prolog

24 2 0
                                        

Malam ini salju turun cukup lebat dikota Seoul.Membuat kebanyakan orang enggan untuk keluar dari rumah mereka masing-masing dan lebih memilih menikmati secangkir teh ataupun bergelung dibalik selimut yang hangat, terkecuali Kim taehyung-pemuda yang saat ini sedang duduk bersandar disebuah gang yang sempit dan temaram.

Beberapa butir salju menumpuk di atas rambutnya yang kecoklatan, menunjukkan seberapa lama ia berada ditempat itu

Tak ada tanda-tanda darinya akan beranjak dari tempat itu, yang ia lakukan hanya menatap kosong sebuah luka sayatan dalam ditangan kirinya yang mengeluarkan darah. Membuat salju disekitarnya ternodai dengan bercak merah.

"Melakukannya lagi?!" Sebuah suara teriakkan membuatnya tersadar dari lamunan. Namun tak membuatnya menoleh ke asal suara.

Dikejauhan seorang gadis terlihat mendekat kearah taehyung." Tak bisakah kau berhenti melakukan ini?" Ucap gadis itu lirih.

Taehyung bangkit berdiri didepan perempuan tadi,menyisakan beberapa sentimeter jarak diantara mereka. Mata kelamnya menatap tajam tepat dimanik coklat mata sang gadis, membuatnya seketika menciut ditempat.

"Pergilah dari hidupku!" Sebuah kalimat dingin dan tajam itu terucap dari mulut taehyung setelah sepersekian detik keheningan menyelimuti mereka.

Ahn taekyun, gadis itu hanya bisa menundukkan kepalanya menahan tangis. Ia harus kuat menanggung semua ini,karena hanya Taehyung
lah sumber kekuatan dan kebahagiaannya.

"Tak akan pernah!" Jawab Taekyun lantang dan tegas. Ia kembali memberanikan dirinya menatap Taehyung yang mengukirkan sebuah senyuman pahit, membuat hatinya kembali teriris.

"Sandiwara apa lagi yang kalian tunjukkan kepadaku? Hah!"

Taekyun membuang nafas gusar, ingin rasanya ia memeluk Taehyung erat agar ia tahu betapa gadis itu sangat menyayanginya.

"Pulanglah, kembali bersamaku dan appa dirumah" pinta Taekyun tulus.

Tak ada jawaban. Taehyung hanya membuang muka kearah lain seakan ia adalah sesuatu yang menjijikan untuk dilihat.

"Kembalilah" Lirihnya lagi,ia mulai mengambil tangan kiri Taehyung yang terluka dan dengan perlahan membalutnya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa disaku mantel coklatnya.

Tak ada perlawanan dari Taehyung,ia masih enggan menatap Taekyun yang masih setia menggenggam tangan kirinya.

"Aku dan appa sangat merindukanmu. Kau tau tidak,tak ada lagi yang menggangguku sebelum tidur seperti biasanya" Taehyung mulai menatap Taekyun dengan tatapan datar dan dingin.

"Aku tak akan pernah pulang,AHN TAE KYUN" Taekyun tertegun mendengar kalimat itu. Bukan karena maksud kalimatnya,bukan. Tapi karena Taehyung baru saja menyebut nama panjangnya seakan menyadarkannya kembali ke realita. Dilepasnya tangan Taehyung dengan perlahan.

"Tak ada rumah untukku dikeluargamu" Tegas Taehyung tajam.

"Kau akan selalu menjadi keluargaku,opp-"

"Aku bukan kakakmu!" Potong Taehyung marah " Jadi kuperingatkan padamu. Kau tak berhak mengatur hidupku!"Taehyung pergi meninggalkan Taekyun yang mulai menangis,kali ini dengan terisak.

     Seharusnya ia tau ini akan terjadi,kakaknya pasti akan mengetahui rahasianya cepat atau  lambat. Namun,rasa sayangnya telah membutakan semua perasaan itu.




Hayy para readers...pertama-tama aku mau ngucapin banyak terima kasih karena udh mau baca cerita akuuuu....i'm so speechless cause this is my first story guyss. Dan aku mau ngucapin maaf sebesar-besarnya klo ceritanya gk nyambung...so...happy reading. Lanjut gk???....




Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 12, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

how to love my selfCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang