Air mata tak henti-hentinya mengalir dari kelopak matanya, anak ketiganya menolak diantar ibunya ke bandara, justru memilih diantar teman-temannya.
Fiki iba melihat sang ibu semakin terisak menatap adik perempuannya semakin menjauh dari penglihatannya. "Sudah ma, kita pulang yuk. Toh Nay sudah pergi. Doain Nay agar disana dia baik-baik saja" Fiki mencoba menenangkan ibunya
"Tapi bagaimana kalau dia gak mau pulang Fik? Seperti evelyn dulu"
"Fiki percaya ma, Nay pasti pulang. Dia nggak akan setega itu. Dilubuk hatinya Nay, Fiki tau dia menyayangi kita ma"
Sang ibu mengangguk, lalu memutuskan pulang.
Mama percaya nak, kamu akan kembali.
***
"Woi, lo kalo jalan gabisa pelan dikit yak? Cepet amat kayak kereta" dumel Fajri mencoba mensejajari langkah Nayzila yang berjalan keluar dari bandara london.
"Berisik lo" jawab sinis Nay tanpa melirik ke lawan bicaranya.
"Lo kenapa si, jadi cewek gabisa alus dikit? Gue curiga lo cewek jadi-jadian ya?" tuduh Fajri, Nay mendengus kesal lalu berhenti mendadak hingga Fajri tak sengaja menabraknya, Fajri pun jatuh tersungkur sedangkan Nay tetap berdiri kokoh didepannya.
"Lo sekali lagi ngebacod, gue timpuk pake koper nih" ancam Nay dengan sedikit mengangkat kopernya, Fajri yang hendak berdiri menutup mukannya dengan lengan.
"Eh, kasar banget sih"
"Bodo ah, ayok buruan. Udah capek gue" Nay mengulurkan tangan kearah Fajri membantunya berdiri.
***
"Iya mi, Aji udah sampe apartement kok"
'Alhamdulillah, Temen kamu dimana?'
"Dia lagi istirahat dikamarnya mi, capek banget kayaknya"
'Oh ya udah, jaga kesehatan ya sayang. Jaga juga temen kamu, inget dia cewek. Jangan lupa sholat juga ya sayang'
"Iya mi, InsyaAllah"
'Sudah ya nak, kamu juga istirahat. Assalamu'alaikum'
"Iya mi, Wa'alaikumsalam"
Tut..
Sambungan telfon berhenti, Fajri beranjak dari sofa, menuju kamarnya. Ia melewati kamar Nayzila yang terbuka, melihat Nay yang tertidur pulas. Tak sadar ia sekilas tersenyum
Cewek itu manis seperti.....
***
Nay telah siap memakai sweeter Serta syal, tak lupa mantel serta sapu tangan dan kaos kakinya, tinggal sepatu. Nay teringat sesuatu
oh Shit...
Nay bergegas mencari sepatu dikopernya, "Gue lupa masukin sepatu ke koper? Yakali pake yang kemarin? Udah kotor iew" Gerutu Nay
"Nay, buruan ntar kita telat" teriak Fajri
Nayzila membuka pintu kamar dengan menenteng sepatu kotornya, Fajri melirik dan terkekeh
YOU ARE READING
betWeen
Fantasyalurnya akan mengalir wkwk, gasuka gausah dibaca. Yang baperan gausah dibaca. Cerita ini mengandung unsur kekerasan. Wkwk
