PROLOG

512 18 3
                                        

Las Vegas, 07.30 a.m.
            Bunyi jam beker yang terletak di atas nakas yang berada di samping tempat tidur baru saja membangunkan seorang gadis berambut cokelat kehitaman. Dengan mata yang masih terpejam,tangannya mencoba mematikan bunyi jam beker tersebut.
           Shirleen Natasha Harold, dalam usianya yang masih terbilang muda yakni 24 tahun, putri tunggal dari Leena Bale dan Thomas Harold itu sudah mempunyai perusahaan penerbangan terbesar di Amerika Serikat saat ini.
           Dengan menunjukkan Sifatnya yang tegas dan dingin terhadap orang lain, Siapa yang menyangka di balik semua sifat itu ia menyembunyikan luka dan rasa benci yang teramat dalam. Menyembunyikan kerapuhan dirinya.

SN AIRLINES'S OFFICE 12.30
         Shirleen selesai memimpin rapat yang dilaksanakan untuk membangun kerjasama dengan perwakilan Dubai Airlines. Kepalanya sedikit pusing karena dua hari ini ia tidak dapat tidur karena memikirkan pekerjaan.
        Saat Shirleen kembali ke ruangannya Shila Dominick, sahabat yang merangkap menjadi sekretaris dan asisten pribadi Shirleen memberitahu sesuatu padanya "Miss, Mr Harold menghubungimu, tapi ponselmu tidak aktif, katanya ada hal penting yang harus dibicarakan denganmu." Ucap Shila
"Aku sedang tidak ingin berbicara pada pria itu Shila, dia hanya bisa memancing amarahku, kau tahu sendiri kalau aku marah akan seperti apa?." Ujar Shirleen tegas. "Dan bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan itu jika kita tidak membahas pekerjaan? Karena aku tidak menyukainya." Lanjut Shirleen dengan nada yang dibuat agak sedikit kesal. Sahabatnya itu hanya tersenyum dan kembali berkata "jadi apa yang harus kulakukan dengan Mr Harold?."  "Biarkan saja Shila, bisakah kau meninggalkanku sendiri untuk beberapa waktu? Aku butuh istirahat sebentar..". Jawab Shirleen lemas.
"Baiklah, kalau kau memerlukan sesuatu kau bisa memanggilku". Lalu Shila meninggalkan Shirleen sendirian.

Shirleen berusaha untuk mengistirahatkan tubuhnya, tetapi tidak bisa Shirleen terus menerus memikirkan apa yang terjadi enam tahun yang lalu, yang membuat dirinya terluka, yang membuat dirinya menanam kebencian, yang membuat dirinya tidak dapat mengendalikan amarahnya. Bagaimana pengkhianatan yang dilakukan ayahnya, bagaimana ia ditinggalkan orang yang sangat dicintainya.

Shirleen terlalu larut dalam pikiranya sehingga ia tidak menyadari kedatangan Leena Bale, ibunya

"Apa kabar Nata?". Ujar Leena
Nata Adalah panggilan Shirleen untuk orang-orang terdekatnya. Tersadar dari lamunannya, Shirleen mendongak dan ia terkejut melihat ibunya berada sekarang di ruangannya. Ia langsung berdiri dari kursinya dan langsung menghampiri Leena dengan raut wajah yang ceria " i miss you so much mom, kenapa tidak menghubungiku kalau mom akan kesini?" Ujar Shirleen

~to be continued


Gimana readers? Mau lanjut?
Harap dimaklumi ya,, soalnya ini cerita pertama yang aku bikin..
Semoga kalian suka ya🤗🤗😇😇

SNH ( JUDUL AWAL HER PAIN ) Stories to obsess over. Discover now