The game

111 8 1
                                        

Ini bener bener pertama kali banget buat author bikin cerita bergenre mistery gini.

Jadi maaf kalo gk memuaskan ya

.

.

.

.

.

Hujan deras diiringi petir kilat menemani perjalanan mereka kesebuah rumah tua di daerah kotanya.

Seorang pria berambut merah tua yang menutupi bagian matanya melambatkan laju mobilnya setelah melihat ujung atap bangunan yg mereka jadikan tujuan itu terlihat.

Dia terlihat menyembulkan wajahnya kedepan daskboard untuk dapat melihat lebih jelas bangunan itu

Apa kita sudah sampai hyung?"ucap pemuda disampingnya
Sepertinya sudah"ucap pria berambut merah itu.

Sebut saja seungwoo.

Seungwoo menepikan mobilnya disamping gerbang bangunan itu.

Bangunan berlumut dengan daun menjalar di dinding putih kotor dan tampak petir kilat disamping bangunan itu yang membuat pemuda disamping seungwoo lebih takut dari sebelumnya.

Ketujuh pemuda itu turun dan berteduh dipohon beringin di seberang mobil mereka.

Mereka nampak mengusap bahu mereka guna menghangatkan tubuh.

Kau yakin hyung?"ucap pemuda sedikit lebih pendek dari seungwoo,Seungsik.

Aku yakin!kau takut hm?"ucap seungwoo lalu menatap seungsik dengan tatapan membunuhnya.

Wahh,bangunan ini sebenarnya tampak layat dipakai jika dibersihkan"ucap sejun sekenanya guna menghilangkan rasa takut yang menjalar ditubuhnya.

Sepertinya aku pulang saja hyung"ucap byungchan lalu hendak menyebrang menuju halte bus di samping mereka.

Banyak mobil berlalu lalang yg membuat cipratan air disana.

Jalanan nampak lebih hitam pekat akibat air hujan yang mengguyur jalanan membuat Chan bergidik memikirkan jika byungchan lari menuju halte bus diseberang,mungkin saja dia terpeleset lalu jatuh dan tertabrak mobil karena mobil tidak sempat mengerem.

Chan menggelengkan kepalanya lalu menarik kerah baju bagian belakang byungchan.

Seungwoo menggelengkan kepalanya.

Sebenernya bagaimana jalan pikiranmu byung?hujan seperti ini bus jarang beroperasi"ucap seungwoo lalu menjitak kening pemuda yg lebih tinggi darinya itu.

Byungchan nampak mengelus keningnya yang nampak agak memerah itu.

Hei ayo,hri mulai malam.jika kita tidak menyelesaikannya sekarang,terpaksa kita harus melakukannya besok.apa kalian mau?"ucap hanse lalu nampak berlari untuk membuka gerbang dan masuk kedalam.

Mereka akhirnya masuk dengan bagian atas baju mereka basah.

Mereka berjongkok dan menbersihkan debu juga daun dilantai agar lantai tersebut bisa mereka duduki,terkecuali seungwoo.

Seungwoo mengeluarkan benda yang akan digunakan untuk memulai permainan mereka.

Iya,ini bukan sebuah permainan seru seperti lainnya.
Ini adalah permainan memanggil arwah.

Kau yakin ingin melakukannya hyung?"ucap subin lalu agak membungkuk sambil menahan tangan seungwoo yang hendak mengeluarkan pensil dan kertas lalu berjongkok.

Seungwoo mengangguk.
Hei,bukannya kau tidak percaya akan adanya hantu bukan?jadi ayo kita tes apakah benar atau tidak"ucapnya lalu menyingkirkan daun kering yang berada dilantai itu dan mulai duduk.

''|The game [VICTON]|''Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora