17 November 2016
"Chan! Tunggu aku! " aku berlari mengejar Chan yang berjalan jauh didepan ku. Ia berhenti dan menoleh ke arah ku.
"Cepat lah! Ini sudah pukul 2 dan aku harus sampai di dorm pukul 3" akhirnya aku berhasil mengimbangi langkahnya. Kami berjalan menyusuri lorong yang menuju ke gerbang sekolah.
"Hah hah... Kau... Berjalan dengan... Cepat" dengan terengah engah aku memukul lengan nya pelan.
"Maafkan aku" ia tersenyum seraya menggandeng tangan ku.
"Ingin ikut ke dorm? " ia menawari ku untuk ikut dengan nya.
"Memangnya diperbolehkan? "
"Aku sudah bilang ke direktur utama dan kita diperbolehkan untuk menjalani backstreet" aku dan Chan menjadi kekasih saat awal dia debut.
"Tapi, bagaimana tanggapan fans mu nanti? Apa mereka tidak marah? "
"Aku tidak tahu" kami memasuki mobil yang menunggu didepan gerbang. Papa memberi satu sopir untuk ku, agar aku bisa pergi kemana pun jika tidak ada yang mengantar. Tapi, tentu saja harus meminta izin pada papa.
"Aku takut, mungkin sasaeng akan mengawasi ku" raut kesedihan terpampang jelas diwajah ku.
"Hey jangan sedih, aku akan berbicara dengan Minghao hyung untuk meminjam beberapa penjaga agar mengawasi mu "
"Tidak perlu berlebihan! Apa aku harus mengingatkan mu kalau aku atlet taekwondo? Lagi pula papa juga punya mata mata yang mengawasi ku" dia hanya tertawa pelan
"Kau lihat mobil sedan dibelakang sana dan orang didekat tiang listrik yang berada di sebrang gerbang sekolah tadi?" tanya ku pada Chan yang langsung mengikuti arah jariku.
"Ya aku melihatnya, lalu? "
"Mereka mengawasi ku, selalu " dia tercengang.
"Aku tidak takut pada sasaeng, aku hanya takut mereka menyakitimu." lagi lagi Chan hanya tersenyum
"Terimakasih telah menghawatirkan aku. Jadi bagaimana? Mau ikut atau tidak?" Ia menggenggam tangan ku dan mengelusnya pelan. Seolah olah sedang mengatakan 'jangan khawatir, aku baik baik saja'.
"Aku akan tanya papa dulu" aku menarik pelan tangan ku dari genggaman nya. Dengan segera aku mengetikkan pesan yang dalam jangka waktu 2 menit dibalas dengan jawaban "iya, tapi ganti baju dulu ^_^"
"Aku harus mengganti baju. Kau bisa ke dorm duluan aku akan menyusul nanti"
"Baiklah, aku akan menunggu mu"
"Eoh? Sudah sampai ternyata? " aku terlalu larut dalam pembicaraan hingga tidak menyadari jika kami sudah sampai di depan dorm Seventeen.
"Nanti jika aku tidak ada di dorm kau bisa menyusulku ke perusahaan lebih tepatnya ruang dance"
"Baiklah, selamat beristirahat! Aku akan menyusul, sampai nanti" Chan mengelus rambut ku lalu berpamitan pada sopir ku.
"Langsung kerumah ya, paman" paman Jung hanya mengiyakan.
"Apa papa bilang akan pulang jam berapa? " tanyaku pada paman Jung
"Tidak, tuan hanya bilang kalau hari ini beliau akan pulang larut "
"Tenang saja, aku dan istriku akan menginap hingga tuan datang" sepertinya paman Jung melihat wajahbku yang khawatir dari spion.
"Ah benarkah! Baiklah, aku akan bermain dengan Heejin saat pulang"
Jika kalian menanyakan, dimana mama ku? Mama sudah bercerai dengan papa sejak 4 tahun lalu dan adik ku juga ikut mama. Papa adalah CEO dari perusahaan yang cukup berpengaruh di korea. Dia selalu memanjakan ku tapi aku selalu marah ketika ia memberiku fasilitas yang terlalu mewah.
