1

37 5 12
                                        

"Enyahlah."
Kataku kepada beberapa gadis di hadapanku dengan wajah mereka yang berkeringat deras.

Mereka berlari dan meninggalkan ruangan dimana aku berdiri.

"Te..terima..kasih"
Ucap seorang menghampiriku yang sebelumya dikerubuti beberapa gadis yang ku usir tadi.
Rambutnya basah kuyup,beberapa tetes air jatuh ke pipinya, aku tak bisa menebak apakah itu air mata atau air pel yang disiramkan oleh beberapa gadis itu tadi.

Aku mengangguk dan berbalik arah.

"Tunggu!,a..aku.." ucapnya.

Sejenak langkahku terhenti dan
"Anne kan?" Potongku sambil tersenyum Menyeringai.

Ia hanya terdiam binggung,dan kakiku kembali melangkah.

/////////////////

Aku Falisia,Anne adalah alasan kenapa semua murid lain menjauhi ku sejak aku duduk di Sekolah Menengah Pertama.

Ia mengatakan kepada semua murit di sekolahku bahwa aku seorang pendiam yang sebenarnya psikopat,semua orang menjauhi ku sampai saat ini.
Aku tak tau alasan kenapa Anne menggatakannya ,tapi ku rasa Ia hanya iri dengan sesuatu yang aku miliki.

Walaupun bigitu,sejak setahun lalu saat kami memasuki SMA,setelah aku menolongnya dari pembullyan Ia berusaha mengubah mindset orang terhadapku dan mulai mencoba memperbaiki hubungan denganku.

"Hei, ngapain?"Sapa Handi,
Handi adalah sosok yang membuat semua orang berpikir bahwa diriku dan dirinya adalah pasangan kekasih.Dan kami tau hal itu hanyalah ada dalam pikiran mereka saja.

"hem.."Jawabku malas dan melanjutkan lamunanku kembali.

"coffee?"tawarnya dengan mencondongkan cup di tanggannya kearah ku.

"Tidak terimakasih"Tolaku dengan membuang mukaku kearah lain.

"Kalau begitu ini saja"Ia menempelkan sesuatu benda dingin ke pipiku.
Seketika aku tersentak dan memandangi ice cream di tanggan nya.

"Tentu saja aku tidak menolak" kataku sambil merebut benda dingin tadi.
Ia hanya tertawa kecil sembari memandangiku.

"Jadi apa mau mu?"Tanyaku sambil membuka bungkus ice Cream Vanilla ditangganku.

"Kencan."Jawabnya

"Apaaa!!?"Tanyaku kesal

"Canda doank,kerjain PR bareng?"

"Yaa!!!"Jawabku masih kesal.
Handi memang menyebalkan,tapi aku tak pernah bosan dengan dirinya.

"kringgggg!!!!!"

bunyi bell yang sanggat nyaring membuat telingaku hampir tuli,entah masih bisakah telingaku ini mendengar seorang sosok tua berdiri di depan mejaku dan mengomeli diriku yang sedari tadi tidur sampai jam pulang.

"Huaaahh" mulutku menguap dan diikuti tangganku menutupinya,entah hari apa yang aku lalui kali ini.

Aku celingak-celinguk mencari batang hidung Handi di koridor sekolah,tapi tak menemukannya.

"Sial,Kurasa Ia mengerjaiku kali ini"
umpatku dengan kesal.

Mataku tak henti-hentinya memandangi langit senja yang bertabur warna oranye dan sedikit berubah menjadi pink mungkin.

Langkahku terhenti saat menginjak sesuatu yang berbunyi,

"Aww!!!"

Aku kaget bukan main, kulihat Handi dengan sekujur tubuhnya yang babak belur tergeletak di pinggir jalan.

kutarik tanggannya ke sisi pundakku yang lainnya,ku bawa dia kembali ke sekolah, karena aku tau jika aku bawa dia kerumahnya atau rumahku entah apa yang akan dikatakan orangtuanya nanti,

Ku obati luka memar di beberapa bagian wajah dan tanggannya yang berdarah dengan kapas yang kutemukan dalam kotak P3K di ruang UKS.

"Aghhh..,biarkan saja nanti juga sembuh"
suruhnya dengan meringis kesakitan.

Tangganku berhenti dan duduk di sebelannya, kulihat Handi yang terus saja memegangi tanggannya yang seingatku aku injak tadi.

Hal ini sudah biasa aku lihat,Handi yang babak belur entah dihajar siapa,tapi aku tak pernah menanyakan alasan kenapa hal itu terjadi padanya,melihatnya saja membuatku malas bertannya.

"Aku mau pulang."Kataku sambil bangun dari dudukku.

Ia mengubah posisi tangannya yang sebelumnya memegang tangan lain yang sakit menjadi juluran tangan yang mengarah kepadaku,kutarik tanggannya dan menaruhnya di punggungku.

Kami menginggalkan ruang UKS dengan diriku yang berjalan sembari menggotong Handi berjalan menuju rumahnya,kakinya masih pincang entah sedari kapan,aku tak memperhatikan.

Ia tersenyum kecil saat aku melihatnya,
kutarik keras tangannya di pundakku,seketika senyumnya pun berubah menjadi rintihan.

"Aghh,..kurang ajar" rintihnya.

"Haahahaha!" balasku dengan terbahak-bahak.














#amatiran(╯°□°)╯︵ ┻━┻

UnforgettableWhere stories live. Discover now