1

19 0 2
                                        

Namanya Radina fayza.  Biasanya orang-orang memanggilnya radin. Pecinta coklat,  manis.  Ya, sama seperti dirinya,  manis.  Yang begitu istimewa dalam dirinya adalah dia begitu menghargai apa yang terjadi padanya,  apa yang terjadi didepannya dan disekelilingnya. 

Baginya setiap detik itu berharga,  mereka bisa menjadi kenangan indah yang mampu dikenang.  Asal kalian tahu.  Radina tak pernah melupakan kenangan semasa dia kecil.  Terutama bersama sahabat kecilnya itu,  Rangga.

Sayangnya,  sahabatnya itu kini tanpa kabar.  Saat mereka akan duduk di bangku SMA, radina memutuskan untuk pindah sekolah.  Radina pindah keluar kota.  Memang sangat berat meninggalkan kota kecilnya itu yang penuh dengan kenangan mereka.  Tapi mau bagaimana lagi demi mengejar impiannya.

"Ga,  gua pamit" ucap radina.
Mereka bertemu di taman kota, pertemuan terakhir bagi mereka berdua.
Rangga hanya diam.  Tak mampu berucap.  Dia sangat kecewa atas keputusan radina.  "Ga,  jaga diri lo" ucap radina sekali lagi.  Rangga menatap radina.  Radina menatap balik rangga lalu mengela nafas dalam,  ia tahu rangga saat ini benar benar kecewa. "Lo jahat" ucap rangga singkat.

Tanpa disadari air mata jatuh dipelupuk radina. "Gua minta maaf,  gua minta maaf" ucap radina menunduk menahan derai tangisnya.

Kelemahan Rangga adalah tak mampu melihat radina menangis.  Ia pun memeluk radina erat dan radina membalas pelukan nya. "It's okey din,  kejar impian lo.  Maafin gue." bisik rangga menenangkan. " gue sayang lo ga" ucap radina pelan. rangga mendengar ucapannya.  Ia memeluk radina lebih erat. 

Gue juga sayang lo din.  Ucapnya dalam hati.

---

3 tahun berlalu. Akhirnya  Radina lulus dari bangku SMA. Setelah kelulusan ia masih memiliki waktu 3 setengah bulan.  Untuk berlibur dan mengurusi kelanjutan pendidikannya.

Seketika ia terbesit tentang sahabatnya, rangga. Dan pada akhirnya muncul keinginan untuk berkunjung ke kota kecilnya.  Yang penuh dengan kenangannya. Ia pun meminta izin kepada orang tuanya untuk berlibur kesana.

Ia beranjak pergi menemui mamanya.

"Maaaaaah" panggilnya.  "Iyaa sayang kenapa? "Jawab Shinta.  Mama radina.

Radina menghampiri mamanya.  "Mah, liburan tahun ini aku ke Jakarta yah" ucapnya. 

"Ngapain? " tanya Shinta. 
"Mah,  aku rindu..  Dia" ucap radina pelan.  Shinta hanya tersenyum,   ia tahu apa yang terjadi pada putrinya itu. 

"Bukannya kamu lostcontact sama dia? " tanyanya. Radina hanya geleng kepala. 

"Kamu cari kabar dulu. Percuma kamu kesana kalau belum tahu apa apa tentangnya" ucap Shinta

"tapi mah,  aku yakin dia masih disana.  Dia nunggu.  Kalo buat masalah tempat tinggal kan ada sadrina mah,  atau enggak aku sewa apartemen aja" jawab radina meyakinkan

" iya radina,  untuk penginapan mama yakin kamu pasti bakal milih tinggal di tempat sadrina. Tapi mama cuma takut akan hubungan kamu sama dia.
Din,  jarak dan waktu dapat mengubah diri seseorang.  Setiap manusia butuh teman.  Sesayangnya rangga sama kamu dia juga butuh yang lainnya.  Malahan kamu gak kontakan sama sekali sama dia kan selama ini? " ucap Shinta memahami putrinya itu. 

***

Haye readers!!  Maap yah masih blepotan.  Maklum penulis amatiran.  Padahal gak suka nulis.  Lebih suka baca.  Tp mau nyoba aja kli aja bisa. Ya kan?  Btw ini cerita sedikit true aku ambil dri kisah punya orang.

Jangan lupa vote and comment nya yaa...  Itu penting banget buat aku.  Buat be better kedepanya:) makasiiiih::)

SoulmateWhere stories live. Discover now