"kensi kamu lihat apa? ayo cepat mobilnya sudah tiba, kita harus segera berangat". Bentak sang ibu. Gadis itu pun segera naik ke mobil dan mereka pun bergegas. Dia adalah Canddsie Ma'carddy, seorang gadis cantik jelita yang mengidap penyakit Skizofrenia. Begitulah perlakuan orang tuanya kepadanya srhari-hari. Dia gadis pendiam yang tak begitu mempedulikan orang lain, atau mungkin tak punya keberanian untuk melakukannya, perasaannya kadang tercampur aduk begitu saja, semua itu disebabkan oleh penyakit mental yang dideritanya. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya Tuan dan Nyonya Ma'carddy, dan juga adik perempuannya yang bernama Lynddsie Ma'carddy. Mereka tinggal di sebuah pusat kota, namun karena alasan pekerjaan mereka akan pindah rumah ke pinggiran kota."Wah kakak lihat itu, banyak sekali pohon pinus", kata sang adik. "Iya indah sekali", balas Canddsie sambil tersenyum menatap pohon-pohon pinus yang berjejeran sepanjang jalan. Udaranya dingin saat itu, karena sedang turun salju. Beberapa jam kemudian mereka tiba di rumah lama neneknya. "Linsi, kensi ayo bangun... kita sudah sampai di rumah nenek", kata sang ibu sambil membuka pintu mobil. "Wah besar yah rumahnya", kata sang adik. Canddsie hanya mengangguk sambil menatap rumah neneknya yang besar dan terlihat cukup tua. Rumah itu adalah rumah lama nenek mereka sewaktu kecil, dan sudah lama tak di tempati."Ayo Kensi sana angkat barang-barangnya!", ujar sang ibu "Linsi jangan lari nanti kamu jatuh!!", sambung sang ibu. Beberapa menit kemudian,"Huuuffftt akhirnya semua sudah beres", kata Canddsie sambil menghela nafas setelah mengangkat semua barang-barang mereka. "Anak-anak apa kalian lapar?", tanya sang ibu. "Tidak bu, nanti besok saja, kami mau istirahat", jawab Canddsie. "Baiklah, bagaimana dengan Linsi?mau makan?","Nggak ah, capekk"Jawab Lynddsie sambil berjalan menuju kamarnya. Akhirnya malam itu mereka pun beristirahat karena kelelahan atas perjalanan yang panjang.
Keesokan paginya, semua bersiap-siap untuk beraktivitas. Ibu dan ayah mereka sedang sarapan untuk pergi bekerja, sedangkan Canddsie dan Lynddsie baru bangun tidur. Orang tua mereka telah pergi untuk bekerja dan memgurus surat-surat pindah mereka. Sementar itu Canddsie dan adiknya sedang beberes rumah. "Linsi tolong bantu aku disini dong",Teriak Canddsie. "Males ah, aku kan udah lakuin kerjaan aku... sekarang aku mau nyantai",Balas Lynddsie. Canddsie pun segera menyelesaikan pekerjaannya membersihkan rumah, sementara Lynddsie sedang tidur di kamarnya. "Linsi jahat banget sih ngebiarin aku kerja sendiri... Capek tau :'(... yaudah gakpapa biar aku yang beberes deh, mudah-mudahan mama jadi sayang sama aku", Kata Canddsie sambil naik ke balkon rumah. "Loh, kok disini gak kotor-kotor banget yah kayak di ruang lain? hhmmm.. tau ah", kata Canddsie terheran. Didengarnya suara langkah kaki seseorang dari belakangnnya membuat Canddsie terdiam sejenak. Dia perlahan-lahan mulai menoleh kebelakangnya, dan tiba-tiba...
YOU ARE READING
Is He Real?
RomanceGadis pengidap skizofrenia yg bertemu degan seorang pria misterius yang tinggal di rumah lama neneknya. Tetapi mengapa yang lain tak bisa melihatnya? Apakah dia nyata?
