#1

54 7 2
                                        

Rahang gadis itu mengeras, 15 detik yang lalu ia mendapat tamparan cukup keras dari kakak sulungnya.

Gadis itu menatap tajam kearah kakaknya lalu pergi tanpa sepatah katapun.

Sang kakak menjatuhkan diri seraya melihat tangan kananya yang sudah berani menampar wajah cantik sang adik keduanya itu.

'Maafin kakak nay' batin Fiki menjerit, ia semakin terisak. Iba melihat kakaknya, sang bungsu menggopoh kakaknya menuju kamar.

***

'Halo'

"Iya ada apa?"

'Nay, lo harus ke camp sekarang, ada yang mau diomongin sama shaima'

"Ngomong apa?"

'Aduh, buruan gausah banyak cing cong. Ini urgent'

"Ok ok. Gue kesana sekarang"

Tut.

Sambungan telpon berakhir, bergegas ia mengambil tas serta kunci mobil. Sekilas ia melirik kaca riasnya menampilkan pantulan bekas tamparan dipipinya yang masih membekas. Ia menggeleng lalu keluar dari kamarnya.

Tiba di pekarangan rumah ia segera menuju ke mobilnya

"Mau kemana nak?"

Ah, suara itu lagi. Ia hanya melirik melihat wanita paruh baya mendekatinya, tanpa sepatah kata pun ia masuk ke mobil lalu meninggalkan pekarangan rumah.

'Sampai kapan kamu seperti ini nay? Mama rindu kamu yang dulu'

***

"BANGSAD"

"BRENGSEK"

"BIADAB"

"KENAPA DIA SAMPE KETANGKEP POLISI? INI HANYA HAL KECIL BUAT DIA. HARUSNYA DIA LEBIH CERDIK BAJINGAN" Nayzila begitu marah, begitu mendengar Shandy pacarnya tertangkap polisi. Setelah gagal membegal salah satu korbannya.

"Sekarang apa yang bakal lo lakuin nay?" tanya zweitson ketakutan melihat nayzila membanting kursi

"Bawa duit ke polisi, buat jaminan" ucap nay datar

"Nay, lo tau gue lagi bokek, kagak ada duit gue" tolak shaima

"Siapa juga yang minta duit lo?" lirik nay sinis, lalu pergi kedua temannya pun mengekorinya dari belakang.

***

"Lain kali begonya gausah kelewatan. Abisin duit tau nggak" gerutu nayzila didalam mobil, beberapa menit lalu ia telah memberikan jaminan untuk sang pacar dari penjara.

"Ya sorry, lagian tuh polisi lagi beruntung bisa nangkep gue. Biasanya kan nggak pernah gagal" balas Shandy yang duduk disamping nayzila, yang tengah fokus menyetir.

Setelah itu hanya hening hingga...

AAAAAA

CIIIITTT

Mobil nayzila terhenti, seorang anak kecil nyaris tertabrak, jika tidak segera ditolong oleh pria yang tak jauh dari tempat kejadian.

"Kamu gak papa dek?" tanya pria itu, kini anak kecil itu menangis terisak. Pria itu lalu melangkah ke mobil hitam itu lalu menggedor-gedor pintu mobil

betWeenWhere stories live. Discover now