Tidak ada yang tahu bahwa terdapat dunia lain yang bersembunyi di balik bayangan Bumi. Dunia yang penuh akan hal yang berbau fantasi, yang tidak dipercayai keberadaannya di Bumi. Dunia Calliesta.
Bumi dan Dunia Calliesta terhubung. Beberapa pintu untuk mengunjungi dunia mereka terdapat jauh di dalam rahasia dunia masing-masing. Yang sampai sekarang belum terjamah.
Namun, ada beberapa orang yang beruntung untuk dapat melihat, mengetahui, ataupun berkunjung ke dunia asing tersebut. Meski harus menggunakan sebuah perantara untuk melakukannya.
"Aku bersungguh-sungguh!! Di dalam mimpiku, semuanya berbau sihir!!" pekik seorang anak kecil yang terlihat menahan tangisnya. Di hadapannya, terdapat teman-temanny- maksudnya, mantan teman-temannya terlihat tersenyum sinis dan tertawa.
Salah satu dari mereka menjambak surai hitam anak tersebut, membuatnya merintih dan memohon dilepaskan. Air mata keluar karena merasa perih di bagian kepalanya karena jambakan yang cukup keras tersebut.
"Dengar, ya. Yang namanya sihir itu tidak ada! Kau hanya seorang yang bermimpi terlalu tinggi, dasar aneh!"
Bruk!
Tubuh kecil itu dihempaskan begitu saja ke pohon di belakangnya. Rombongan tersebut berjalan pergi, mengabaikan si anak yang menangis dan mengeluh sakit di kepalanya yang terantuk dengan keras ke batang pohon.
Kesadarannya mulai goyah. Pandangannya mulai kabur. Berusaha untuk tidak memejamkan mata walau begitu berat. Meski diperjuangkan, netra kuning emas tersebut secara perlahan mulai tertutup. Tak lama kemudian, dirinya pingsan di taman belakang sekolahnya.
"Sensei!! Cepat ke.. ni.. a.... nak..... san!!"
Suara teriakan tersebut menemani kesadarannya sebelum dirinya tertarik ke kegelapan.
Suasana hening menyapa. Angin yang berhembus menerbangkan helaian surai putih berantakan tersebut. Melewati tubuh kecil yang hanya dilapisi oleh pakaian putih panjang hingga lututnya. Membuat tubuh kecil tersebut gemetar kedinginan.
Tak lama, kedua kelopak matanya mulai terbuka, memperlihatkan netra kuning emas yang bersinar. Pemiliknya mendudukkan diri dan melihat ke sekitar. Dirinya saat ini berada di sebuah gazebo kayu yang tiang penyangganya dililit oleh sulur-sulur liar yang berbunga berbagai warna. Bunga-bunga yang tumbuh dan mekar dari sulur tersebut mengeluarkan cahaya sesuai dengan warna kelopak mereka. Menjadi penerangan di tengah hutan.
Gazebo tempatnya terbangun ada di tengah hutan. Pepohonan yang menjulang tinggi terlihat dimana-mana. Dengan semak-semak yang lebat. Suara gemerisik daun yang saling bergesekan berkat angin malam yang berhembus menjadi nada malam itu.
"Ah... Aku kembali...?"
Dia mengingatnya, itu adalah tempat terakhir kalinya berkeliling di tengah kota Tryan.
"Sebenarnya, dimana ini?"
««« to be continued »»»
VOUS LISEZ
Behind the World
FantasyTidak ada yang mengetahui bahwa di balik bayangan Bumi, terdapat sebuah dunia lainnya. Dunia dimana sihir itu ada. Dunia yang masih menggunakan sistem kerajaan. Dunia yang indah, sekaligus berbahaya. Yang dipanggil dengan Dunia Calliesta. Begitu pul...
