Bagian 1

40 3 0
                                        

Ada bagian yang hilang saat kau memutuskan untuk pulang.
Aku salah sebab mempercayaimu hari itu, dan kesalahan terbesarnya adalah sampai detik ini aku masih melakukan kesalahan itu.

🐾

Discha menatap kearah ponselnya, melihat beberapa notifikasi WhatsApp dari teman-temannya. Namun, ia memilih untuk tidak membukanya. Karena ia sudah bisa menebak apa isi dari pesan-pesan tersebut.

Ya, hari ini adalah tanggal 12 september.
Hari dimana 17 tahun yang lalu seorang Nadelia Discha memulai petualangannya di semesta.
Orang-orang bilang ini adalah "Sweet Seventeen" Tapi Discha pikir memangnya apa yang manis dari angka 17? kita hanya semakin memahami kenyataan sebenarnya tentang kehidupan, memahami sesuatu yang membuat pikiran hanya terasa semakin padat dan melelahkan; ia hilang tujuan.

Dulu saat masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, Discha akan bersemangat menjawab ketika ada yang bertanya
"Apa cita-citanya?"
"Arsitek"
Discha akan menjawabnya dengan tegas, tanpa memahami apa sebenarnya pekerjaan yang dilakukan oleh Arsitek.

Di bangku Sekolah Dasar, Discha sangat ingin menjadi seorang Dokter. Alasannya konyol, karena ia senang melihat orang orang memakai pakaian putih, rapi dan berjalan dengan tegas di koridor Rumah Sakit.

Discha ingin sekali memutar waktu ke masa lalu, dimana ia bisa bermain hujan, bermain kejar-kejaran, bermain sepeda atau bermain boneka.
Atau mungkin sebenarnya Discha ingin mengulang masa ---
Lupakan.

...

Ini adalah semester kelima Discha di SMA, semester depan mungkin ia sudah dihadapkan dengan berbagai praktek, dan ujian.
Discha bukan termasuk golongan anak yang masuk 5 besar, tapi setidaknya ia juga bukan anak yang malas untuk belajar.
Kali ini ia benar benar memanfaatkan setiap waktu luangnya untuk membaca ulang materi-materi kelas 10 dan 11.

"ICHAAAA!!" Seseorang berteriak dari balik pintu kamar Discha sambil mengetuk-ngetuk pintu.

Discha beranjak dari meja belajar dan membukakan pintu kamarnya. Discha melihat dua sahabatnya berdiri dihadapannya dengan wajah yang ditekuk. Mereka adalah Lili dan Fara, sahabat Discha sejak awal masuk SMA.

"Kamu ini gimana! Kenapa pesan dari aku enggak kamu baca?" Ucap Fara yang berdiri disana dengan nada kesal.

"Emang kenapa?"

Keduanya hanya menghela nafas berat.
"Yaudah deh."

"Happy Sweet Seventeen Nadelia Discha"
Fara mengeluarkan boneka beruang kecil yang ia sembunyikan dibalik tubuhnya. Sementara, Lili mengeluarkan kue tart mini dengan sebatang lilin hijau diatasnya.

Mereka berdua tersenyum, meski masih sedikit kesal karena rencana mereka untuk membuat kejutan malah gagal.
Discha terkekeh melihat kedua sahabatnya itu. Discha tahu alasan mereka berdua kesal, meski ia masih tak paham kejutan seperti apa memangnya yang sebelumnya sudah mereka rencanakan.

Discha meniup lilin kecil diatas mini tart yang dipegang Lili, dan menerima boneka kecil yang diberikan Fara.
"Makasih." Discha hanya tersenyum, ia tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan pada mereka berdua.

Seandainya mereka paham apa yang ingin aku utarakan, kehadiran mereka dalam hidupku saja sudah menjadi hadiah terbesar yang diberikan tuhan.

Discha memang tipikal orang yang tidak dekat dengan banyak orang, tetapi orang-orang yang dekat dengannya adalah orang yang sangat berharga baginya.

...

Dua jam setelah mereka bertiga membicarakan hal yang tidak jelas arahnya kemana, Lili dan Fara memutuskan untuk pulang. Sebenarnya, mereka berdua ingin tinggal lebih lama, tapi waktu mereka saja sudah terbuang untuk kejutan yang justru gagal.

Discha membuka laci meja belajarnya, dia membaca kembali surat yang tertulis dikertas origami berwarna biru muda dan dibungkus amplop coklat itu.

~~~

Waktu memang tak akan berputar kearah kiri. Tapi detiknya tidak akan pernah mampu menghapus setiap detak.
Aku percaya kau akan senantiasa percaya, bahwa aku tidak hilang, sebab kau akan menjadi alasan aku pulang.

Aku akan senantiasa mendo'akanmu dengan tulus, dan mengaminkan do'amu dengan Aamiin paling serius.

Desember

~~~

🐢🐢🐢

EvanescentWhere stories live. Discover now