Aku hanya sehelai daun
Yang jatuh tak ditimbun
Seperti halnya komedi kartun
Aku ditertawakan tiada ampun
Aku hanya sehelai daun
Berwarna hijau terselimuti embun
Tak sewangi sabun
Tapi aku tetap rukun
Aku hanya sehelai daun
Aku tumbuh di gurun
Pemukiman yang ramai meskipun
Juangku keras tiada ampun
Aku hanya sehelai daun
Untukmu aku pinta ampun
Antukku aku berlaga pikun
Karna ku hanya sehelai daun
