001

20 4 5
                                        

-Jeon jungkook

Pagi ini begitu disibukan dengan beberapa hal. Maksudku, istriku Jieun sedari tadi terus mengomel karna aku tak kunjung membantunya untuk membereskan baju baju yang belum di masukan kedalam koper. Pasalnya hari ini aku dan Jieun akan pergi berkunjung ke Daegu untuk merayakan ulangtahun dari putra seorang V Bts.

Seperti yang kalian tau Bts telah vakum, dan kini kami sudah memiliki kehidupan masing masing. Menyakitkan memang bila mengingat saat saat terakhir yang terjadi di antara Bts dan Army. Tapi apa boleh buat semua itu harus kami lewati bukan.

"Jungkook ah kenapa kau hanya diam saja. Ayo segera bantu aku" kekesalan Jieun berhasil membuat lamunanku buyar.

"Maaf sayang. Sepertinya aku tidak bisa membantumu" kekehku

"Jung-"

aku segera berlari keluar sebelum Jieun benar benar mengomel. Sebenarnya aku tidak benar benar saat mengatakan jika aku tidak akan membantu Jieun. Buktinya sekarang aku tengah menuju ke kamar jagoanku.  aku akan merapikan pakaiannya.

Jagoanku. Jeon Jian. Sepertinya dia menyadari keberadaanku di ambag pintu, mata bulat itu sukses membuat aku harus menahan gemas. Aku segera menghampiri dan menggendongnya. Semua yang ada pada diriku kini menurun pada Jian. Bahkan para Hyung Bts dan para penggemar menyebut Jian sebagai kloningku. Kami benar benar mirip dan aku senang mengetahui hal itu.

"apa yang sedang kau makan jagoan?"

"Lolipop" jawabnya lucu

"boleh papa mencobanya?"

"tidak" jian segera memasukan lolipopnya ke dalam mulut. Menggemaskan.

"mau bermain kejar kejaran dengan papa?"

Jian mengangguk cepat dan tak butuh waktu lama untuk kami bermain.

"aigoooooo" tetiak jieun setelah melihat kamar menjadi berantakan karna permainan kami.

"apa yang kalian lakukan"

Aku dan Jian berlagak tidak tau dengan apa yang terjadi. Jieun dengan sebal mulai merapikan pakaian Jian. Astaga, bukankan seharusnya itu tugasku.

"mama ingin mengusil Jian?"

Aku dan Jieun menoleh pada Jian yang entah sejak kapan sudah berada di samping Jieun.

"kenapa pakaian Jian mama kelualkan" tanya Jian dengan wajah hampir ingin menangis. Sungguh itu sangat menggemaskan.

Tanpa bisa di bendung aku dan Jieun tertawa melihat mata Jian yang sudah meleleh. Dan tentu saja Jieun aegera membawa Jian ke pangkuannya.

"mana mungkin mama mengusir Jian"

"kenapa mama mengelualkan semua pakaian Jian"

"Jian lupa kita kan akan ke rumah taehyun hyung"

Aku tersenyum memandang mereka bercakap cakap. daripada terus merepotkan Jieun sebaiknya aku yang merapikan pakaian Jian. Setelah selesaipun kulihat Jian sepertinya masih memiliki banyak pertanyaan kepada Jieun seolah tak percaya bahwa sang mama tidak akan mengusir anak berusia tiga tahun itu. Lagipula Siapa yang ingin mengusir malaikat kecil kesayangan Jungkook dan Jieun.

Setelah berhasil meyakinkan Jian akhirnya kami segera berangkat menuju Daegu. Dengan aku yang mengemudi dan Jian duduk di pangkuan Jieun.

"Jian akan beltemu dengan Taehyun hyung?" tanya Jian. Dan asal kalian tau, Taehyun adalah putranya V hyung.

"iya kita akan merayalan ulangtahun taehyun hyung sayang" jawab jieun

"Apa Jian juga boleh memakan es klim?"

"boleh"
Jian tertawa senang Mendengarnya.

"apa papa juga boleh memakan es klim?"  tanyaku ikut masuk kedalam pembicaraan.

"tidak boleh" tentu saja Jian tidak akan membiarkannya Bukan.

Awalnya perjalanan baik baik saja. Sampai tiba tiba hujan deras mengguyur kota. Entah kenapa perasaanku kurang baik.

"jungkookie"

"ada apa?" aku masih fokus pada jalan

"Kau tau kan aku mencintai kalian berdua"

Aku menoleh, memelankan laju mobil  Jieun hanya tersenyum memandang aku dengan mata cantiknya tapi kenapa rasanya berbeda. Untuk beberapa detik aku hanya terdiam.  Memandang Jieun yang tengah asik mengelus rambut Jian yang tertidur di pangkuannya.

"apa kau mencintaiku?" Jieun menatapku.

"kenapa kau harus bertanya"

Aku segera mencium keningnya sekilas. Entahlah, tapi aku tidak suka percakapan seperti ini.

Namun aku segera melanjutkan perjalanan. Baru saja beberapa menit melanjutkan perjalanan aku dapat melihat dengan jelas sebuah truk yang oleng.

Naasnya aku tak sempat menghindar sehingga mobilku dengan mudahnya terpelanting ke tepi sungai. Mobil kami terbalik mengalami kerusakan parah. Hal terakhir yang kulihat adalah tubuh Jieun yang bersimpah darah. Ini sangat buruk, Tubuhku tak dapat di gerakan. Aku tak menemukan Jian.




INI WORK PERTAMA MOMON HUHU. Makasih udah nyempetin diri buat baca cerita ini😌😌

Jan lupa vote and comment yah hehe
Tpi seiklasnya aja kok😊

TANCUUUUU 😘😘

DNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang