"Janganlah kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama itu boleh (dimaafkan) sedangkan yang berikutnya tidak"
(HR. tirmidzi dan Abu Dawud)
-----
Cuaca dipagi hari yang sangat cerah sekali. Secerah hati seorang Aisyah Syakila Atmarini yang sedang merawat bunga di taman belakang rumahnya.
Diiringi dengan kicauan burung camar. Dan sinar matahari yang mulai beranjak naik.
Perempuan yang memiliki nama panggilan Aisyah ini memang sangat menyukai bunga. Bahkan sejak kecil ia pernah meminta kepada Abi dan Uminya untuk membuatkan sebuah taman bunga yang besar dan beraneka ragam jenis dan warna.
Abi dan Umi pun tidak pernah menolak keinginan anak bungsu perempuan-nya tersebut. Selagi itu merupakan hal positif.
Sampai sekarang-pun Aisyah tidak pernah meninggalkan dan melupakan tanaman bunga tersebut.
Seperti pagi ini, dengan suasana hati yang sangat menenangkan dan gembira tentunya. Aisyah menyiram satu-persatu tanaman bunga dengan penuh kegembiraan dengan di iringi lantunan Shalawat yang merdu.
Dari sejak kecil Aisyah selalu di ajarkan untuk selalu bershalawat. Karena banyak sekali manfaatnya.
"Aisyah, kamu dimana nak? " terdengar samar-samar suara Umi-nya memanggil dari halaman depan rumahnya.
Aisyah segera mengakhiri kegiatan menyiram bunga-nya dan segera menghampiri sang Umi.
"Umi manggil Ais ya tadi? Maaf ya umi tadi ais lagi menyiram bunga di taman belakang" Aisyah khawatir jika Umi-nya akan cemas terhadapnya.
"Iya sayang tidak apa-apa. Umi cuma heran aja kenapa sepagi ini anak gadis kesayangan Umi udah ngilang aja? Ternyata ada di taman toh" ucap Farida sambil mengelus kepala Aisyah yang dibalut dengan kerudung syar'i-nya.
"Hehe maaf ya Umi jika Ais membuat Umi khawatir" Aisyah langsung memeluk Farida yang penuh kasih sayang dan kenyamanan.
Farida-pun langsung membalas pelukan Aisyah dan sedikit mengelus puncak kepala anak-nya tersebut.
Aisyah memang sangat senang sekali bermanja sama Umi-nya tersebut. Bahkan dia sangat ingin menghabiskan waktu-nya itu bersama Farida jika disaat sedang libur panjang seperti ini.
Karena jika bukan libur panjang, Aisyah sangat jarang sekali kumpul-kumpul bareng keluarga terutama Umi-nya. Dikarenakan ia kuliah yang notabenenya jurusan yang di ambil Aisyah itu merupakan jurusan yang terkenal selain sibuk juga terkenal susah.
Ya, Aisyah mengambil jurusan Farmasi di sebuah Univeraitas ternama di bandung. Jika kata jurusan sebelah alias anak kedokteran, Farmasi itu sangat susah bahkan lebih susah daripada kedokteran.
"Kita sarapan dulu ya sayang. Yuk Abi sudah menunggu di meja makan" kemudian di balas dengan anggukan dan senyuman oleh Aisyah. Lalu keduanya beriringan menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, terlihat Bram yang sedang membaca koran dan ditemani dengan secangkir teh buatan Farida yang dibuatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Eh abi sudah nunggu lama ya? " tanya Aisyah pada Bram sambil menggeser kursi yang berada di samping Farida.
"Engga kok sayang. Abi baru saja selesai mandi. Eh ternyata ada Umi yang lagi nyiapin sarapan" Bram sedikit melirik Farida dan melemparkan sebuah senyum manisnya.
YOU ARE READING
Tanti Insidiatur
Spiritual"Bukan saya tak mencintaimu, tapi inilah caraku menjaga hati. Daripada dibakar bara api neraka, lebih baik dibakar oleh bara api kerinduan dalam menantimu walaupun harus menunggu lebih lama." -Aisyah Syakila Atmarini- "Kamu wanita pertama yang menar...
