Prolog

130K 3.4K 163
                                        

WARNING ! Mengandung konten dewasa, hanya di peruntukan untuk usia 17+
Di bawah itu harap bijak dalam memilih bacaan.


Prolog


Sonya Belovita Angeline, seorang wanita yang sudah di kategorikan dewasa, mengingat umurnya kini sudah mencapai 26 Tahun.

Dan diusia itu, tuntutan dari keluarga besar dan pertanyaan seperti kapan nikah? Mana calonnya? bawa kerumah dong, mau gak di jodohin sama si anu dia baik dan bla bla bla. Sudah tak asing lagi di dengar, bahkan mungkin akan sampai membuat muak saking seringnya.

Tak terkecuali Sonya, dirinya sudah hampir matang mendengar semua itu. Fokusnya sekarang adalah mencari calon suami dan segera menikah, agar tidak selalu di borong dengan rentetan pertanyaan yang isinya sama, entah itu dari orangtuanya sendiri atau dari keluarga besarnya.

Hal yang paling Sonya tidak suka adalah pertemuan keluarga, di mana semua anggota keluarganya berkumpul dalam sebuah acara, bisa pernikahan saudara, silaturahmi keluarga, arisan keluarga atau berbagai acara lainnya dimana melibatkan keluarga dan saudara-saudara yang lainnya berkumpul menjadi satu. Dan saat itu pasti semua orang akan menghujaninya dengan pertanyaan seputar calon suami dan pernikahan, itu semua membuat Sonya pusing saja.

Sejujurnya ada satu lelaki yang selalu mengejar dirinya, sayang nya lelaki itu masih sangat muda, Sonya biasa menyebutnya berondong tengil.

Namanya Brandon Geanovanto, lelaki berusia 19 Tahun yang masih kuliah. Lelaki itu sudah mengejar Sonya sejak Brandon kelas 2 SMA, dan kala itu Sonya sudah menjadi seorang wanita karier, dia sudah bekerja di sebuah perusahaan multinasional.

Tapi Brandon tetap gigih memperjuangkan Sonya, entah sekuat apapun Sonya menolaknya, mengusirnya menjauh, dan meragukannya. Itu semua tak membuat Brandon gentar, bagi berondong tengil satu itu maju tak gentar pantang pulang sebelum menang.

Padahal selama ini Sonya betah menjomblo karena menunggu cinta pertamanya yang bernama Ardi, lelaki yang sudah Sonya cintai sejak lama. Tentu saja Ardi menjadi saingan cinta terberat bagi seorang Brandon.

"Sonya, kenapa sih kamu selalu nolak aku terus? Apa kekuranganku?" tanya Brandon setelah berulang kali di tolak oleh perempuan yang dia cintai sejak dulu, semua perjuangan sudah dia lakukan tapi mengapa wanita itu tetap saja menolak dirinya? Sebenarnya apa kurangnya Brandon?

"Maaf Brandon, kamu lebih baik cari wanita yang seumuran saja denganmu. Kamu tau jarak usia kita? Aku tujuh tahun lebih tua darimu." Itulah jawaban yang mampu Sonya berikan, Karena sejak dulu dia sudah menolak tapi tetap saja Brandon tidak mau mundur. Entah karena rasa percaya dirinya tinggi atau dia tidak punya malu. Tapi bagi Sonya dirinya tidak mungkin bersama berondong tengil itu karena jarak usia mereka sangat jauh. Apa kata orang lain nantinya? Itulah yang selama ini menjadi alasan Sonya selalu menolak Brandon walau sekeras apapun lelaki itu berusaha.

"Oh, astaga, apa masalahnya? Usia itu bukan masalah, Babe. Ingatlah, aku pasti akan membuatmu menjadi milikku." Brandon sudah kehabisan akal, baginya jika selama ini cara baik-baik masih saja ditolak maka dia harus menggunakan cara yang licik untuk bisa mendapatkan Sonya.

Terserah oranglain mau menyebutnya apa. Kegilaan? Obsesi? Dia tidak perduli, yang Brandon tau dirinya hanya sudah jatuh terlalu dalam ketika mencintai perempuan bernama Sonya Belovita Angelin.

Sampai Suatu hari mereka keluar kota bersama untuk mengerjakan sebuah proyek besar kerja sama antara perusahaan tempat Sonya bekerja dan perusahaan yang Brandon pimpin.

"Bocah, apa yang kau lakukan huh! Kau mengikatku?!" kesal Sonya saat terbangun dari pingsannya dan mengetahui dirinya sudah terikat di sebuah ranjang dan dirinya berada entah dimana.

"Shhtt, Babe, jangan memanggilku dengan sebutan bocah terus, aku sudah cukup dewasa dan sangat mampu membuat bocah-bocah kecil yang lucu-lucu bersamamu!" ujar Brandon sambil mengerlingkan matanya.

"Bocah tengik sialan! berondong tengil bajingan, lepas kan aku! Bukankah kita kesini karena akan mengerjakan proyek besar, kenapa kau malah mengikatku bocah?" kesal Sonya sambil terus meronta minta di lepaskan.

Brandon berjalan mendekati Sonya dan mengecup singkat bibirnya.

"Jangan terus mengumpat padaku Babe, itu tidak baik tau. Aku ini calon suamimu, masa kamu begitu pada calon suami hmm? Mau durhaka?" Brandon terkekeh membuat Sonya mendelik tajam kearahnya.

"Dalam mimpimu!" teriak Sonya.

"Oh iya, kita langsung mulai saja mengerjakan proyek nya." Brandon merubah ekspresinya menjadi ekspresi penuh kelicikan.

Sonya sedikit lega dan menghela napasnya.

"Betul itu, semakin cepat selesai semakin bagus, aku malas jika berada dekat denganmu terus ... ayo lepaskan ikatan ini," pinta Sonya yang sudah mulai menurunkan emosinya karna dia pikir mereka akan segera pergi meninjau lapangan.

"Wah, kamu tidak sabar sekali, Babe, tapi justru jika proyek itu selesai kamu akan semakin dekat denganku." Ucapan Brandon membuat Sonya bingung.

"Maksudnya?" tanya Sonya sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Kita ke sini memang akan membuat proyek, tapi bukan proyek kerjasama perusahaan. Melainkan proyek memproduksi bocah-bocah kecil kita Sonya." Brandon membelai rambut Sonya sambil tersenyum penuh arti.

Sonya seketika menegang, matanya sampai membulat saking kagetnya.

"Brandon ... a-apa maksudmu?" tanya Sonya gugup dan sudah mulai dilanda rasa cemas.

"Aku sudah bilang Sonya, jika dengan cara baik-baik aku tidak bisa mendapatkan dirimu, maka jangan salahkan aku jika aku menggunakan cara yang licik!" jawab Brandon dengan senyuman liciknya.

"Bocah tengik sialan, lepas ... lepaskan aku!" Sonya mulai meronta ketakutan.

Brandon semakin mendekati Sonya dan mulai mencium area wajahnya.

"Hiks ... Brandon kumohon jangan!" Sonya mulai terisak dan memohon pada lelaki itu.

"Terlambat Babe, aku hanya akan berhenti ketika kamu sudah mengandung anakku." Brandon mulai melakukan aksi bejatnya itu. Sonya merasa dirinya sangat hancur, kenapa dia harus menyerahkan masadepannya pada bocah ingusan, keras kepala, seenaknnya dan berondong tengil seperti Brandon? Dia benar-benar tak menyangka bahwa garis nasibnya menggariskannya harus seperti ini.

TBC

Tinggalkan Vote dan Komennya 🙏😁 jangan lupa follow Author

SUAMIKU Berondong Tengil (Repost)Stories to obsess over. Discover now