"Masa Kecil Radit"

94 9 7
                                        

"Berbangga lah pada dia yang sudah berani bertaruh nyawa mengandung mu selama sembilan bulan, jika tidak kamu akan menyesal ketika mendapat kan dirimu tumbuh tanpa sosok diri nya"
~Chariol. P

Seorang wanita berteriak sakit di sebuah gubuk reyot di pinggir sungai, dgn seorang bidan desa dan ibu dari wanita tersebut. "Buuu sakit Buu.. perutku sakittt".keluh wanita yg terbaring di dipan beralaskan kasur kapuk yg keras dan bertemankan derasnya hujan. "Tarik nafas yg dalam ya Bu Fitri.. ayo terus yg kuat, ini bayinya sedikit lagi mau keluar.. ibu Fitri harus kuat." Bidan desa tersebut terus mencoba menyemangati wanita yg bernama Fitri itu sembari berusaha melakukan persalinan. Guntur yg keras sudah berulang kali berbunyi di tengah malam yg gelap.
Ibu wanita itu terus menggenggam tangan anaknya yg lemah, sembari berbisik di telinganya dgn melantunkan doa" yg di hafalnya. Saat ada kilat yg menyilaukan mata di susul suara Guntur yg bergemuruh paling keras, di saat itu bersamaan lahirlah seorang bayi laki" dgn suara tangisan yg keras, "oekk ..oekk..oekkk"
"Alhamdulillah.. Bu Fitri..ibu berhasil dgn baik.. selamat ya Buu..anak ibu laki".." seru bidan tersebut
"Mana Bu bidan? Sy mau lihat anak sy.. "ibu dari wanita itu tak henti"nya mengucap syukur kepada Tuhan karena telah menyelamatkan anak dan cucunya yg baru lahir. Tapi Tuhan punya rencana yg lain.. saat bayi laki" yg menangis dgn keras di dekap oleh ibunya, tiba" tangisnya berhenti, dan dia tersenyum. Wanita itu Merasa dia tak bisa bertahan lebih lama lagi, detak jantung nya mulai melemah. Di sisa waktunya.. dia berkata pada ibunya yg di saksikan oleh bidan desa.. "Bu.. ini cucu ibu. Aku harap ibu bisa menyayangi nya saat aku tdk ada, Radit Pancara, namanya adalah Radit." Sang ibu menangis sambil menutup mulut,. Tak kuasa mendengar AP yg di ucapkan oleh anak perempuan satu-satunya itu yg baru sj menjadi seorang ibu. Hujan mulai reda Guntur pun sudah berhenti, saat itu pula wanita yg baru sj menjadi ibu mencium kening sang bayi dgn lembut, sampai ia tak sadarkan diri.
Ya wanita yg bernama Fitri itu telah meninggal dunia. Meninggalkan nyawa baru yg harus di rawat oleh ibunya yg sdh tua. Wanita yg hebat, yg di sebut sebagai bidadari surga. Takdir Tuhan sdh mutlak. Kini bayi yg baru di tinggalkan ibunya itu menangis tak henti"nya, seolah tak rela atas kepergian ibunya yg sangat-sangat begitu cepat....

Di sinilah Radit, di sebuah kampung yg asri, yg jauh dari kota. "Radit...Raditt ayo pulang... Sdh sore, cepat pergi mandi lalu makan.." seru perempuan tua yg tak lain adalah nenek Radit. Radit hanya tnggal berdua dgn neneknya. Ayahnya belum pernah sama sekali bertemu dgn Radit semenjak ibunya meninggal, di karenakan ayahnya kerja di sebuah pulau yg begitu jauhhh.niat mau plng tak kesampaian, karena terhalang kontrak kerja yg begitu mengikat. Skrng sdh 7 tahun lamanya, Radit hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya. Hanya kasih sayang Seorang nenek lah yg di terima oleh Radit. Dari kejauhan ank laki" kecil itu berlari menuju perempuan tua itu sambil menenteng tali dari rumput-rumput yg merambat dgn isinya adalah 3 ekor ikan mujair yg sedang. "Nekkkk..aku dapat ikan lagi nek..seruu tdi mancing sama temen"ku..tapii mereka mancing dgn bapak nya..jadinya dapat banyak deh.."
Niat mau memarahi karena mancing di sungai pun tak jadi, karena mendengar penuturan cucu yg di sayangnya itu. Terenyuh hati neneknya, ank kecil seperti dia. Knp harus mengalami hal sprti ini.tumbuh tanpa adanya KASIH SAYANG orang tua.
" Ayo pulang... Nanti ikanya nenek masak.. mau di bakar apa di goreng?"tanya sang nenek . " Di goreng aja nek..sama bikin sambelnya yg banyak yaa dgn nasi panas juga.."jawab si Radit..
Sang nenek senang mendgar jawaban cucunya.. setidaknya cucunya tdk kelaparan hidup bersamanya. Karena di kampung sikap tolong menolong antar tetangga bgitu kuat. Seperti dgn saudara sendiri. Tak heran Radit bgitu akrab dgn tetangga"nya dan anak"nya. Walau pun dia terkadang sedih, karena tak memiliki orang tua di sisinya.

Sampai di rumah, Radit langsung mandi dan nenek pun menuju dapur utk memasak ikan yg di dapat oleh cucunya. Sdh merupakan kebiasaan Radit ketika hati Minggu bermain di sungai, walaupun sdh di larang oleh sang nenek.tapii ttp sj anak itu tak mau dengar.baginya mancing itu asyik sekali...
"Radittt ini makanan nya sdh siapp..ayo kesiniii..." Seru si nenek.
"Iya nekkk.." jawab Radit..
Mereka pun makan dgn lahap dgn nasi panas yg menggepul bertemankan ikan hasil pancingan Radit dgn sambel tomat yg ada di dalam cobek.tak lupa rebusan daun singkong dan daun kemangi yg segar menemani makan malam mereka.
"Nekk enak sekali ini....Radit mau tambah nekk" " iyaaa mmg makanan ini enak sekali walaupun sederhana, tambah sj kalau Radit sukaa..kan nenek jg seneng..tdk mubazir jadinya.."
"Iya nekk.. Radit pun makan dgn lahap, sambal di cobek habis tak tersisa, mmg Radit ini penggila sambal"
Selepas makan, Radit dan neneknya duduk di depan rumah, memandang bulan yg bgitu indah..
"Raditt....Tuhan itu sudah menakdirkan nasib manusia, tnggal Radit yg mau berusaha atau tdk..Tuhan punya Rencana yg baik dan indah... Radit harus sabar..Radit harus kuat..nenek di sini sayangg sekali samaa Radit... walaupun kita makan seadanya, tapi nenek tak akan biarkan Radit kelaparan. Yg harus Radit lakukan sekarang adalah belajarr yg rajin di sekolah, bnyak berbuat baik, dan harus menolong sesama jangan lupa sholat yg rajin." nasihat-nasihat sprti ini lah yg selalu di dengar Radit dari neneknya. Walaupun ad rasa rindu kppda sosok orang tua..tapi Radit percaya, Tuhan sdh ad rencana utk masa depan Radit...
" Iya nekk..Radit akan selalu dgnr kok apa yg selama ini nenek bilang...mkasih yaa neekk..aku syanggg sekali sama nenekkkkk...."
Nenek nya mengangguk sambil merangkul Radit dgn mata yg berkaca-kaca. Dalam Doanya selalu di selipkan nama cucunya, utk masa depan cucunya,. Ia mau cucunya bahagia....

Begitulah akhir dari malam yg indah.......

Next.... Yaa
Mohon saran dan kritik nya.
(Pemula)

Hati ManusiaWhere stories live. Discover now