Dimulai dari kopi darat

6 3 0
                                        

Kenalin, aku lian. Perempuan introvert, takut dan gemetar setiap bertemu laki-laki itu kelemahanku. Bukan hanya itu, kabur tanpa alasan pun sering ku lakukan setiap bertemu mahkluk yang berjenis kelamin laki-laki. Saat itu aku duduk dibangku kelas 1 SMK. Dan Sifat itu sudah ada sejak masih SMP, dan terbawa sampai sekarang. Tidak tahu kenapa, rasanya ingin melarikan diri tiap bertemu mereka.
Saat itu sedang trend kopi darat, sms-an, yang mana remaja wanita dan laki-laki saling bertukar pesan melalui ponsel, begitupun aku dengannya..
Iya dia adalah Laki-laki yang pertama kali jadi korban sifat anehku. Setelah perjalanan panjang smsan, kurang lebih hampir setahun kami begitu. Belum pernah bertemu, tiba saat bertemu aku malah membuat kesan negatif, bahkan mungkin melukai perasaan nya. Bagaimana tidak dia sudah menunggu selama setahun untuk bertemu. Tanpa sepatah kata setelah melihatnya aku pergi begitu saja. Saat itu aku menggunakan motor matic untuk menemui nya, di alun-alun dekat masjid, aku melihat sekitar yang mana orangnya? Saat itu hanya ada pria dengan kaos lengan panjang memakai topi, duduk diatas motor nya yang terparkir disamping masjid. Aku melewatinya sekali, kulihat dia sedang memegang ponsel, apa dia orangnya? Kemudian aku memutar balik, dan berhenti dibelakangnya. Dia menoleh kearahku, sambil berkata, lian ya?. Aku terdiam seperti dihipnotis, bergegas aku mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan nya.
Sayang aku gugup teramat sangat, hingga tanpa fikir panjang aku tancap gas tidak tahu mau kemana yang penting pergi dulu dari sini, dia bertanya mau kemana? Aku tidak menjawab, dan terus melaju.
Rupanya dia pun mengikuti ku dari belakang dengan motor giginya. Aku benar-benar gugup, saat itu aku melewati jalan yang menuju rumah temanku, baiklah berhenti disana saja. Setelah sampai aku memarkirkan motor didepan rumah tika. Dia pun melewatinya tanpa menoleh kearahku.
Aku melihatnya pergi berlalu, sungguh aku pun kesal dengan sifat ini, aku tidak bermaksud melukainya. berharap dia tidak salah paham dan tetap mau menemuiku di lain waktu ketika aku sudah benar-benar siap.
Sesaat lamunanku terhenti, ada pesan masuk darinya..

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 23, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

LDR Itu KamiWhere stories live. Discover now