Namaku Aliya. Aku punya adik laki-laki kecil yang masih berumur 3 tahun bernama Adit. Umurku dan umur Adit berbeda 5 tahun. Umurku saat ini 8 tahun. Sejak kecil aku dan adikku tinggal bersama paman dan bibi kami serta anaknya yang bernama Naya. Orangtua kami menitipkan kami kepada paman dan bibi kami. Orangtua kami tinggal di luar kota. Aku pun tidak tahu kenapa orangtuaku menitipkan aku dan Adit kepada paman dan bibi.
Pada suatu hari saat bibi menyuruhku dan Naya pergi kepasar mengambil sayur yang sudah di pesan oleh bibi, namun Adit merengek minta ikut kami kepasar. Akhirnya aku dan Naya pun mengajak Adit. Ketika sampai di pasar, aku segera mengambil sayur pesanan bibi kepada pedagang sayur.
Namun, karena banyak sekali orang di pasar aku dan Naya terpisah oleh Adit. Aku dan Naya mencari adit mengelilingi seluruh sudut pasar. Namun, aku dan Naya tidak menemukannya. Aku sangat merasa bersalah, karena aku tidak bisa menjaga adik kecilku yang mungil itu. Aku dan Naya pun segera pulang memberi kabar kepada paman dan bibi.
"Paman..bibi.. tolong cari Adit..." Ucapku menangis.
"Adit kemana Aliya!" Ucap bibiku.
"Adit hilang di pasar bu." Ucap Naya.
"Kalian gimana sih, kenapa kalian gak pegang Adit erat-erat!" Ucap bibi panik.
"Sudah-sudah. Mendingan sekarang kita cari Adit." Ucap pamanku.
Kami pun kembali ke pasar untuk mencari Adit. Namun, sudah seharian mencari kami tidak bertemu dengan Adit. Aku sangat sedih dan menyesal.
"Kamu sabar ya Aliya. InsyaAllah Adit gapapa. Kita berdo'a aja ya Aliya." Ucap Naya.
"Ini semua salah aku nay. Aku gak bisa jaga Adit." Ucapku.
"Ini semua juga salahku Al. Aku juga gak bisa jaga Adit." Ucap Naya.
Paman dan bibiku pun mencoba menghubungi orangtuaku yang tinggal di luar kota. Namun, handphone mereka tidak aktif.
Semalaman aku dan naya tidak bisa tidur memikirkan Adit.
"Mendingan kalian tidur. Ini sudah malam. Besok kita cari Adit lagi." Ucap pamanku.
"Bener ya, paman." Ucapku.
"Iya. Lebih baik sekarang kalian berdua tidur." Ucap bibiku.
Aku dan Naya pun segera masuk ke kamar kami. Besoknya, kami pun mencari Adit lagi. Tetapi, kami tidak menemukannya. Sudah satu Minggu kami mencari, namun tidak menemukan Adit. Aku sangat merasa tidak becus menjadi seorang kakak. Aku kakak yang bodoh. Namun kami tidak putus asa, kami selalu mencari dan mendo'akan supaya Adit baik-baik saja.
YOU ARE READING
Rindu yang Terpendam
RandomKetika Aliya bertemu kembali dengan orang yang dia cintai dan sangat berharga di hidupnya.
