One

12 3 3
                                        

Sinar matahari menelusup ke jendela kamar. Seorang pria yang sedang tertidur merasa terganggu tidur nya akibat dari cahaya tersebut. Pria itu bernama Na Jaemin

"Enghhhh"

Jaemin melenguh lalu bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi jaemin sarapan bersama keluarganya

"Pagi ma, pa" sapa jaemin

"Pagi jaemin" jawab mama Na dengan senyuman manisnya

"Hmm" jawab Na Yunha papa jaemin

Mendengar jawaban dari sang papa hanya deheman jaemin memutar bola mata malas

"Jaemin mama mau ngomong" mama Na buka suara setelah beberapa menit hening

"Mau ngomong apa?" jawab jaemin dengan malas

"Nanti siang mama sama papa mau ke Korea, kayanya Mark sakit di sana jadi mama sama papa mau ngerawat dia" jelas mama Na

"Terserah, kalo perlu gausah balik lagi kesini" jawab jaemin

"Jaemin! Jaga ya ucapan kamu dia itu mama kamu!" bentak Na Yunha

Jaemin yang mendengar bentakkan dari papanya hanya memutar bola mata malas. Sementara mama Na mengelus bahu Yunha agar tenang

"Jaemin kok kamu jawab nya gitu sih?" tanya mama Na dengan nada selembut mungkin

"Karena mama sama papa cuma peduli sama Mark" jawab jaemin

"Sayang kita peduli kok sama kamu" ucap mama Na sembari mengelus tangan jaemin

"Kalo mama sama papa peduli sama aku mama sama papa ga akan ninggalin aku yang lagi sakit dan memilih pekerjaan kalian!" bentak jaemin sembari menghempaskan tangan mama Na yang sedari tadi mengelus tangannya

Mama Na yang mendengar ucapan jaemin hanya bisa mengeluarkan cairan bening dari matanya, karena hatinya merasa tercubit atas apa yang dikatakan anak semata wayangnya. Mama Na tidak menampik apa yang dikatakan jaemin karena itu benar adanya

"Jaemin!" bentak Na Yunha dengan nada yang tinggi

"Apa?! Papa mau marah?! Marah karena yang tadi jaemin bilang itu bener?!" bentak jaemin dengan nada yang tak kalah tinggi

Plakk

Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus jaemin dari Na Yunha

"Papa!" mama Na berteriak histeris melihat anaknya di tampar oleh suaminya sendiri

"Hahaha" Jaemin tertawa hambar dan menatap papanya dengan penuh kebencian

"Astaga seorang Na Yunha menampar anaknya sendiri hanya karena berbicara tentang kebenaran" ucap Jaemin dengan sinis

"Lama lama muak aku ngeliat wajah kalian" ucap jaemin dan meninggalkan rumah keluarga Na menuju sekolahannya

0o0

Setibanya disekolah jaemin berjalan menuju kelas. Sepanjang jalan banyak siswi yang menatap jaemin dengan tatapan memuja

Jaemin duduk di kursinya.

"Wehh napa jae kusut amat tuh muka" ucap Haechan

"Iya dah lo pagi pagi udah ditekuk aee dah tuh muka" timpal Jeno

Jaemin masih diam tanpa ada niat untuk membalas ucapan teman temannya

"Kenapa? Butuh duit sini bilang aja ama babang Chenle butuh berapa duit" ujar Chenle sembari mengambil dompetnya yang ada si saku celananya

"Le bisa gak sih lo simpen kesongongan lo sehari aja?! Empet tau ga gue denger jadi pen gue robek dah tu mulut" ucap Renjun sembari menatap tajam chenle

Jaemin masih diam tanpa mendengerkan apa ucapan teman temannya

"Sok suci lo jajanan istirahat aja masih Chenle yang bayar, gitu aja bangga" ucap Haechan dengan bar bar nya

Sedangkan Renjun hanya meringis menahan malu karena ucapan temannya itu

"Ehh ehh gue denger ada murid pindahan cewek katanya sih cakep" ujar Jeno mengalihkan pembicaraan

"Wehh beneran? Mau gue pepet ahh" ujar Haechan dengan percaya dirinya

"Gayaan lo, muka kek setrofoam seblak aja bangga" ucap Chenle dengan santai nya sementara itu Haechan mendengus kecil

Kringg

Kelima siswa itu pun membubarkan diri setelah mendengar bunyi bel masuk

Seluruh siswa kelas 12 ipa-3 nampak sibuk dengan dunia nya masing masing. Ada yang bergibah ria, bermain ponsel, tidur dan juga nyemil makanan

Semua kegiatan mereka terhenti ketika pak Chanyeol-sang guru olahraga sekaligus wali kelas 12 ipa-3 datang ke kelas bersama seorang gadis cantik disampingnya

"Mohon perhatiannya" ucap pak Chanyeol dengan lantangnya

"Cieeee bapak minta dipertahitiin nih yaa" ucap Zara--salah satu siswi kelas 12 ipa-3 dengan nada yang menggoda

"Diam kamu" ucap Chenyeol dengan nada yang ketus

"Bapak napa dah cem anjing yang kagak dikasih makan, sewot mulu perasaan" ucap Zafran--sang ketua kelas

Chanyeol menatap Zafran dengan tajam seperti ingin membunuh sementara yang ditatap hanya bisa terikik geli melihat raut muka gurunya itu

Setelah suasana dirasa kondusif pak Chanyeol kembali buka suara

"Hari ini kita kedatangan murid baru-"Chanyeol menoleh ke samping "nak perkenalkan dirimu" ucap Chanyeol sembari menatap murid barunya itu

"Haloo semua nama gue Choi Fanya kalian bisa manggil gue Fanya gue pindahan dari Yogyakarta semoga kita bisa berteman baik" Fanya mengakhiri perkenalannya dengan senyuman manisnya

"Baiklah Fanya kalau begitu kamu bisa duduk disebelah Jaemin" ucap pak Chanyeol sembari menunjuk Jaemin. Sementara itu Jaemin hanya memutar bola mata malas

Fanya mengangguk dan tersenyum kecil pada gurunya itu. Setelahnya Fanya berjalan menuju tempat duduk nya dan duduk disamping Jaemin

"Kalo begitu bapak permisi dulu ya anak anak" ucap pak Chenyeol seraya meninggalkan kelas itu

"Halo nama Choi Fanya lo bisa manggil gue Fanya" ujar Fanya sembari mengulurkan tangannya untuk berkenalan

Sementara itu Jaemin hanya menatap uluran tangan tersebut sekilas lalu mengalihkan pandangannya pada benda pipihnya kembali, Fanya yang melihat itu hanya mendengus kecil lalu mengerucutkan bibirnya. Tanpa Jaemin sadar Jaemin tersenyum kecil melihat tingkah Fanya

I'm In Love (Na Jaemin)Stories to obsess over. Discover now