Gazeel Diomali Aldebaran,Ia seseorang yang selalu bisa mendapatkan apa yang dia mau dari harta ayahnya,Gazeel memang hidup dikeluarga yang berkecukupan,namun ada satu yang tidak bisa ia wujudkan.
Ia merasa bahwa hidupnya hanya mengenal hitam dan putih,tidak ada warna lain selain hitam dan putih dihidupnya,tidak ada yang tau masalah kepribadiannya kecuali sahabatnya,Gazeel cukup tertutup. Bahkan ayahnya tidak tau masalah-masalah Gazeel.
Gazeel juga mempunyai sifat posesif dan manja,namun sifat keduanya itu hanya ditunjukkan kepada orang yang dia sayangi.
"Woi Zel,diem diem bae ngopi ngapa ngopi." ucap Dhirga sambil mengguncang-guncangkan badan Gazeel,karena kesal Gazeel menatap tajam Dhirga yang membuat nyalinya menciut.
Dhirga Birmantara,lelaki imut membuat gadis tergila karena wajahnya yang imut dan terkesan baby face,ia sahabat Gazeel yang paling petakilan,jahil dan cerewetnya minta ampun,ia juga sering dijuluki mulut mercon oleh sahabatnya.
"Mampus lo Ga,makanya jangan jailin Gazeel kalo masih pingin muka lo ganteng. Udah tau gazeel paling anti tuh dijailun kayak gitu,malah dilakuin." ledek Belva
Belva Aryawangsa sang ketua kelas,ia pintar,ya ia sangat pintar dalam pelajaran biologi,baginya mempelajari ilmu-ilmu biologi itu untuk bekal kelak ketika ia sudah menikah haha. Belva juga memang sedikit mesum,dan Belva ini memang sangat playboy,mantannya ada dimana-mana,hampir setiap minggu ia berganti-ganti pasangan.
"Van,gue pinjem video game lu yang baru dong,yayaya." pinta Dhirga sambil memasang wajah sok imutnya.
"Beli,jangan minjem doang bisanya. Gak modal,kayak yang gak pernah dikasih duit saku aja." celetuk Gazeel dingin dan pedas.
"Hehe,ngirit Zeel buat nikah." jawab Dhirga cengengesan,Belva tertawa lalu menepuk punggung Dhirga memberikan kesabaran padahal itu adalah sebuah ledekan,kalo orang lain yang mendengar ucapan pedas Gazeel mungkin orang itu tidak akan kuat menahannya,beruntunglah Gazeel mempunyai sahabat yang setia seperti Dhirga,Belva dan juga Vano.
Ervano Raihan,yang sering dipanggil Vano. Murah senyum,tampan,dan mempunyai lesung pipi disebelah kanannya. Membuat para gadis tergila akan senyumnya. Mereka berempat sedang berada di sebuah cafe yang sering mereka kunjungi.
"Udah malem,gua balik." ucap Gazeel dengan nada datar. "Oke,take care bro." jawab Belva lalu berjabat tangan ala lelaki.
Setelah Gazeel berjalan menuju parkiran cafe dan menaiki motor sport nya,untuk sampai ke rumahnya ia hanya butuh waktu sepuluh menit.
Selang beberapa menit,motor Gazeel sampai dikawasan perumahan elit,ia memarkirkan motor digarasi rumahnya,tak lama seseorang keluar dari dalam rumah,Gazeel memberikan kuncinya kepada orang itu lalu ia berjalan kearah pintu.
Gazeel tak suka berlama-lama dirumahnya,ia lebih hidup berada diluar rumah. Kecuali ketika sahabat-sahabat gesreknya itu datang dan menginap,ia butuh kehangatan dalam hidupnya,ia juga butuh kasih sayang dari orang-orang yang ia sayangi.
Gazeel terduduk dikasur King size nya,ia mengambil foto yang ada diatas mejanya. Foto anak kecil tengah mencium sang wanita paruh baya sambil tersenyum bahagia. Gazeel tersenyum kecut,lalu meletakkan foto itu kembali.
Gazeel menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih yang diatasnya dihiasi oleh bintang-bintang.
"Gazeel rindu." lirih Gazeel.
☘
"Jangan rindu berat Zeel,kamu gaakan kuat:(" ucap Author
"Apasih lu" ucap Gazeel sambil menatap tajam dan sinis.
"Yeuu yaudah maap:(" balas Author ketakutan
Haiiii? Gimana ceritanya rame gak? Tunggu cerita selanjutnya yaa .. Jangan lupa juga buat vote dan komennya yaa gayss
YOU ARE READING
Gazeel
Teen FictionNamanya Gazeel Diomali Aldebaran,lelaki tampan yang mempunyai sikap dingin,cuek,tak peduli sekitar dan sedikit irit berbicara,sekalinya bicara ucapan nya pedas dan menyakitkan. Tanpa banyak yang tau,Gazeel memiliki masa lalu yang kelam,mungkin sikap...
