Your Eyes

46 6 0
                                        

Hanya dengan melihatmu, membuatku bahagia. Meskipun hanya melihat bayanganmu, sudah cukup untukku. Jika mengingatmu, air mataku terus saja mengalir.

Hari ini, aku mencintaimu. Selalu. Kamu bahkan tidak tahu itu.

Tidak bisakah kamu kembali padaku? Sekali saja, turuti permintaanku.

Na Jaemin...

~~~


Seoul, 10 Maret 2018

"Iya Kak, nanti Jia yang ngurus. Kakak tenang aja, oke?"

Kataku meyakinkan. Saat itu, aku lagi menyetir. Mengapit ponselku di antara telinga dan bahu. Kakak-ku, Taeyong. Benar-benar cerewet.

"Serius? Emang kamu bisa?" tanyanya mengejek.

Aku mendengus, "apa sih, yang Jia nggak bisa?" lagakku. Terdengar dari seberang sana, Kak Taeyong terkekeh pelan.

"Kalo gitu, hati-hati di jalan. Nggak usah ngebut!" katanya memperingat.

Aku mengangguk, "iya Kak, bawel banget sih! Udah, aku tutup ya?"

Aku mematikan sambungan, lalu menyimpan ponselku ke dalam jaket.

Lee Taeyong, adalah saudara laki-laki ku. Dia lebih tua 5 tahun denganku. Walau kami berdua tak sedarah, Kak Taeyong sangat menyayangiku. Saat ini, dia tengah sibuk dengan urusan bisnisnya.

Berlaju dengan kecepatan tinggi, sebuah mobil sedan datang dari arah berlawanan menghantam mobilku. Saat itu juga, aku merasa sudah tidak berguna untuk hidup. Lebih baik Tuhan mengambil nyawaku malam itu, daripada membuat kedua mataku tidak berfungsi lagi.

*****

"Denger apaan sih?"

Aku menoleh, melepas earphone yang ku kenakan.

"Kamu lagi, ngapain ke sini?" tanyaku sengit.

Dia, Na Jaemin. Sosok yang selalu datang menemaniku di taman rumah sakit. Dia selalu saja mengangguku. Semakin ku acuhkan, malah semakin dekat denganku. Aku tidak tahu alasan mengapa Jaemin ke mari, aku juga tidak tahu dia pasien apa bukan. Yang aku tahu, pertemuan kami di mulai saat Jaemin membantu menemukan tongkat milikku.

Jaemin terkekeh, ku rasakan dia duduk di sebelahku.

"Dih? Galak banget" sahutnya.

Aku menghela napas, memakai kembali earphone yang semula ku lepas. Menyetel lagu favoritku.

Jika kalian ingin tahu apa lagu yang ku dengar saat itu, jawabannya adalah Lucky. Soundtrack drama korea yang di populerkan oleh Ashily.

*sumpah lagunya enak lho:)

Jaemin melepas sebelah kabel earphone ku, lalu memasangkannya di telinga.

"Judulnya apa?" tanya Jaemin.

"Kepo" jawabku.

Jaemin mengangguk pasrah, menyenderkan tubuhnya di kursi taman. Ku dengar, laki-laki itu menghela napas panjang.

"Aku menyukaimu" aku lantas menoleh ke arahnya, menepuk paha Jaemin lumayan keras. Anak itu meringis kesakitan.

Jaemin mendengus kesal. "Sakit, Ji!"

Aku mendecih, buru-buru melepas earphone dari telinga Jaemin. Berlalu meninggalkan Jaemin sendirian di sana.

"Dia menyukaiku? Apa dia bercanda?"

*****

"Kak, aku mau pulang aja" rengekku pada Kak Taeyong. Serius, aku bosan menetap di rumah sakit ini. Aku ingin keluar, bebas, berjalan-jalan seperti biasanya. Walau ku yakin itu tidak akan pernah terwujud.

Your EyesWhere stories live. Discover now