Menapak jalan tak terarah
Sorot kilau cahaya kian memecah
Percikan rasa kian merekah
Namun hanya angan yang tak luput goyah
Dari hentingan rindu yang kian merambah
Rasa
Asa
Tak terasa
Hingga biasa
Merenggut luka
Rindu
Candu
Bak dadu yang beradu
Hanya menunggu
Manis
Namun terkikis
Tragis
Hati kian teriris
Hanya luka yang terbingkis
Apa kabar?
Sudahkah kau lupa mengenai kabar?
Datang sebentar
Hingga hati bergetar
Lalu, pergi tanpa ku antar
Lihat kembali bagaimana mentari pagi
Menyinari tanpa henti
Hingga tak pernah lupa diri
Lalu? Seperti apa jika aku seorang diri
Lupa akan terus menanti
Mengenai harapan yang tak kunjung pasti
Menyapa rembulan dalam kegelapan
Terbaring lesu dalam ketegaran
Bersama jejak garis bibir yang tak pernah terhapuskan
Hanya demi satu tujuan
Yaitu sebuah kepastian
Hai, Tuan
Apakah semua ini kau tunjukkan sebagai rasa bosan?
Bak cerita yang tertulis dalam papan
Hhm
Terdengar menyakitkan bukan?
Vita Dwitama Adetya
Pemalang, 18 Mei 2020
Yhaaaaa!
Akhirnya berani jugaa buat up coretan-coretan kentanggg ini😅
Maap banget kalo terlaluuu alay. But, thats my mind yang tercover jadi sebua puisi yangg yaaaaa mmmmm biasa ajaa awkkwkw
Jangan lupa read+vote ya mate💜
Ly all!
BINABASA MO ANG
Baris dan Deret Kata
PoetryIni bukan sebuah cerita yang ber-Episode Namun, ini sebuah coretan yang tercover dalam Puisi Menulis adalah tempat saya menuangkan kisah nyata maupun hanya sebatas imajinasi belaka Bagi kalian yang sudah berhasil menjadi seorang Penulis itu hal yang...
