Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Akhir-akhir ini sebuah villa tua menjadi bahan pembicaraan pemilik kekuatan supranatural. Hal itu terjadi setelah seseorang bermalam di sana dan mengalami gangguan.Hanya sehari namun sudah seperti di sebuah neraka baginya. Pria itu menyebutkan bahwa ia mengalami mimpi buruk yang berbeda-beda setiap ia terbangun dan apa yang ia alami tersebut terlalu nyata untuk disebut mimpi. Tak hanya sampai di sana, beberapa kali ia mendengar suara tawa para gadis setiap ia terbangun.
Beberapa pemilik kemampuan supranatural memang mengkonfirmasi bahwa memang banyak makhluk tak kasat mata dan gangguan tersebut adalah hal yang wajar terjadi di tempat seperti itu. Akhirnya sebuah komunitas pemilik kekuatan supranatural pun mencoba untuk mengunjungi tempat itu. Anehnya tidak terjadi seperti yang dikatakan oleh narasumber dan mereka tidak melanjutkan penyelidikan.
"Menarik sekali," ujar Choi Donghyuk, salah satu anggota komunitas sebelum akhirnya meninggalkan villa tua itu.
Tanpa diketahui oleh anggotanya, Choi Donghyuk kembali lagi dan membawa sebuah koper. Ia berniat untuk menyelidikinya lebih lanjut seorang diri.
***
Suara derit pagar besi terdengar nyaring kala Donghyuk membukanya. Ia menarik koper dan melangkah masuk tanpa ragu. Meski sudah singgah sebelumnya, hawa yang ia rasakan sama sekali tidak sama dan ia yakin, apa yang sebelumnya tersembunyi―lebih tepatnya bersembunyi kini mulai menunjukkan keberadaannya.
Donghyuk menyusuri lorong di dalam villa. Villa itu memiliki beberapa kamar dan ruangan. Meski tak ditempati, kondisinya masih cukup bagus, bahkan bisa dibilang terawat. Kondisi itulah yang akhirnya membuat Donghyuk memutuskan untuk kembali.
Untuk malam ini ia memutuskan untuk tidak melakukan sesuatu. Hanya berdiam diri dan menunggu di salah satu kamar yang ada.
Tak lama kemudian, ia menguap. Rasa kantuk tiba-tiba menyerangnya. Sebisa mungkin ia mencoba menahannya. Hal itu hanya berlangsung beberapa menit, hingga akhirnya tubuhnya roboh dan matanya terpejam.
***
"Ahjussi, apa yang kau lakukan di sini?"
Donghyuk membuka matanya kala mendengar seorang gadis bertanya padanya.
Donghyuk bangun dan mengamati sekitar. Saat ini ia berada di dalam ruangan sekelilingnya berwarna putih.
"Ini bukan di dalam kamar yang kutempati,"batinnya.
"Hmm, tepat sekali." Gadis itu seakan menanggapi apa yang tengah dipikirkan Donghyuk.
Ia kembali mengamati sekelilingnya namun tak ada seorang pun di sana.
"Kau tak akan bisa melihatku saat ini. Tapi tolong, keluarlah sekarang juga. Ketika kami sudah ada di bawah kendali, kami tak akan bisa menolongmu."
Konyol. Ini pasti mimpi.
Itulah yang dipikirkan Donghyuk.
"Ini memang mimpi. Buka matamu sebelum kau mendengar lonceng ketujuh berbunyi."
Bertepatan dengan itu, Donghyuk mendengar suara lonceng pertama.
"Ahjussi, cepat!"
Donghyuk diam. Rasa penasarannya jauh lebih kuat daripada mengikuti saran dari gadis yang entah di mana keberadaannya.
Lonceng kedua berbunyi. Jeda antara lonceng semakin singkat hingga akhirnya lonceng ketujuh pun berbunyi.
Tak terjadi apa-apa, setidaknya di menit pertama. Perlahan ruangan itu menggelap sampai tak terlihat setitik cahaya.