Part 1 : Intro

368 7 0
                                        

Namaku Sera. Sehari-hari aku bekerja sebagai dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Kenanga.

Setelah selesai melakukan operasi malam ini, aku menuju kursiku sambil membuka bungkus roti yang kubeli tadi sore. Aku merogoh kantong jas dokterku,kemudian mengecek pesan terbaru di handphoneku.

Tok. Tok.

"Masih belum ada balasan?"

Rayhan masuk ke dalam ruanganku sambil membawa plastik berisi 2 minuman. Aku menatapnya, menggeleng pelan, kemudian kembali fokus membalas chat yang masuk.

Rayhan adalah kepala bagian bedah anak di Rumah Sakit Kenanga ini. Ia adalah sahabatku sejak SMA. Orang tua kami sangat dekat, bahkan ibu Rayhan seringkali menjodohkannya denganku, namun kami berdua selalu menolak.

"Kopi. Caramel macchiato, less ice, as always" ujarnya sambil meletakkan satu cup kopi dimejaku.

"Thank you, as always" aku langsung meneguk kopi tersebut.

"Menu makan malam kita hari ini apa?" Aku meletakkan handphone di meja, melepas jas dokterku dan menggantungnya di tiang gantung, kemudian meregangkan kedua tanganku yang terasa pegal-pegal.

"Mereka bilang menunya nasi goreng kambing, lo mau?" Rayhan nembuka laci mejaku, mengambil 1 bungkus snack cokelat kesukaanku, lalu langsung membukanya tanpa persetujuanku, seolah-olah semua yang ada diruangan ini adalah miliknya.

"Pasti mau lah-- Jangan dihabisin!" Aku menyambar bungkus snack yang masih ada ditangan Rayhan.

"Dasar pelit!! Yaudah sana lo ganti baju dulu, gue tunggu diluar. Habis itu kita makan" Rayhan berjalan menuju pintu, sebelum akhirnya ia berbalik badan.

"Jangan lama-lama!"

Untuk ke-1000 kalinya ia mengucapkan kata-kata yang kudengar hampir setiap hari sejak 12 tahun yang lalu.

"Siap Rayhan Faisal!" dan untuk ke- 1000 kalinya juga aku menjawab hal yang sama hampir setiap harinya.

Setelah berganti baju, aku dan Rayhan pergi ke restoran yang telah disepakati.

"Betah banget lo di rumah sakit?! Kita udah kelaperan nih!" Amran membolak-balikkan buku menu di tangannya dengan cepat, kemudian memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan.

"Sori, tadi operasinya selesai lebih lama dari perkiraan gue" ujarku.

"Nasi goreng kambing 5 ya. Minumnya es jeruk 5" Amran mengabaikan jawabanku karena sedang fokus dengan buku menu di tangannya.

"1 gak pedes" ujar Kian tiba-tiba menimpali.

"Tambah capcay seafood 1" ujar Dirga yang langsung menunjuk capcay seafood, menu favoritnya.

"Es jeruknya 4, yang satu jeruk panas", Rayhan meralat pesanan Amran.

Aku langsung menimpali, "1 es jeruk less ice."

Pelayan restoran terlihat agak kebingungan,namun berusaha tetap tenang sambil kembali membacakan pesanan kami,kemudian pergi meninggalkan meja.

"Kenapa kalian minta tolong gue yang pesenin, kalo ujung-ujungnya pada pesen sendiri-sendiri?!" Amran menatap kami dengan ekspresi kesalnya yang khas.

Kami hanya tertawa kecil.

"Eh, jadi gimana Ser, udah ada balasan dari cowok lo?" Amran tiba-tiba membuka percakapan, memecah keheningan dari kami berlima yang sibuk dengan handphone masing-masing.

"Loh kenapa lagi si Sera?" Kian menatapku penuh tanya.

"Izza udah tiga hari gaada kabar" jawabku dengan agak malas.

Five DoctorsWhere stories live. Discover now