“Punten slurrr cewek cantik mau naik lift”
“Misi dong misi ah minggiran dikit”
“Apa sih dasar rempong”
Itulah suara hiruk pikuk pagi kepadatan karyawan kantor yang berebut naik lift untuk mencapai ruangannya di salah satu kantor Fashion kenamaan di Jakarta. Perempuan itu sudah malas sekali dengan kedua temannya yang sangat rempong hanya untuk menaiki lift. Lift yang seharus nya dapat di naiki 6 orang terpaksa hanya berisi 3 orang saja karena alasan yang dibuat buat oleh sahabatnnya ini.
“Seruni lo gak bisa kaya gitu sama karyawan lain kan mereka juga mau naik lift”
“Aduuuh neng geulis sekali-kali aja gak apa apa,ini kan spesial karena lo mulai kerja disini iya gak Dar?” ucap Seruni yang sedari tadi terus saja menampilkan senyuman lebar nya
“Iya dong lagian Gue gak mau desak desakan, udah wangi gini” ucap Dara
“Terserah kalian, kalau mbak Dinar tahu kelakuan kalian bisa-bisa dipecat”
Dara dan Seruni terkikik geli mendengar ucapan temannya itu. kemudian mereka melangkah keluar setelah lift berhenti di lantai 8 gedung itu terlihat beberapa kubikel yang diisi oleh divisi berbeda seperti di lantai ini terdapat dua divisi yaitu divisi 8 tim perancang dan divisi 2 tim perencanaan produksi dan juga ruangan Bos. Sedangkan di lantai 7 diisi oleh divisi 3 marketing dan divisi 4 produksi dan dilantai 1 dan 2 adalah display produk milik Dexter
“Jadi meja Gue yang mana nih?”
“Oh iya Gue lupa.lo harus nya ke ruangan Bu bos dulu” ucap seruni
“Hiih kenapa gak ngomong dari tadi”
“Hehe lupa sorry, Ruangan nya ada di ujung sana yang pintu nya warna putih”
Perempuan itu segera menuju ruangan yang ditunjukkan oleh Seruni setelah menemukan ruangan yang di maksud ia mengetuk pintu lalu terdengar suara perempuan yang sangat familier menyuruh nya untuk masuk.
“Dasar bocah nakal ya udah kenyang kerja di luar hah” Ucap Dinar kepada adik nya yang sudah menampilkan cengiran lebar nya
Anisa Naresha Atmaja atau biasa orang terdekat nya memanggil Icha anak kedua dari 3 bersaudara dari pasangan Nares Wira Atmaja dan Hanum Darina. lulusan sekolah Fashion ternama di Luar negeri 2 tahun lalu,dan mencoba peruntungan bekerja sebagai reporter disalah satu stasiun TV swasta. Walaupun begitu ayahnya tak melarang meski itu bukan bidang nya, dapat diterima sebagai reporter saja sudah menunjukkan bahwa Icha mampu, ayah nya hanya berpesan bahwa ia harus bertanggung jawab atas pekerjaannya.
Namun sejak 2 bulan yang lalu Icha memutuskan untuk resign dari pekerjaannya karena ingin fokus sesuai dengan bidang nya. Kakak nya bahkan sudah menawarkan jauh sebelum Icha lulus dari sekolah fashionnya untuk bekerja di kantor nya. Tapi karena tingkah absurd adik nya itu ia malah melenceng menjadi reporter.
Dan disinilah Icha di kantor 8 lantai milik kakak nya,dia sudah siap menjadi salah satu karyawan kebanggaan kakak nya. Walaupun 1 tahun terakhir ini dia di sibukkan dengan pekerjaannya menjadi reporter tak menyurutkan hobi nya menggambar sketsa rancangan busana. Sesekali ketika libur dia akan hunting kain dan membuatnya menjadi sebuah gaun yang mempunyai harga jual.
“Kan cari pengalaman baru Mbak” ucap Icha
“Terserah kamu deh yang penting kamu sudah disini, kamu masih bisa bikin sketsa kan?”
“Ya bisa lah Mbak walaupun 1 tahun aku jadi reporter berita aku masih mahir bikin sketsa rancangan busana. Jangankan itu disuruh bikin gaun sendiri juga Aku masih mampu” ucap Icha panjang lebar
“Syukur kalau gitu, mbak menempatkan kamu di divisi 1 bareng Seruni dan Dara juga beberapa perancang lain”
“Oke”
“Meja kamu satu ruangan sama seruni dan Dara”
“Aww mbak tahu aja kalau sama mereka otakku encer”
“Kalian kan memang begitu” ucap Dinar yang sudah kembali ke kursi nya dan mulai membubuhkan coretan Di kertas yang dipastikan hasil nya akan menjadi sebuah mahakarya yang indah.
“Oh iya nanti jam 10 kamu ikut rapat dan perkenalan sama divisi 1 dan 2. Bertahap,besok baru divisi 3 dan 4”
“Oke siap Bu bos kalu gitu karyawan mu ini mau ke ruangannya dulu” ucap Icha sebelum meninggalkan ruangan kakak nya. Icha terhenti ketika mengingat hari ini adalah hari dimana Mereka mengunjungi Bunda nya.
“Oh iya mbak” Icha memutar tubuh nya menghadap Dinar
“Ya?”
“Hari ini mbak gak lupa kan?” Tanya Icha pada sang Kakak
Dinar tersenyum dengan tatapan teduh. ”Nggak kok.Mbak gak lupa nanti kamu jemput Ayah ya, Mbak mau jemput Hangga sama mas Javas dulu kita ketemu disana saja ya Cha”
Icha mengiyakan perkataan Kakak nya kemudian berbalik meninggalkan ruangan kakak nya dan menuju ruangannya.
Seruni dan Dara sudah sibuk dengan pekerjaannya masing masing walaupun begitu mereka tetap lah sahabat Icha. Di meja yang akan ditempatinya terdapat buket coklat dan susu pisang kesukaan Icha.
“Aww buat Gue nih sini sini ingin pelukan” ucap Icha merangkul kedua sahabat nya yang tersenyum lembut kepada nya.
Setelah mengikuti rapat dan perkenalan kepada divisi 1 dan 2 tiga serangkai itu memilih menghabiskan jam makan siang nya di sebuah restoran yang tidak jauh dari area perkantoran. Mereka menghabiskan waktu nya untuk makan siang dan mengobrol.
“Jadi lo beneran udah move on dari mas Elvan nih?” tanya Dara yang masih fokus dengan makanannya
Icha mengiyakan perkataan Dara lalu Seruni memberi tatapan ragu kepada Icha
“Beneran kan? gak bohong?” tanya Seruni menuntut
“Iya ya ampun udah deh Gue memang udah beneran move on kok dari mas Elvan”
“Bagus kalau gitu cowok lain banyak yang lebih bertanggung jawab” ucap seruni
“Bukannya mas Elvan juga bertanggung jawab ya? Bukti nya dia nikahin mba Nadira pas tau dia hamil”
“Dara!!” Bentak seruni
Icha yang tengah fokus meminum kopi nya hampir menyemburkan kopi itu setelah mendengar bentakan Seruni. Dara yang tersadar akan perkataannya merasa bersalah dan meminta maaf kepada Icha
“Ishhh yaudah sih gak usah minta maaf memang begitu fakta nya, gak usah bahas itu lagi okey”
Akhirnya mereka menyelesaikan makan siang nya dan kembali ke kantor kecuali Icha ia langsung pamit pergi untuk menjemput ayah nya karena hari ini adalah hari peringatan kematian bunda nya yang ke 6. Seruni dan Dara yang mengerti pun menyuruh nya agar berhati hati di jalan.
“Ayah dimana? Aku jemput ya” ucap Icha dari sambungan telepon
“Ayah di rumah teman ayah, ayah shareloc saja ya tempat nya”
“Oke Yah”
Setelah mendapatkan lokasi nya Icha langsung menuju alamat yang tertera di Google Maps. Ayah nya sudah menunggu di depan pintu gerbang sebuah kesatuan angkatan militer di daerah tersebut.
“Aku baru tahu kalau ayah punya teman anggota TNI”
“Teman lama baru ketemu lagi kebetulan juga anaknya Kakak asuh adik kamu”
"Oww"
⏳⏳⏳
Dinar beserta anak dan suaminya sudah berada di pemakaman Bunda mereka. Bunga Lilly putih segar yang baru saja diletakan di pusara Bunda mereka membuat suasana terasa syahdu. Terlihat mereka mendoakan sang bunda agar tenang dan berada di surganya Allah. Hanum Darina adalah ibu dari Dinar kaila atmaja,Anisa naresha atmaja dan Arga geovan atmaja. Ia seorang aktivis kemanusiaan untuk anak anak yang putus sekolah sampai kemudian tragedi naas terjadi kepada nya saat ia mengantarkan Icha dan Arga berangkat sekolah,mobil yang digunakannya kehilangan kendali hingga menabrak pembatas jalan.
Keadaannya tidak baik baik saja meski langsung dilarikan ke Rumah sakit. Ia menghembuskan napas terakhirnya sebelum mendapat penanganan, Sedangkan Icha dan Arga harus menjalani perawatan di ruang UGD.
see you guys!
Vote dan comment sangat di apresiasi😘
YOU ARE READING
Bentuk Cinta
FanfictionBagaimana jadinya jika Anisa Naresha Atmaja berjodoh dengan seorang Abdi negara. Bukan sosok yang kaku melainkan sosok yang berkepribadian Supel dan humoris membuat hari hari seorang Anisa Naresha Atmaja terasa lebih berwarna setelah insiden pengkhi...
