ENVY

35 2 0
                                        

Pernakah kalian berpikir, kalau hidup ini seperti sekolah? Ada ujian yang harus dilewati untuk naik kelas, ada sebuah proses yang harus dilewati dan dialami untuk naik kelas. Dan hanya orang - orang yang ber - RESPON benar yang akan naik kelas dan keluar sebagai pemenang!

Sekarang penulis mau berbagi tentang hal kecil, dimana sering di alami oleh banyak orang.

Ada statement yang mengatakan " mengucap syukurlah dalam segala keadaan" bahkan ada tertulis di kitab 1 Tesalonika 5 : 18 bahwa mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Tapi pertanyaannya apakah mudah mengucap syukur dalam segala keadaan? mungkin saat keadaan baik - baik saja itu mudah, tapi kalau keadaan tidak sesuai dengan yang di harapkan? apakah yang menjadi respon hati anda? It's hard right?

Disini penulis mau membahas sedikit tentang " envy " dan penulis sendiri di proses untuk hal " envy " ini di tahun 2013 dan diproses selama 1 bulan lebih  sampai penulis dapat berespon dengan benar dan bisa terbebas dari rasa envy tersebut.

Pernakah kalian mengingini sesuatu hal, tapi ternyata orang lain yang terlebih dahulu mendapatkan hal yang selama ini kamu mau? Apakah yang menjadi perasaan kamu saat itu? biasa saja? senang? sedih? kesal? atau IRI ?

Yang penulis rasakan saat itu adalah IRI, hati penulis saat itu berespon iri. Mungkin untuk sebagian orang berkata " manusiawi itu " tapi itu hanyalah sebuah excuse untuk membela dirinya, karena tidak ada yang benar dari iri hati dan iri hati merupakan dosa paling konyol.

 Disini penulis hanya mau sharing beberapa hal sehingga dapat berespon benar. Bukan karena kuat dan hebat penulis, tapi karena pertolongan Tuhan dan kasih karuniaNya yang memampukan penulis untuk menang :).

Awalnya berat dan sakit rasanya diproses. Penulis sadar kalau rasa iri hati itu salah , penulis benar - benar melawan iri hati itu. Pada saat rasa itu datang, penulis hanya datang kepada Tuhan dan menangis, karena penulis benar - benar ingin terbebas dari rasa iri hati itu. 

Berikut beberapa hal yang harus kalian pikirkan pada saat iri hati itu datang :

1. Tuhan sedang berurusan dengan anda, bukan dengan orang yang membuat anda iri atau bahkan dengan lingkungan sekitar anda. 

=> Tuhan melihat masih ada yang harus dikikis, dibentuk dari diri anda, karena Tuhan begitu sayang dan peduli dengan hidup anda, sehingga DIA ijinkan proses itu anda alami. Memang tidak enak, sakit, tapi itulah prosesnya, hanya bagaimana kita harus ber- RESPON.

2. Belajar rendah hati dari "kesombongan" orang lain.

=> Mungkin orang yang anda pernah iri itu sering menunjukkan hal - hal yang membuat anda iri. Tapi justru belajar dari hal tersebut, belajar untuk tidak menjadi seperti dia. Belajar untuk rendah hati dan tidak menunjukkan hal - hal yang bisa membuat orang iri atau sebenarnya andalah yang sombong karena selalu ingin menunjukkan apa yang kalian punya. Think about that!

3. Berbahagialah diatas kebahagiaan orang lain.

=> " Orang paling susah lihat orang lain bahagia, tapi paling senang lihat orang lain susah " Pada saat orang lain bahagia , cobalah untuk bisa ikut bahagia. Pada saat kita turut dalam kebahagiaan orang tersebut, kita juga bisa merasakan apa yang orang itu rasakan dan yang timbul bukanlah iri hati tapi ucapan syukur karena sudah menang dan dapat melewati prosesnya.

Mengucap syukur karena Tuhan peduli sama anda, karena DIA sedang mempersiapkan diri anda hingga pada waktunya tiba, anda sudah pantas dan layak untuk berada disana.

Quote :

" Walau segala sesuatu terlihat terlambat ( lebih lambat ) tapi Tuhan mau mendidik aku dengan cara yang berbeda dan aku percaya, semua akan indah tepat pada waktuNya " ( Yuni, 2013 ).

God bless you all... semoga bermanfaat : ).

EnvyWhere stories live. Discover now