09.00. Istirahat pertama. Banyak siswa SMP Linga yang ke kantin. Untuk pagi ini, Adhira istirahat di luar kelas.
"Dhiii!" panggil Vina dari kejauhan. "Tumben lo ke bawah. Kerasukan risol Bu Yasi ya lo?!" lanjutnya saat sudah mendekat.
"Dia ada misi, Vin, hahaha," Anthea menyahut.
"Ohhhhh, gue tahu nih! Si krempeng ya?"
"Hush! Jahat ih mulut lo," protes Adhira.
"Lah, emang iya, kan? Kesel banget gue sama dia. Putusin ajalah, Dhi."
"Baru misi, kan? Visinya mana?" ceplos Ayanna—kembarannya Anthea.
Semua melihat ke arah Ayanna. "Garing ah," sahut Vina yang selalu mematahkan lawakan Ayanna yang memang selalu dianggap tidak lucu.
Anthea dan Ayanna mempunyai kepribadian yang berbeda. Anthea yang sering dipanggil 'Tha' merupakan kakaknya. Anthea adalah pendengar yang baik dan bijak. Sedangkan Ayanna yang sering dipanggil 'Anna' atau 'Na' adalah anak yang periang dan suka melawak. Kalau Vina, ia suka ceplas-ceplos dan berbicara apa adanya, Vina yang selalu menggaringkan lawakan-lawakan Ayanna.
Adhira hanya senyum-senyum dan menggelengkan kepala. Mereka pun ke kantin. Adhira berjalan ke tempat Mang Odi untuk membeli lemontea.
"Pagi, Mang Odi. Dhira beli 1 lemontea ya, Mang," sambil menyodorkan uang lima ribu.
"Eh, iya siap, Neng. Neng Dhira tumben istirahat di kantin," kata Mang Odi sambil memberikan lemontea pesanan Adhira dan kembaliannya.
"Iya, Mang, kangen kantin. Makasih ya, Mang."
"Iya, sama-sama, Neng. Sering-sering kangen kantin dong, Neng," kata Mang Odi sambil terkekeh.
Anthea menghampiri, "Lemontea doang, Dhi?"
"Iya, nggak laper gue, Tha."
"Yaudah, duluan aja. Cari tempat ya. Gue nyusul Anna sama Vina dulu, mereka lagi beli piscok."
Adhira mengacungkan jempolnya, lalu pergi mencari tempat untuk mereka bertiga. Semua tempat duduk penuh. Ia keluar area kantin dan melihat bangku kosong di pinggir lapangan.
Di situ aja, deh.
Adhira duduk. Ia melihat sekitar sambil menunggu Anthea, Ayanna, dan Vina. Adhira merasa kikuk dengan suasana ramai di luar kelas. Ini yang membuat Adhira malas untuk beristirahat di kantin, lebih baik membawa bekal dari rumah lalu di makan di kelas.
"Laaaaaa!" panggil Aksa—teman cowok berantemnya Adhira
"Ih, apaan sih lo, Sa! Kaget bego!"
"Tempat gue ini. Ngapain lo di sini?"
"Ngalah dong sama yang lebih tua!" kata Adhira sambil berdiri.
"Yang tua justru ngalah dong sama yang muda! Di busway aja emak-emak rela berdiri demi anaknya"
Anthea, Ayanna, dan Vina datang. "Heh! Nggak di kelas, nggak di luar kelas, beranteeemm mulu. Lama-lama gue jodohin ya lo berdua!" kata Anthea.
"Diem dulu lo, antena!"
"Nama kembaran gue Anthea Indira ya, Aksa Ravindra! A-N-T-H-E-A. ANTHEA!"
"Iya deh. Gue mau ngatain nama lo tapi terlalu kasar."
"Apa emang?"
"Ayan-na."
Ayanna memasang raut kesal. Aksa menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya sambil mengatakan 'peace'.
YOU ARE READING
Half Past
Teen FictionBaca dulu deh. Belom tau mau isi deskripsi apa, hehe. Semoga suka ya! Salam dari Aksaaa~
