Sepertinya topik mencintai dalam diam semakin ramai dibicarakan oleh orang-orang pada saat itu. Hal tersebut terjadi karena banyak dari kalangan selebgram ataupun influencer yang lain telah membuktikannya. Begitu juga teman-temanku yang terlalu menggebu-gebu setiap membicarakan topik ini. Mereka selalu mengharapkan kisah cinta seperti itu layaknya Fatimah dan Ali. Sementara aku hanya bisa menanggapi mereka dengan senyuman, karena aku belum pernah merasakan apa itu cinta selain dari keluargaku. Bagiku itu saja cukup.
Sampai akhirnya aku tanpa sengaja bertemu dengan seseorang yang langsung menyedot semua perhatianku. Seperti lavender yang langsung menyegarkan mata ketika melihatnya. Bedanya lavender semakin lama dipandang tidak menjadi masalah, tetapi dia jika semakin lama dipandang, aku seperti menabung dosa dalam diriku yang sudah terlalu banyak memiliki dosa ini. Seketika aku teringat obrolan teman-temanku yang mengatakan indahnya cinta dalam diam. Diam-diam mendoakan, diam-diam berharap nantinya dia yang akan mendampingiku seumur hidup. Aku tertawa, tak kusangka kini merasakannya sendiri. Jatuh cinta pada seseorang, tanpa berani mengungkapkannya.
Aku, Athafariz Farzan Arrafa Ridwan.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.