Seorang penyanyi rap, Oh Sehun sedang mengobati traumatisnya terhadap sungai han yang ia anggap dingin dan sunyi. Ia berkali-kali datang ke dokter/psikiater namun tak pernah mendapat solusi sehingga suatu hari ia merasa putus asa dan ingin rasanya m...
Sehun mengajak Chanyeol untuk minum sepulang acara penghargaan musik akhir tahun, ia sangat frustasi terhadap tekad psikiatri nya saat ini yang memaksa dirinya untuk melihat sungai han dan duduk di pinggirnya. Baginya itu hal yabg sangat gila, tidak masuk akal dan tak terbayangkan.
"Tumben banget, lo ngajak gue minum. Ini seriusan lo yang bayar hun?" Chanyeol membuka pakaiannya dan menggantinya dengan kaus hitam polos.
"Gak lah hyung, sama lo gue masih maknae, no debat." Sehun tertawa kecil lalu mengambil telfon dan menghubungi Suho sebentar dan menutupnya kembali.
"Gue udah ajak Junmyeon-ie hyung juga, dia setuju." Sehun tersenyum smirk dan Chanyeol tertawa kencang, ia tahu maksud dari anak jahil itu apa.
----
"Makasih hyung, baik banget ih heran" Chanyeol mendayu-dayukan suaranya yang membuat Sehun terbahak dan memukul punggungnya dengan geli.
Sedangkan Suho (atau akrab disapa Junmyeon) menghela nafas dan mengeluarkan dompetnya untuk kesekian kali. Yah, sudah biasa baginya untuk menraktir adik-adik "manis" nya ini walaupun sifat dan kelakuan mereka seperti titisan makhluk terkutuk.
"Ini karena gue masih menyayangi kalian, kalau bukan karena itu, hahhh" Junmyeon mengerang, ia mengalami kram perut mendadak, tanpa babibu ia mengangkat tubuh dan beranjak. Pria itu pergi dari restoran.
Chanyeol terdiam, ia menoleh kepada Sehun yang juga kaget kemudian ia ikut beranjak dan pamit.
"Gue mau ke rumah mama hun! Lo telfon manajer-nim aja ya, dah" Chanyeol pergi.
Sehun berdecak, ia bersumpah akan menghabis Chanyeol dengan spamchat besok. Awas saja.
----
Sehun kembali berdecak, pasalnya ia baru ingat kalau manajer sedang ada diluar kota. Sehun duduk di depan restoran dan menatap ke depan, sekitar 1 km.
Ia melihat sungai han.
Semilir angin sungai menerpanya.
Dingin. Sepi. Dan mengerikan.
Sehun termenung, kejadian masa lalu terputar diotaknya. Memori yang seharusnya sudah ia lupakan terulang kembali.
"Apakah kamu mau mencoba?"
Sehun menatap anak laki-laki yang berbeda 4 tahun itu dengan mata penuh binar, "Ya kak, aku mau gula kapas itu!"
Anak laki-laki itu tersenyum dingin dan pergi, ia berbalik kebelakang dan membeli gula kapas yang diinginkan Sehun.
Sehun terdiam, menatap indahnya sungai han di sore hari. Angin semilir menyapu lembut rambutnya yang ringan. Ia menikmatinya.
Ia bingung, sudah sekitar 5 menit anak laki-laki itu tidak kembali. Sehun berbalik dan matanya mengarah ke stand penjual gula kapas. Namun anak itu tidak ada.
Sehun panik, matanya mencari kesana kemari. Ia bingung, hampir menangis. Itu sulit bagi anak berumur 9 tahun.
Sehun hendak lari, namun sayang ia tersandung dan badannya terjatuh dan berputar hingga masuk dan tercebur ke sungai han.
Ia merasakan betul, air yang sangat dingin. Mengelilinginya. Menekannya. Tak tertahan baginya.
Sehun mendadak kaku, badannya yang mungil, ia berusaha semaksimal mungkin untuk naik keatas permukaan namun nihil, badannya tak mampu melawan volume air sungai han yang berat..
"Oh Sehun-ssi?"
Sehun tersadar lalu mendongak, ia kaget melihat pria berumur 30-an menatap nya dengan kaget.
"Dokter Yoo?"
"Wah kebetulan sekali! Padahal jadwal konseling kita besok, tapi kita malah bertemu disini haha" Dokter Yoo tersenyum dan menepuk bahu sehun.
Kemudian Dokter itu duduk di kursi sebelah Sehun dan menarik nafas dalam serta menghembuskannya.
"Bagaimana? Apakah terasa lebih baik?" Tanyanya
"Maksud anda?" Tanya Sehun kembali.
"Tentang traumamu, tentu saja kau sadar kalau kau hanya berjarak kurang lebih 1 km dari sungai han bukan?"
"Ah, tentang itu. Saya sudah memikirkannya, apakah tidak ada cara lain? Saya masih tidak sanggup... Kurasa" Sehun menggaruk tengkuknya.
"Yakinkan diri anda. Jika anda yakin itu bisa sembuh, kenapa anda harus takut? Saya tahu ini sulit bagi anda, dan saya akan menghargainya. Namun ikutilah saran ini. Saya yakin, ini berhasil." Yakin Dokter Yoo.
Sehun tersenyum miris. Ia yakin sekali kalau Dokter Yoo sama sekali tidak mengerti perasaannya. Ia tahu pria itu hanya mengincar eksistensi terhadap dirinya yang terkenal di kalangan psikiatri andalan di korea.
"Benarkah? Anda yakin itu akan berhasil?"
Dokter Yoo tersenyum, "Tentu."
"Baiklah, kalau begitu saya berhenti jadi pasien anda. Terima kasih"
Sehun berdiri lalu membungkuk. Ia pergi meninggalkan Dokter tampan itu dengan wajah innocent nya. Sedangkan Dokter Yoo terdiam, masih tidak menyangka apa yang didengarnya barusan.
Sehun berjalan dan memberanikan diri memesan taksi. Tak lama taksi datang dan ia pergi dari tempat itu.
----
Hallo, kenalinn ini cerita baru aku wkwk.
Sumpah ini smua karena aku nonton busted terus cinta banget sama Sese😭 mereka lucu bgt.
Oh ya, kenalin ini pemeran utama kita, si ganteng:
Oh Se Hun
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.