Sesilia Anastasya.
Gadis polos serta lugu dengan kecantikan yang akan membuat semua kaum adam terpana pada pandangan pertamanya,oh jangan lupakan bahwa ia belum pernah merasakan apa itu 'berpacaran'.
"Abang lo jadi masuk univ mana Sil?" Tanya Karina,sahabat Sesil dari jaman mereka masih dalam bentuk zigot,yang juga merangkap menjadi sosok kakak bagi Sesil.
"Abang Sesil masuk UI Karin,soalnya kata abang dia gak bisa jauh dari Sesil"
"Idih bang Gibran mah aneh masa bucin kok sama adenya sendiri" ya,Sesil mempunyai satu Kakak laki-laki yang baru saja lulus Sma dan kini meneruskan pendidikannya di Universitas Indonesia jurusan Kedokteran,Sesil juga mempunyai satu Papa dan satu Bunda yang sangat teramat menyayangi Sesil.
"Karin,apa itu bucin?" Tanya Sesil polos sedangkan Karina menepuk jidatnya karena lupa bahwa Sesil ini terlampau polos.
"Lupain aja dah,habisin makanan lo terus kita balik ke kelas" Sesil dan Karin kini sudah menginjak kelas 11 di 11 Mipa 3,kelas yang tidak terlalu pintar tapi juga tidak terlalu bodoh.
"Karin,Sesil mau tanya boleh?" Ucap Sesil membuat Karin yang sedang fokus pada ponselnya mendongak kearah Sesil
"Hm?"
"Rasanya pacaran gimana Karin?" Pertanyaan Sesil berhasil membuat Karin tersedak ludahnya sendiri
"Rasanya ya?emm..seru,seneng tapi ada sedihnya juga sih,istilahnya berani jatuh cinta harus berani patah hati juga,kenapa emang?lo mau pacaran?gak ada ya yang namanya pacaran,lo tuh masih polos Sesil"
"Ih nggak gitu Karin,Sesil kan cuma nanya doang"
"Sesil udah selesai Karin,ayo kita kekelas" Lanjutnya
"Iya iya,ayo" Saat dalam perjalanan menuju kelas tak jarang sapaan-sapaan ditujukan pada Sesil dan Karin,maklum mereka termasuk dalam most wanted cewek di SMA Tuna Bangsa,ya walaupun Sesil tidak terlalu mengerti apa arti most wanted itu
'Kak Sesil cantik banget ya'
'Ih itu kak Karin senyum ke kita'
'Widih bening amat'
'Elah masih cantikan gue kali'
'Tebar pesona banget lo cabe'
Dan masih banyak lagi Pujian maupun Cacian untuk mereka berdua,sedangkan yang di puji dan di caci pun hanya akan tersenyum.
"Sesil" Sesil yang merasa dirinya dipanggil pun menoleh,lalu ia menemukan Satria yang merupakan Ketua osis Tuna bangsa,Satria ini digosipkan bahwa ia sudah menyukai Sesil dari lama,hanya saja Sesil terlalu polos untuk menyadari itu.
"Iya,Satria kenapa panggil Sesil?"
"Sesil mau gak ikut Satria sebentar?" Tanya Satria penuh harap,lalu pandangan Sesil beralih menatap Karina seolah meminta ijin,Karina sendiri menganggukan kepalanya tanda ia memperbolehkan Sesil ikut dengan Satria
"Boleh,tapi jangan lama-lama ya Satria,soalnya udah mau bel masuk,Sesil takut dihukum"
"Iya cantik,gak akan lama kok" Ucap Satria terkekeh pelan lalu mengacak rambut Sesilia,lalu ditariklah pelan tangan Sesil menuju lapangan Basket Tuna bangsa,Sesil yang bingung pun hanya bisa mengikuti
"Perhatian untuk semua Siswa-siswi Tuna Bangsa yang sedang berlalu lalang di sekitar sini,saya Satria Varadirga selaku Ketua Osis Sma Tuna Bangsa ingin menyatakan cinta pada seseorang yang sudah saya sayangi sejak lama,dia adalah Sesilia Anastasya. Sesil,will you be mine?" Ungkap Satria tanpa berbasa basi lalu meraih tangan Sesil untuk digenggam,Sesil sendiri hanya mengerjabkan matanya bingung yang malah membuat semua orang disana menatap gemas pada Sesil.
"Satria,Sesil bingung mau jawab apa"
"Sesil cukup bilang 'iya'" Ucap Satria sambil tersenyum lembut kearah Sesil
"Tapi Sesil gak cinta sama Satria,Sesil sayang kok sama Satria tapi sebagai teman saja" Pernyataan Sesil tadi membuat dada Satria sangat sesak rasanya,dan orang-orang yang berada di sana pun sepertinya tau rasanya berada diposisi Satria
"Jadi ceritanya Satria ditolak Sesil nih?" Tanya Satria mencoba tersenyum kepada Sesil
"Maaf Satria,jangan marahin Sesil ya" Ucap Sesil dengan bibir bergetar dan mata yang siap menumpahkan Air mata nya kapan saja,hei disini yang seharusnya menangis adalah Satria lantas kenapa Sesil yang menangis,uh dasar gadis polos yang menggemaskan.
"Hei,Sesil gak usah nangis ini bukan salah Sesil,Satria juga gak akan marahin Sesil"
"Bener ya?Satria tetep jadi temen Sesil kan?Satria gak bakal menjauh dari Sesil kan?"
"Iya Sesil cantik,cup cup jangan nangis,Satria sayang kok sama Sesil" Ucap Satria lalu menarik Sesil kedalam pelukannya serta mencoba menghilangkan sesak dalam hati Satria.
"Bubar woi bubar" Teriak Karina yang membuat tontonan gratis itu berakhir dengan cepat
"Heh lo kutu kupret enak aja main peluk-peluk sahabat polos gue" Ucap Karin pada Satria
"Ah elah galak amat lo,Sesil aja b aja gue peluk,ya kan Sil?"
"Hah?iya Karin,Sesil gak papa kok dipeluk Satria,enak hehe"
"Heh anak kecil gak boleh dulu peluk-peluk an,ayo balik ke kelas saking enak nya pelukan sampe gak denger bel masuk lagi" Gerutu Karin lalu menarik tangan Sesil untuk menuju ke kelas.
YOU ARE READING
ALBARA
Teen Fiction15+ "Apapun yang akan terjadi nanti,Sesil harus selalu percaya sama Bara,kalau Bara sangat cinta kepada Sesil,hanya Sesil. Demi tuhan" -Albara
