Gadis cantik itu terbaring dengan lemah. kepalanya yang tertutupi oleh hijab dan wajahnya pucat pasih membuat siapa saja akan tersihir oleh rupanya walau dengan mata yang terpejam. layar monitor EKG yang menampilkan gelombang berwarna hijau menunjukkan bahwa di dalam tubuh gadis tersebut masih ada kehidupan. Ia hanya terlalu lemah untuk sekedar membuka mata.
Seorang wanita cantik tengah menatap nanar gadis yang ada di hadapannya, matanya berkaca - kaca ,berharap suatu keajaiban datang menghapiri gadis tersebut, ia rindu dengan tawanya, ia rindu dengan segala pengorbanannya untuk orang lain walau pada akhirnya dialah yang terluka dan mengalami koma.
Ceklek
Suara pintu yang di buka oleh seseorang.
Gadis itu melihat seorang pria dengan setelan baju tentara yang mencetak di tubuhnya dan berjalan dengan langkah pasti serta senyum tipis ke arahnya.
" Assalamu alaikum, Aisyah? " salamnya.
" wa alaikumussalam kenan " jawab aisyah dengan suara parau dan bergetar.
" bagaimana keadaan safira? Aisyah " tanyanya.
Aisyah hanya mampu menggeleng lemah dan menunduk pasrah, bahwa tak ada perubahan di dalam tubuh gadis tersebut.
" apakah kamu sudah makan aisyah? " tanyanya.
" belum sempat " jawabnya dengan tatapan kosong sambil menggenggam tangan gadis tersebut yang masih melekat infus.
" makanlah dulu !, safira pasti tidak akan suka jika sahabatnya sakit karena telat makan " perintahnya dengan tegas.
" kalau aku pergi? Siapa yang akan menjaga safira? "
Laki laki itu hanya menghela nafasnya panjang sebelum angkat bicara. Sungguh perempuan di hadapannya ini sangat keras kepala.
" biarkan aku saja yang menjaga safira " putusnya.
Perempuan itu hanya menghela nafas pasrah sebelum angkat kaki dari ruangan sahabatnya itu di rawat.
Pria itu hanya tersenyum tipis melihat kesetiaan aisyah dalam menjaga safira.
Ia mengambil posisi duduk di sebuah sofa yang sudah di sediakan di dalam ruangan. Menatap lekat sahabatnya yang tertidur damai tanpa merasa ada gangguan di sekitarnya. Wajah yang putih mulus, bulu mata yang lentik, hidung mancung, serta bibir tipis yang berwarna pink alami, membuatnya sangat terlihat cantik.
" bangunlah fi ? Kau tidak akan tahu bagaimana reaksi hafidz jika mengetahui gadisnya tengah melawan masa kritis selama dua tahun lamanya " gumaman kecil yang ia lontarkan untuk gadis di depannya, berharap gadis itu akan mendengarnya dan membuka mata.
" kau pandai sekali membuat orang di sekitarmu khawatir fi, terlebih aisyah yang sudah tidak menjaga pola makannya. Jika kau sudah sadar, pasti kau akan mengomelinya selama berjam jam" sambungnya lagi.
Dan setelah itu mesin EKG berbunyi dengan nyaring dan menampilkan garis lurus yang menandakan bahwa gadis itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.
YOU ARE READING
HAFIDZ
RomanceAku pernah mengenalnya dengan baik, hingga ia ingin melepasku dengan cara baik baik. Tapi, Nyatanya dialah orang yang paling membutuhkanku, saat semua orang disekelilingnya pergi secara bersamaan. Dan bodohnya, akulah yang membiarkannya berjalan se...
