Apa yang kalian pikirkan tentang definisi 'aneh'?
Apakah punya kebiasaan yang berbeda dengan kalian sama dengan 'aneh'? Banyak yang menyimpulkan kalau aku adalah orang aneh dan freak. Hanya karna aku jarang berbicara. Ada yang berani mengatakannya langsung padaku, tapi banyak juga yang hanya membicarakanku dibelakang. But, who cares?
Well, it's not that I'm not grateful enough for having a voice. Tidak. Aku tidak bisu. Lidahku tidak kaku, dan tenggorokanku juga baik-baik saja jika aku berbicara.
Memang pada awalnya aku tidak banyak bicara karna memang Phasa Thai-ku yang belum terlalu bagus. Ya seperti yang terlihat, I'm mixed. Ibuku orang Thailand, dan Ayahku orang Kiwi. And I used to live in New Zealand 'till my junior high.
Tapi, dengan bahasa Thailandku yang lumayan membaik selama SMA tidak merubah apapun. I tottaly understand what they've said. Hanya saja aku merasa, akan lebih baik untuk tidak mengeluarkan apa saja yang ada di pikiranku.
Maksudku, bukankah satu kata saja tidak bisa benar-benar mengekspresikan perasaan aslimu?
Saat kalian berkata
"Es krim ini enak." Apa benar hanya itu yang kalian rasakan? Bagaimana dengan rasa manisnya, dinginnya, kelembutannya, atau bahkan aroma kayu stick nya?
Lalu saat kalian bertanya
"Kamu mau kemana?" Apa benar kamu hanya ingin tahu dia mau kemana? Bagaimana dengan keingintahuanmu tentang, dengan siapa, untuk apa, mengapa kau pergi, apa aku tidak cukup asyik, dimana tempat itu dan yang lainnya?
So, is it weird for me to hold my voice when word can't really describe anything? This is my wolrd too tho.
YOU ARE READING
The One Who Break My Boundaries
FanfictionRam is a mixed race freshmen Engineering Student who has a special way to express himself. His voice was too expensive since he was barely talking. King is a super-smart sophomore Engineering Student who was very friendly dan care to other people (a...
