Di suatu sekolah SMA yang merupakan sekolah kebanggaan dan juga terfavorit bagi banyak orang. Sekolah itu memiliki potensi yang tinggi dalam hal extrakulikuler maupun dalam bidang akademik. Sekolah tersebut juga sering menjuarai olimpiade fisika. Extrakulikuler yang menjadi kebanggaan sekolah tersebut ialah Basket.
Di pagi itu terlihat seorang gadis cantik yang terlihat lugu dan polos sedang berjalan menuju sekolahnya. Ia merupakan salah satu murid SMA yang sangat cerdas dalam memahami ilmu fisika. Dan dia juga yang sering menjuarai olimpiade fisika tersebut. Gadis cantik itu bernama Laras.
Tak lama kemudian, datanglah Jeki sahabatnya Laras.
"Pagi Laras...sendirian saja, kok kamu nggak nungguin aku sih?" Tanya Jeki saat datang secara tiba-tiba dan berada tepat di samping Laras.
Karena terkejut akan kedatangan Jeki yang secara tiba-tiba, membuat Laras kembali menasehati Jeki dan bukan menjawab pertanyaan yang Jeki tanyakan saat menghampirinya barusan.
"Eh...kamu itu kalau datang jangan langsung ngomong gitu aja...ucapin salam dulu dong!" Ucap Laras sambil tersenyum tersipu malu melihat tingkah laku Jeki yang lucu.
"Oh iya...Assalamualaikum Laras!" Ucap Jeki sambil tersenyum melihat wajah Laras.
Sambil berjalan menuju sekolah, mereka berbincang-bincang entah membicarakan soal apa. Tak lama kemudian mereka sampai di sekolah dan belajar dengan penuh semangat.
Saat jam istirahat tiba...Laras segera merapikan meja belajarnya dan langsung keluar kelas untuk membaca buku fisika di perpustakaan. Setiap istirahat Laras Jarang sekali pergi ke kantin untuk makan bersama teman-temannya, ia lebih suka berada di perpustakaan dari pada di kantin.
Saat hendak berjalan menuju perpustakaan, tiba-tiba datanglah Chelsea beserta teman-temannya yang selalu usil dengan Laras. Laras mencoba untuk menghindari keusilan yang akan Chelsea dan teman-temannya lakukan namun, mereka mencegah Laras untuk pergi.
"Eee...mau kemana kamu hah?" Tanya Laras sambil menolak bahu Laras dengan kasar.
"Aku mau ke perpustakaan...permisi!" Ucap Laras ketakutan sambil menundukkan kepala.
"Eh...nggak bisa, urusan kita belum selesai jadi kamu belum boleh pergi!" Ucap Chelsea sambil melotot ke arah wajah Laras.
"Urusan apalagi Chel...?" Tanya Laras kebingungan.
"Kamu suka sama Rio...?" Tanya Chelsea sambil menatap wajah Laras dengan keseriusan.
" Nggak kok...aku sama Rio cuman sekedar teman biasa!" Jawab Laras singkat.
"Bohong...kemarin aku lihat kalian boncengan iya kan...!" Tanya Chelsea sambil berteriak.
"Itu cuman kebetulan karena hari sudah sore jadi...angkot udah nggak ada. Tiba-tiba saja Rio datang...!" Kata Laras menjelaskan agar tidak terjadi kesalah pahaman.
"Dasar cewek nggak tau malu...awas saja ya kamu masih deketin Rio, kamu bakalan berurusan sama aku, ngerti!" Ucap Chelsea sambil pergi dan menyenggol bahu Laras dengan keras.
Tiba-tiba Jeki datang bersama Wulan yang juga menjadi sahabat Laras.
"Kamu nggak diapa-apain kan sama Chelsea dan teman-temannya tadi...?" Tanya Wulan saat melihat wajah Laras yang ketakutan.
"Nggak kok...!" Jawab Laras singkat.
"Aku bawa kamu ke kelas ya...!" Ucap Jeki yang mengkhawatirkan keadaan Laras.
Namun, Laras menolak dan malah ingin pergi ke perpustakaan.
Pada saat pulang sekolah...Rio tiba-tiba datang menghampiri Laras yang sedang berdiri di depan gerbang sekolah sambil menunggu angkot untuk pulang kerumah. Kedatangan Rio ialah untuk mengajak Laras pulang bersamanya.
"Lagi nungguin angkot ya Laras...?" Tanya Rio.
"Iya nih...lama banget!" Jawab Laras sambil melihat ke arah kanan.
"Pulang sama aku saja yuk...?" Ajak Rio sambil tersenyum.
"Emm...nggak usah angkotnya juga udah ada kok, tuh...!" Jawab Laras sambil menunjuk angkot yang berjalan menghampirinya. "Aku duluan ya...Assalamualaikum!" Ucap Laras saat hendak memasuki angkot
"Waalaikumsalam...!" Jawab Rio sambil menghela nafas karena tidak bisa pulang bersama Laras.
Di rumah, Laras hanya tinggal bersama ibu dan adiknya yang bernama Mona. Ayahnya Laras sudah lama meninggal dunia sejak 10 tahun yang lalu akibat serangan jantung. Kini ibunyalah yang menjadi tulang punggung rumah tangga dengan berjualan Gado-Gado. Penghasilan dari berjualan terkadang tidaklah seberapa namun, ketentraman selalu menyelimuti keluarga kecil Laras.
Saat makan malam, ibunya Laras bertanya tentang keadaan Laras di sekolah.
"Bagaimana belajarmu di sekolah hari ini Mona?" Tanya Ibunya saat makan.
"Sangat menyenangkan Bu...teman-teman di sekolah ku sangat baik padaku...! Jawab Mona kegirangan
"Kalau kamu Laras...?" Tanya ibu
"Aku baik-baik saja kok Bu...teman-teman ku juga baik semua!" Jawab Laras sambil menyuap satu sendok nasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Judul Standar - Bully
Cerita PendekKisah yang menceritakan pembullyan namun berujung persahabatan.
