hujan 1..

57 8 2
                                        

Disaat hujan datang kita selalu berada dalam tempat yang sama namun kita tidak pernah menyadarinya-Diandra yera mahendra.

Seperti biasa hujan sore ini membuat yera kembali duduk manis di depan kaca besar,dengan cokelat panas dan mata terus menatap ke arah jendela dimana hujan deras sedang mengguyur kota jakarta.ingin rasanya ia keluar dari kafe lalu menari di bawah hujan dengan rasa yang tentu sangat bahagia.tapi ia rasa itu seperti orang gila,jika orang lain yang berkomentar.dengan terpaksa ia hanya menatap hujan dari dalam kafe.

On the first page of our story
The future seemed so bright.

Yera mengambil benda pipihnya yang bergetar di atas meja yang bersebelahan dengan cokelat panasnya.

"Yera berada di kafe yang sering yera kunjungi"_yera

" jangan dulu pulang abang akan jemput yera." Ucap kezzon di sebrang sana.

"Astaga bang,yera bisa pulang sendiri"ucap yera menyakinkan.

"Udah pokoknya abang akan jemput yera,ngga ada penolakan,abang ngga mau yera sakit lagi"dengan nada penekanan kezzon langsung mematikan telponnya sepihak.

Yera memasukan ponselnya ke dalam tas nya lalu keluar kafe menemui abangnya itu.

Hujan enggan untuk berhenti membuat yera juga enggan untuk meninggalkan balkon kamarnya.ia terus tersenyum dengan tangan terulur kedepan menikmati tetes demi tetes air hujan yang membasahi telapak tangannya.

Tok tok tok..
Terdengar suara ketukan pintu yang membuat yera menghentikan aktivitasnya.yera langsung masuk ke kamar nya dan menutup pintu balkon.

Ceklek..

" sayang ayo makan malam." Ajak syelin mamah yera.

"Iya mah nanti yera nyusul"-yera

"Oke mamah tunggu di bawah ya sayang" dengan mengusap puncuk kepala yera.

"Iya mah" menunjukan senyum manis nya.

Yera menuruni anak tangga, untuk menuju ruang makan bersama keluarganya.

" hai mah.hai pah.hai bang ke upss hhe." Sapa yera dengan nyengir andalannya yang mampu mebuat kaum adam klepek-klepek.

"Eh dek yang bener deh lo kalo manggil.panggil tu yang cantik dikit napa. Bang ganteng gtu kaya oppa oppa korea." Panjang lebar kezzon.

" abang mau di panggil bang ganteng?" Tanya yera menyeringai.

" ya mau lah siapa yang ngga mau di panggil ganteng." Dengan gaya so cool nya yang mebuat cewe-cewe tingkat dewa klepek-klepek. Yera akuin memang abangnya ini ganteng.dan menjadi most wantted di sekolahnya..

"MIMPII!!" Jawab yera dengan penekanan.

Kezzon hanya mencibirkan bibirnya kedepan.semua pun tertawa melihat tingkah kezzon seperti anak kecil.kezzon yang di sekolahnya mendapat julukan most wantted bersama kedua temannya.menjadi anak kecil saat di rumah dan manja nya jangan di tanya_

Makan malam telah selesai yera masuk ke kamarnya karna waktu telah menunjukan pukul 10 malam.yera menghempaskan badannya di kasur king size nya.iya terbaring menatap langit-langit kamarnya.iya hanya merindukan hidup nya yang dulu.yang selalu di jadikan sebagai putri kerajaan.tapi itu dulu.

Alarm berbunyi yang mampu membangunkan yera dari mimpi indahnya. Jam telah menunjukan pukul 04.30 pagi.

Langsung ku ambil handuk.dan langsung membersihkan diri.dan bersiap untuk sholat subuh.

Yera menuruni anak tangga yang sudah siap untuk sekolah.

"Selamat pagi."sapa yera kepada semuanya.yera duduk di sebelah kezzon yang berkutat dengan ponselnya.

"Pagi " jawab syelin dan mahendra bersamaan.

"Yera ni roti nya sama susu yang udah mama buat" menyodorkan nya kepada yera.

"Iya mah" yera langsung mengambil roti dan memberikan selai cokelat kedalam nya.

"Dek mau bareng abang ga? Kayaknya mau hujan deh udah mendung nih! Teriak kezzon dari luar.

"Iya bang" teriak yera.

"Pah mah yera berangkat yah" yera menyalami keduanya.dan langsung keluar karena panggilan abang nya yang menggema melebihi toa mesjid.

Mereka berangkat di iringi dengan air hujan yang sangat deras.pagi ini suasana hati yera sangat senang.karena di setiap tetesannya terdapat kisah yang menyenangkan.

Mobil yang mereka tumpangi telah terparkir di parkiran sekolah.

"Dek ni payung" ucap kezzon memberikan payung polos berwarna abu'abu.

" makasih bang"Yera mengambilnya dari tangan kezzon.

Mereka berdua turun dari mobil dan menuju kelas masing-masing.kelas mereka yang berbeda arah membuat mereka untuk berpisah.karena kelas 12 yang letak kelas nya yang jauh mebuat kezzon malas.

HUJANWhere stories live. Discover now