Candu Terbaik Yang Pernah Ada

9 2 0
                                        

Aku akan memulai bercerita. Kali ini mengenai hal-hal di masa laluku terlebih dahulu. Aku ingin mengenangnya, tapi mulai darimana ya. Tadinya ingin mengenang masa-masa bersekolahku di TK, tapi sepertinya aku sudah tidak begitu baik dalam mengingatnya, jadi mari kita lewati dan anggap saja kehidupan TK yang kualami penuh dengan keceriaan, hehe. Sempat ingin lompat ke masa SMP saja langsung, karena disana begitu menyenangkan. Tapi aku jadi tiba-tiba teringat beberapa momen semasa SD, ah ya, aku pilih ini saja terlebih dahulu, aku akan mencoba me-retell nya. Kunamai tulisan ini dengan judul "Candu Terbaik Yang Pernah Ada". Nah kan, penasaran sama candunya? Gausah lama-lama lagi lah ya, here we go..

Candu terbaik itu adalah sepak bola. Mengenai sepak bola, sebenarnya aku ingin menceritakannya secara khusus, ditulisanku yang lain, jadi disini aku tidak akan membahas secara dalam mengenai sepak bolanya, tapi lebih ke bagaimana sepakbola mengisi cerita masa SDku, itu saja. Nah, masa SD itu memang identik dengan bermain. Sepak bola adalah permainan terbaik bagiku, meskipun aku juga kerap bermain permainan yang lainnya seperti ucing jidar, polisi penjahat, bola kaki, patepak kartu, hingga pepeletokan, tapi sepak bola tetap jadi pilihan utama. Saking sukanya, sepakbola tuh jadi udah kaya obat gitu loh yang dikonsumsi 3x1. Bahkan aku sengaja suka nyubuh kalo berangkat dari rumah, biar pas begitu sampai di sekolah suasana masih sepi dan bisa bermain bola dulu sebelum masuk kelas, (biasanya udah janjian sama temen-temen yang lainnya juga jadi cukup buat dibagi 2 tim) dan resikonya, begitu masuk kelas, keringetan dong wqwqqq. Tapi kita enjoy saja, guru kami pun seakan sudah memakluminya karena kami memang susah untuk dilarang, hehe. Kemudian lanjut diwaktu istirahat sekolah, lumayan ada waktu sekitar satu jam, aku bermain sepak bola lagi. Trus gimana dong jajan nya? Tenang, soalnya kan udah nitip ke temen yang kayanya lebih cocok buat disebut anak buah deh wqwqqq. Dia yang selalu nurut-nurut aja buat disuruh beli ini itu kesana sini, kadang suka kasihan juga lama-lama😔, tapi da kumaha atuh, butuh hahaha. Jangan ditiru guys😂. Lalu terakhir, sepulang sekolah, aku bermain sepak bola lagiii. Biasanya kalo sepulang sekolah itu tanding sama anak sekolah lain, atau dari anak sekolahan agama, kebetulan sekolahku, ehh tempat bersekolahku maksudnya, punya lapangan luas yang cocok untuk selalu dijadikan tempat bermain sepak bola.

Oh ya, di lapangan juga ada aturan hukum alamiah yang berlaku. Siapa yang lebih tinggi tingkatan kelasnya, maka dia yang berkuasa diatas lapangan. Mau tidak mau, aku pun mengikuti aturan tersebut. Pada kurun waktu kelas 1-3 SD, saat itu lokasi kelasnya masih di dekat asrama putri, dan masih ada 3 lapangan kecil yang bisa dimanfaatkan jika lapangan utama yang luas dan berbatu kerikil sedang dipakai. Sialnya, saat aku tengah asyik bermain disana, kemudian datang kakak kelas, maka dengan secara terpaksa aku dan teman-teman harus angkat kaki, dan berpindah ke salah satu dari 3 lapangan kecil yang tersedia. Mungkin itu satu-satunya momen menyedihkan nan menjengkelkanku selama menjadi adik kelas. Hiks😢

Setelah aku naik ke kelas 4, lokasi kelasku dipindahkan ke lokasi yang sekarang menjadi sekolah utama, alhamdulillah disana juga terdapat lapangan, meski tidak seluas lapangan di lokasi sekolahku yang dulu, dan terhalang pohon-pohon yang tumbuh, juga tempat duduk dibawahnya untuk beristirahat sekaligus berteduh. Nah, pada saat-saat inilah aku dan teman-temanku mulai berani untuk melawan kakak kelas, dengan cara mengajak mereka bertanding, meskipun tetap saja kami lebih sering kalahnya, tapi kami pantang menyerah. Aku yang mengcaptainkan diri, selalu berusaha mengajak teman-temanku agar semangat kembali, dan menjanjikan kemenangan di suatu hari nanti. Dengan latihan secara konsisten, bersama orang-orang yang sama setiap kalinya, akhirnya kami menjelma menjadi sebuah tim yang tangguh, aku berani berkata bahwa kami memiliki level yang setara dengan kakak kelas kala itu. Kemenangan yang aku janjikan pun akhirnya datang, bahkan tidak hanya sekali dua kali saja, tapi berkali-kali. Yeyyy!🔥

Ah, aku hampir lupa untuk memperkenalkan tokoh-tokoh dalam cerita ini. Let me introduce them. Kakak kelasku, mereka seperti Los Galacticosnya Real Madrid di sekolah ini. Eldi, Ende, Arjun, Zulfi, dan nama lainnya yang sudah tak kuingat lagi, mereka semua sulit dikalahkan jika tampil dalam performa terbaiknya. Sementara aku, bersama teman-temanku; Hasbi sebagai kiper utama, Luthfi, Rey, Arif, dan Rafi yang mengisi barisan pertahanan, Ihsan, Yusril, dan Ryan yang menjadi midfielder, lalu Aldi, yang membantu memanjakan duet lini depanku bersama Azmi. Mantap dengan formasi 4-3-1-2. Itu adalah dream team dari angkatanku, angkatan ke-8. Ditambah beberapa pemain cadangan seperti Puja, Ilyas, Fahmi, Dzikri, Ibnu, Benaldi, dan yang lainnya. Kemudian yang terakhir, yang menjadi anak buah kami, hahaha, kita panggilnya staff saja ya, biar lebih manusiawi. Dia bernama Faisal, biasa dipanggil Iyong, dan juga Fahmi Faisal, wqwqqq kebetulan namanya ada Faisalnya juga, dia akrab dengan sapaan Obama nya. Mereka lah yang senantiasa berdiri di samping lapangan dengan memegang cimol dan minuman dingin di tangan.

Itulah sedikit cerita mengenai masa kecilku di SD bersama sepak bola. Begitu menyenangkan rasanya jika membayangkan menjadi diriku yang dulu. Sepak bola benar-benar sudah menjadi hal yang tidak dapat terlepas dari keseharianku. Tiada hari tanpa sepak bola, ungkapan itu tepat sekali untukku. Jika saja sepak bola diibaratkan sebagai seorang perempuan, maka ia adalah cinta pertamaku, yang sekaligus menjadi cinta terbaikku, setidaknya dalam kurun waktu 6 tahun tersebut, haha. Oh ya kalo ngomongin cinta, masa SDku pun tidak luput loh dari yang namanya cinta, yang biasa orang sebut sebagai Cinta Monyet kalau untuk seusiaku. Hahaha ada-ada saja ya, pastinya penasaran dong? Tunggu saja di tulisanku yang berikutnya yaa!

Sekian untuk sepak bola yang penuh cerita. Teruntuk kamu, sepak bola, terima kasih karena telah mewarnai hari-hari kala itu, terima kasih karena telah membuatku suka bahkan hingga saat ini, dan terima kasih, karena telah menjadi candu terbaik yang pernah ada. I Love You Football!⚽❤

31 Mei 2020
Garut. 00:28

Yayımlanan bölümlerin sonuna geldiniz.

⏰ Son güncelleme: Jul 30, 2020 ⏰

Yeni bölümlerden haberdar olmak için bu hikayeyi Kütüphanenize ekleyin!

There Is No Day Without Playing FootballBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin