Jangan menilai buku dari sampulnya.
***
Apa itu hidup? Hidup adalah suatu hal yang bisa membutmu merasa nyaman, dengan caramu melakukan kegiatan sehari-hari. Jika sehari-hari kamu belajar, maka belajar adalah hidupmu.
Sama seperti Cika, sehari-hari dia selalu berpura-pura, maka berpura-pura adalah hidupnya.
Kali ini Cika sedang berjalan menuju perpustakaan. Jika kalian pikir dia ingin membaca atau meminjam buku kalian salah besar.
Dia sedang mencari seseorang didalam sana.
"Are you Cika?" Tanya orang yang entah sejak kapan ada di belakangnya.
"Iya, dengan saya sendiri." Jawab Cika merinding bagaimana tidak orang yang tadi bertanya memakai switer warna hitam bersama tutup kepalanya dan masker berwarna serupa.
"Good, you can call me Mr. X. Saya yang mengirim pesan padamu."
"Baiklah. What are you do Mr. X?"
"Saya mempunyai penawaran untukmu. Lakukan perintah dari saya atau mati sekarang juga."
"Itu bukan penawaran Mr. X, tapi ancaman." Kata Cika mengoreksi.
"Baguslah jika kamu sadar." Ucap pria itu, sambul mengeluarka Smirk Devil dibalik maskernya.
"Jadi apa rencananya?"
•••»«•••
Lidya, Zoya, dan Citra sedang berjalan menuju kantin. Sambil sesekali menengok kanan dan kiri, mencari seseorang.
"Ish! Dimana sih si Cika dari tadi kaga nongol-nongol!" Kata Citra kesal.
"Tau ni anak ngeselin banget tau gak?" Tambah Lidya.
"Tenang aja nanti kalo ketemu kita keroyok aja." Santai Zoya.
"Hai kawan-kawan kangen aku ya.. hayo ngakuu..." kata orang yang tiba-tiba nongol di belakang mereka.
"Ini nih... yang dari dicariin. Heh kemana aja sih lo??! Cape nih gue dari tadi keliling-keliling nyariin lo?!" Omel Lidya kesal.
"Emang kita keliling-keliling ya? Perasaan tadi dari kelas terus jalan mau ke kantin deh... dimana keliling-kelilingnya?" Tanya Zoya yang mendadak lemot.
"Penyakitnya kumat nih..." ucap Lidya mengambil ancang-ancang, dan....
"Aw... SAKIT LID SAKIT!!!" Teriak Zoya yang dijewer oleh Lidya.
"Makanya LEMOT tuh jangan di piara Zoya... tadi yang bilang mau ngeroyok kalo dah ketemu orangnya siapa hah? SIAPA??!!!" Geram Lidya.
"Oh iya. Lupa elah.." jawab Zoya sambil memegang kupingnya yang merah gara-gara dijewer oleh Lidya. Lidya hanya memutar bola mata malas.
"Oke, lo abis dari mana?" Tanya Citra pada Cika.
"Kan tadi sebelum aku berangkat aku bilang mau ke perpus." Jawab Cika ringan.
"Tapi tadi lo tuh aneh banget tau gak? Masa abis dapet SMS lansung ngaprit? Kaga jelas elah..." bingung Citra.
"Itu.. itu karena tadi doi yang ngirim SMS.." jawab Cika sedikit gugup. 'Sorry, aku bohong sama kalian. Karena mana mungkin aku mau kasih tau kalian yang sebarnya. Aku gak mau ngelibatin kalian.'
"Ka! Elah, malah ngelamun lo. Dah jangan mikirin doi nanti gila aja tau rasa lo. Mending sekarang ngisi perut, cacing-cacing dalam perut gue udah mintan jatah nih dari tadi." Ucap Lidya.
"Yuk ah, capcus!" Komandan Zoya yang lamgsung disetujui oleh kedua temannya, meninggalkan Cika dibelakang.
Cika menatap nanar layar ponselnya. Haruskah ia melakukannya? Lalu ia segera menyusuli ketiga sahabatnya itu.
_______________________
From:08XXXXXXXXXX
Saya tau kamu Cika, datanglah ke perpustakaan atau Citra, temanmu akan mati.
/~_~\
Dikit dulu ya....
YOU ARE READING
Be Mine
Teen FictionWajah cantik nan menawan, sikap polos nan lugu, itulah Cika. Namun percaya kah kalian? Jika ku katakan bahwa dia... *(>_<)* "Aku bukan orang baik.."-Ancika Safira "Gue gak abis pikir sama otak lo."-Arya Refano "Fokus sama misi lo.." Riandi Zasitama ...
