Prolog

1K 60 37
                                        

Happy Reading🌻

Seorang gadis duduk terpuruk di rooftrop sekolah. Rupa yang biasanya selalu ceria dan tersenyum, ia biarkan tak ber-ekspresi. Bahkan dari raut wajahnya, ia seperti seseorang yang kehilangan jiwanya.

Dalam hati, ia terus bertanya. Dimana letak kesalahannya? Apa benar, ia telah mengambil semua? Tidak, itu terlalu rakus bagiku. Merebut kebahagiaan orang lain, itu tak patut untuk dilakukan.

Tak ada air mata yang mengalir. Hati seakan mati, seiring goresan luka di hati. Angin yang berhembus, menimbulkan suhu menjadi dingin. Namun, seakan-akan ia tak merasakan. Hati juga perasaan seakan mati.

Gadis itu menoleh ke bawah, mendengar canda tawa orang-orang, mendengar kebisingan sekitarnya. Namun, yang dirasakan hanyalah kebisuan yang mendalam. Seakan-akan sepi adalah teman akrabnya. Hingga ia hanya dapat memejam matanya, tubuhnya lemah tak berdaya.

Brak!

Seseorang membuka pintu rooftrop sekolah dengan kencang.

"Na ...."

Gadis itu menoleh, ia mendapati seseorang yang berhasil membuat air matanya jatuh seketika. Hingga air matanya mengalir deras.

"Gue enggak sama seperti mereka!" teriak laki-laki itu.

Namun, gadis itu membuang mukanya ke arah lain dengan pergerakan lemah. Tubuhnya bergetar hebat, ia membiarkan air matanya mengalir deras tanpa mengusapnya.

Perlahan, ia mengangkat wajahnya agar dapat membalas tatapan laki-laki itu, "Aku benci dunia ini ... Reon."

About Ana [Completed]Stories to obsess over. Discover now