah pertama

"aku akan mendaftar"

Sahut ku dengan antusias dan kembali keposisi ku semula, dan mencoba membuka pendaftaran secara online itu melalui handphone ku sendiri

Nama    : Nadia
fakultas               : psikologi
prodi     : s1-psikologi
usia        : 17 tahun
alamat : jl.bersamamu
alasan mengikuti bem: ...............

Dear YouWhere stories live. Discover now