Prolog

52 14 16
                                        

•••

Mimpi adalah hal terbaik yang bisa dimiliki. Di saat aku bisa menumpuk angan-angan menjadi sebuah cerita yang indah—bukankah mimpi itu seakan wadahnya. Ya.. aku berharap ini bukan hanyalah sekedar wadah kosong. Karena aku benar-benar sangat menginginkan mimpiku terwujud.

Tau mimpiku apa? Bisa dibilang sederhana, tapi juga luar biasa, tergantung dari sisi mana kalian akan melihatnya. Tapi, untukku menjadi penyanyi terkenal yang bisa menjelajahi dunia dengan musiknya, adalah sesuatu yang sangat sangat sangat luar bisa.

Aku harus mengatakannya hingga tiga kali!

"Jangan terlalu banyak mimpi."

Ah, sebenarnya mimpiku tidak banyak, mungkin hanya karena terlihat mustahil. Satu hal lagi, yang kutahu bahwa mimpi itu tidaklah terbatas—bahkan jika aku sampai tidak lagi bisa membedakan yang mana kenyataan dan mimpi, itu adalah hakku. Karena mimpi itu hal terindah, yang selalu aku rasakan. Ya, tapi mungkin aku tetap harus sedikit sadar diri. Karena bukan batasan yang aku hadapi saat ini, tapi kecenderungan untuk menyerah akan mimpiku itu, lalu aku rasa tenggelam dalam keputusaan.

Terkadang saat otakku berfungsi dengan baik, aku akan terpikirkan sesuatu seperti, "Bagaimana mungkin aku, yang lemah ini mampu bertahan diantara ratusan bahan ribuan orang-orang yang memiliki mimpi sama."

Orang-orang sering berkata padaku, jika aku sangatlah sulit untuk mengontrol mentalku. Ini fakta, aku tau. Jadi, ya, sudahlah.

"Oke, lalu setelah itu, mau apa?"

Entah, sampai sekarang pun aku tidak tau harus berbuat apa kedepannya terhadap mimpiku. Ya, hanya memang, masih seperti ini adanya, jadi aku tidak tau kedepannya akan bagaimana. Tapi, tentu saja aku akan berusaha sebaik mungkin. Melakukan yang aku bisa.

Terus berusaha.

"Jika meski sudah berusaha, impianmu tetap tidak menjadi nyata, lantas apa yang akan kamu lakukan?"

Wah, itu pertanyaan yang kejam sekali.

Tapi, aku akan tetap menjawabnya. Mungkin jika itu terjadi di kemudian hari, aku akan tetap kepada mimpiku, tau 'kan melepas mimpi itu sangat sulit. Karena untukku itu sama saja seperti melepas harapan hidupku. Jadi yang akan aku lakukan adalah menunggu keajaiban datang. Aku bercanda, mana mungkin aku mengharapkan keajaiban seperti itu datang.

Tapi, kau tau—aku sedikit mengharapkan keajaiban itu.

[]/

Sweet NightWhere stories live. Discover now