Chapter 1

136 12 1
                                        

Kamal Pov

Jum'at 13 November 2018 adalah hari kepindahanku ke seoul korea selatan🍃 Sebenarnya cukup lama aku tinggal di brazil dan sekolah di sana, dan di seoul ini aku melanjutkan pendidikan ku sebagai seorang mahasiswa Ilmu kedokteran bedah saraf.

Aku pindah ke Seoul hanya sendiri, aku tinggal di sebuah apartemen, apartemen ini sudah dibeli beberapa hari yang lalu oleh ayahku dia seorang pengusaha besar di brazil. Awal nya sih aku di tawarkan oleh ayahku untuk meneruskan usahanya tapi aku tidak mau langsung menjadi seorang pengusaha sukses hanya karena hasil orang tua bukan dari diri sendiri makanya aku pindah ke seoul untuk menjadi dokter di sini, dan aku harus memulai kehidupan baru melemar pekerjaan. Melamar pekerjaan? Iya aku akan melamar pekerjaan untuk kehidupan ku karena aku tidak mau bergantung terus dari aya atau ibu ku.

By the way Aku ini Kai Kamal Huening. Panggil aja Kamal atau ningning soal nya di brazil aku suka di panggil seperti itu hehehee..
Karena hari ini adalah hari kepindahan ku untuk pertama kalinya dan orang tuaku tidak mengantarku karena aku menolaknya kasian mereka udah pada ngumur nanti kecapean, aku udah gak khawatir sama mereka karena mereka di sana sama dua kakak perempuan ku. Tapi pasti saja aku akan merindukan mereka disni..

"Tututuuut" suara panggilan telpon

"Iya, anyeonghaseyo"

"Ini mama nak"

"Owh mama, ada apa ma?"

"Kamu udah di apart?"

"Udah ma, cape banget tadi di perjalanan"

"Iya nak, jangan lupa makan dan jaga kesehatan ya, pasti mama rindu sama kamu"

"Hemm.. pasti kamal juga rindu sama mama"

"Jaga baik baik ya. Udah ya mama tutup dulu telponnya"

"Iya, bye mama"

"Titut"

Itu tadi mama ku nelpon, mama emang suka kaya gitu padhl baru beberapa menit yang lalu nelpon aku terus nelpon lagi, itulah kekhawatiran ibu pada anaknya. Makin sayang deh sama mama..

Aku mesti beres-beres hari ini cuman beres-beres baju sih, di sini semuanya udah ada barang-barang dapur ada kulkas udah ada isinya, tv ada.

09.45PM

"Wahh.. Indah sekali langit seoul di sini banyak bintang. Aku lagi di atap gedung ini makanya bisa liat bintang wkwkkk"

Aku menghembuskan nafas dan menatap langit yang penuh dengan perhiasannya. Sangat indah untuk dipadang, bulan yang bulan bercahaya dan bintang yang berkedip angin yang menghembus ini lumayan cukup buat menghilangkan rasa lelahku☘

"Brugh" terdengar suara seperti orang terjatuh

Aku yang mendengar itu kemudian mencari sumber keberadaanya. Tak jauh dari tempat awal ku aku melihat dua orang sedah berkelahi tapi lihat itu!! Apa yang dia lakukan😲 itu pisau, tidak!! Dia akan menusuk nya kah? Apa dia buta lawaanya sudah lemah dan dia ingin menusuk nya dengan pisau.

"Yaa Kau!!! Apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu!!" Teriak ku

"Si-si-siap kau!!"

"Cepat letakan pisau nya atau akau akan menelpon polisi!!"

"Jika kau berani menelpon polisi aku akan menusuknya!!"

"Bbbbbaaiklah, aku tidak akan menlpon polisi tapi kau letakan pisau itu dan pergi dari sini!"

Aku menyuruh nya untuk pergi tapi dia berjalan mendekati ku.

"A a apa yang akan kau lakukan, sudah ku katakan letakan pisau itu!!" Aku merasa gugup dan takut sekarang.

Five MinutesDonde viven las historias. Descúbrelo ahora