Minggu pagi yang cerah, seorang gadis kecil tengah asyik berkeliling di taman kota. Tempat favorit masyarakat kota untuk melepas penat.
Banyak hal yang bisa di lakukan di sana, ada yang berfoto ria, piknik, jogging, menjual, jajan, dan lain sebagainya.
Gadis itu menghitung langkah kaki mungil nya di atas lantai pavingblock berwarna. Rambut hitam nya yang berkuncir kuda itu ikut terayun mengikuti langkah nya.
Tak lupa dengan senyuman polos dan sebuah selempang berbentuk strawberry yang di bawanya, hanya berisi beberapa koin sedikit bergemericik.
Pandangannya teralihkan pada seekor kupu-kupu yang melintas di depannya, mampir ke salah satu bunga, dan menghisap nektar nya.
Tangan gadis itu menjulur mengikuti kupu-kupu itu kemana pun ia pergi. Ia berhenti sejenak, melihat beberapa penjual di sekeliling nya.
Pandangannya tertuju pada gerobak es krim dan tentunya gadis itu akan membeli es krim rasa kesukaannya, coklat.
Merasa ada yang memanggilnya, ia berhenti menjilat es krim, ia lalu menoleh ke asal suara.
"Ah, ayah! Ayah kemana saja tadi?" tanya nya riang sambil berlari menuju ayah.
"Kau sudah puas, hm? Apa kau mau ikut ayah?" tanya seorang pria muda tanpa menjawab pertanyaan putri kecil nya.
"Ke mana?" ia kembali menjilat es krim nya.
"Ke kampung ibu mu."
-*-*-
Di lain tempat...
"Hm~"
Seseorang dengan jubah hitam yang menutupi hampir seluruh tubuh nya, termasuk wajahnya. Ia sedang bersenandung kecil melihat bola kaca nya.
"Mari kita lihat kebenaran ramalan itu."
Seketika lilin-lilin yang membentuk lingkaran di sekitarnya padam. Menyisakan bau asap yang khas.
-0o0-
Prolog
YOU ARE READING
Draw For You
General FictionØn going "Untuk apa kau menggambar?" "..." "Uhm...Kau ingin menggambar untuk siapa?" "Entahlah." "Kalau begitu, menggambar lah untukku! Yay!"
