Prolog

34 6 0
                                        

Tak! Tak! Tak!

Aku terus berjalan. Memutari taman kota, kemudian menyusuri hingga ke tengahnya. Saat itulah hal yang menarik dan menakutkan muncul. Dasar! Apakah aku penyebab semua ini?

Saat itu aku menoleh ke langit. Dia menyambarkan kilat cahaya. Lalu, diikuti dengan gelegar petir yang memekakkan. Semua orang menutup telinga dan menundukkan kepala. Mereka mulai ketakutan. Hanya aku saja yang masih mendongakkan kepala dengan muka serius.

Langit tetap cerah. Sementara kilat-kilat itu tetap menyambar. Kemudian ada sinar besar yang datang seperti laser. Sinar itu seakan tertembak dari langit menuju ke tempat yang persis ada di hadapanku. Hingga akhirnya turun sebuah benda yang sangat kubenci ceritanya. Benda yang selalu ingin kuingkari. Ialah Mawar Hitam, orang-orang biasa menyebutnya Death Rose.

"I-itu, kan... Tidak mungkin!" teriak seseorang sambil mengacungkan telunjuknya.

Orang-orang di sekitarnya hanya bergidik ngeri. Ada yang mengambil handphone untuk mengabadikan momen tak masuk akal ini. Begitupun yang hanya diam dan mematung. Badan seolah tak mampu bekerja menerima hal yang tak dapat dicerna logika.

Death Rose pembawa malapetaka. Begitulah manusia menjulukinya. Karena Death Rose adalah mawar dengan lima kelopak yang setiap datang ke bumi akan meleburkan satu bagian dari kelopaknya. Satu kelopak itu sudah cukup untuk membumihanguskan satu negara manusia yang tersebar di seluruh dunia.

Bencana utama dari Death Rose akan datang dari tempat di mana ia turun. Kemudian bencana-bencana tambahan lain akan muncul di berbagai tempat yang berbeda dan sangat sulit diprediksi.

Waktu itu aku kebingungan. Kakek memberikan ciri-ciri datangnya Mawar Hitam Sang Pembawa Malapetaka itu. Dan hal itu akhirnya benar-benar ku alami 4 tahun kemudian. Saat aku sudah SMP. Tak kusangka akan secepat ini aku harus mempercayai hal aneh itu.

Langit cerah yang menyambarkan kilat serta diikuti gelegar petir. Lalu, ada cahaya besar yang seolah tertembak ke bumi. Dan yang terakhir, mawar yang turun perlahan dari cahaya itu dengan angkuhnya. Sial! Bencana yang meresahkan akan datang menimpa kota ini. Apa yang harus kulakukan? Ah, aku ternyata terlalu menyepelekannya

Death Rose melayang di udara. Membuatnya terkesan makin mengerikan. Sebatang bunga mawar berwarna hitam pekat yang sangat menakutkan. Keberadaannya menertawakan Kebodohan manusia. Seluruh dunia sekarang di ambang kebingungan. Umat manusia akan berada dalam kehancuran. Apa yang benar-benar akan terjadi? Saat itulah, tanda kehancuran yang dahsyat akan muncul. Pandemonium, Fase 1.

Death RoseStories to obsess over. Discover now